Rabu, 10 Jun 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Pengusaha Tambang Ungkap Tantangan Wujudkan Net Zero Emission

Ekonomi,

Pengusaha Tambang Ungkap Tantangan Wujudkan Net Zero Emission

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 28 Jul 2025 14:35
Berita satu.com
Pelaku usaha di sektor pertambangan berkomitmen mewujudkan net zero emission (NZE) atau emisi nol bersih di lingkungan kegiatan bisnisnya. Namun, untuk mencapai target tersebut, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapkan.

Ketua Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo) Anggawira mengungkapkan, terdapat sejumlah tantangan yang cukup menghambat realisasi di lapangan. Setidaknya, terdapat 4 poin utama yang menjadi sorotan.

"Tantangan utama ada pada gap antara visi dan realisasi di lapangan. Secara normatif, sektor pertambangan punya komitmen untuk transisi energi, tetapi implementasinya masih terkendala di beberapa hal," ungkap Anggawira kepada Beritasatu.com pada Senin (28/7/2025).

Pertama, yakni dari sisi teknologi ataupun infrastruktur. Menurutnya, banyak perusahaan tambang belum punya teknologi rendah karbon yang terjangkau. seperti, penggunaan alat berat berbasis solar, sistem logistik batu bara, dan pengolahan mineral masih sangat bergantung pada energi fosil.

Kedua, insentif ekonomi yang belum cukup mendukung. Anggawira mengungkapkan, pelaku usaha sulit bergerak apabila tidak ada skema fiskal yang membuat investasi transisi menjadi kompetitif. Misalnya, insentif pajak untuk penggunaan energi terbarukan atau carbon offset, belum dioptimalkan.

Poin sorotan yang ketiga, yakni regulasi yang disebut tumpang tindih dan inkonsisten. Ia menyebut, beberapa regulasi lingkungan dan energi tidak sinkron.

"Misal, pelaku usaha dituntut mengurangi emisi, tetapi tidak diberikan kemudahan perizinan untuk pembangkit listrik tenaga surya tambang atau reforestasi pascatambang," papar Anggawira.

Sementara, untuk poin yang terakhir adalah akses pendanaan hijau. Menurut Anggawira, tidak semua perusahaan tambang, khususnya yang skala menengah hingga kecil bisa mengakses green financing atau environmental social governance (ESG) fund, karena syaratnya rumit dan cenderung hanya dinikmati perusahaan besar.

Oleh karenanya, ia mendorong seluruh pihak, yakni pemerintah maupun para pelaku usaha untuk dapat berkomitmen dan mampu memecahkan solusi untuk mencapai target NZE di Tanah Air, khusus sektor pertambangan. Peta jalan atau roadmap ekonomi hijau yang sudah dibuat dan juga harus benar-benar dijalankan.

"Kita tidak bisa bicara net zero di sektor tambang dengan pendekatan moralistik. Harus realistis, berbasis data, dan disertai insentif ekonomi. Transisi harus didesain sebagai peluang bisnis baru, bukan sebagai beban," pungkasnya.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Rabu, 10 Jun 2026 16:10

    Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas

    Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama

  • Rabu, 10 Jun 2026 16:08

    KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:31

    Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos

    JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:29

    Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok

    PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:50

    Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.