Sabtu, 25 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Pengusaha Tambang Ungkap Tantangan Wujudkan Net Zero Emission

Ekonomi,

Pengusaha Tambang Ungkap Tantangan Wujudkan Net Zero Emission

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 28 Jul 2025 14:35
Berita satu.com
Pelaku usaha di sektor pertambangan berkomitmen mewujudkan net zero emission (NZE) atau emisi nol bersih di lingkungan kegiatan bisnisnya. Namun, untuk mencapai target tersebut, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapkan.

Ketua Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo) Anggawira mengungkapkan, terdapat sejumlah tantangan yang cukup menghambat realisasi di lapangan. Setidaknya, terdapat 4 poin utama yang menjadi sorotan.

"Tantangan utama ada pada gap antara visi dan realisasi di lapangan. Secara normatif, sektor pertambangan punya komitmen untuk transisi energi, tetapi implementasinya masih terkendala di beberapa hal," ungkap Anggawira kepada Beritasatu.com pada Senin (28/7/2025).

Pertama, yakni dari sisi teknologi ataupun infrastruktur. Menurutnya, banyak perusahaan tambang belum punya teknologi rendah karbon yang terjangkau. seperti, penggunaan alat berat berbasis solar, sistem logistik batu bara, dan pengolahan mineral masih sangat bergantung pada energi fosil.

Kedua, insentif ekonomi yang belum cukup mendukung. Anggawira mengungkapkan, pelaku usaha sulit bergerak apabila tidak ada skema fiskal yang membuat investasi transisi menjadi kompetitif. Misalnya, insentif pajak untuk penggunaan energi terbarukan atau carbon offset, belum dioptimalkan.

Poin sorotan yang ketiga, yakni regulasi yang disebut tumpang tindih dan inkonsisten. Ia menyebut, beberapa regulasi lingkungan dan energi tidak sinkron.

"Misal, pelaku usaha dituntut mengurangi emisi, tetapi tidak diberikan kemudahan perizinan untuk pembangkit listrik tenaga surya tambang atau reforestasi pascatambang," papar Anggawira.

Sementara, untuk poin yang terakhir adalah akses pendanaan hijau. Menurut Anggawira, tidak semua perusahaan tambang, khususnya yang skala menengah hingga kecil bisa mengakses green financing atau environmental social governance (ESG) fund, karena syaratnya rumit dan cenderung hanya dinikmati perusahaan besar.

Oleh karenanya, ia mendorong seluruh pihak, yakni pemerintah maupun para pelaku usaha untuk dapat berkomitmen dan mampu memecahkan solusi untuk mencapai target NZE di Tanah Air, khusus sektor pertambangan. Peta jalan atau roadmap ekonomi hijau yang sudah dibuat dan juga harus benar-benar dijalankan.

"Kita tidak bisa bicara net zero di sektor tambang dengan pendekatan moralistik. Harus realistis, berbasis data, dan disertai insentif ekonomi. Transisi harus didesain sebagai peluang bisnis baru, bukan sebagai beban," pungkasnya.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Jumat, 24 Apr 2026 18:45

    4 Cara Bikin Tummy Time Jadi Momen Seru, Bukan Drama!

    EMPAT cara bikin tummy time jadi momen seru akan diulas Okezone dalam artikel ini. Tummy time atau sesi melatih bayi tengkurap sering kali menjadi momen yang menantang bagi or

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:43

    Wisatawan Indonesia Mulai Lirik Australia, Tren Sportcation Ikut Meningkat

    JAKARTA â€" Minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Australia menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan Consumer Demand Project 2025 dari Tou

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:40

    Penelitian Ungkap Risiko Kehilangan Massa Otot pada Penggunaan Obat Diet

    JAKARTA â€" Studi terbaru menyoroti adanya perbedaan dampak dari penggunaan obat penurun berat badan (diet) terhadap kondisi tubuh, khususnya terkait massa otot. Temuan ini menunjukkan bahwa penu

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:38

    Mitos atau Fakta: Tubuh Terkilir dan Bengkak Gara-Gara Cedera Sebaiknya Langsung Diurut?

    BANYAK orang masih percaya bahwa cedera seperti terkilir atau bengkak sebaiknya langsung diurut agar cepat sembuh. Praktik ini sudah lama menjadi kebiasaan turun-temurun di ma

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:33

    Pekerja Waspada! Kemenkes Ungkap Demam Berdarah Dengue Bisa Terjadi di Tempat Kerja

    JAKARTA - Demam Berdarah Dengue (DBD) sering kali identik dengan lingkungan rumah atau permukiman padat. Padahal, risiko penularan penyakit yang disebabkan virus dengue ini juga dapat terjadi di

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.