Rabu, 10 Jun 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Plt Gubri Wajibkan Investor Simpan Dana di Bank Riau Kepri Syariah, Pengamat Ingatkan Pentingnya Distribusi Kredit UMKM

Berita

Plt Gubri Wajibkan Investor Simpan Dana di Bank Riau Kepri Syariah, Pengamat Ingatkan Pentingnya Distribusi Kredit UMKM

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 02 Feb 2026 13:46
(FotoGoriau.com)
PEKANBARU â€" Kebijakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang mewajibkan seluruh investor di Bumi Lancang Kuning menyimpan dana di Bank Riau Kepri (BRK) Syariah mendapat sorotan dari pakar ekonomi. Langkah tegas ini dinilai sebagai peluang emas untuk memperkuat fondasi perbankan daerah, asalkan alokasinya tepat sasaran.

Ekonom Riau, Detri Karya, MA, menilai kebijakan ini merupakan stimulus besar bagi likuiditas dan kinerja BRK Syariah. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak boleh lepas tangan setelah aturan diberlakukan, karena pengawasan menjadi kunci utama agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas.

"Kebijakan ini bagus, tetapi tetap harus diawasi karena pasti akan menimbulkan dampak, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah," ujar Detri kepada GoRiau.com, Senin (2/2/2026).

Menurut kacamata akademisi ini, masuknya dana investasi dan anggaran operasional perusahaan besar ke bank daerah akan memperkuat struktur permodalan. Namun, dampak positif secara makro bagi Riau sangat bergantung pada ke mana arah pendistribusian dana tersebut disalurkan oleh pihak manajemen bank.

Ia menegaskan bahwa BRK Syariah harus memiliki keberpihakan yang jelas terhadap sektor ekonomi kerakyatan melalui kebijakan pembiayaan yang terukur. Tanpa skema distribusi yang baik, tumpukan modal dari investor tersebut dikhawatirkan tidak menyentuh akar rumput.

"Kalau dana itu kemudian disalurkan dengan kebijakan yang tepat, terutama ke masyarakat ekonomi bawah disertai pembinaan, maka dampaknya akan sangat positif," jelasnya.

Detri menambahkan, perputaran uang yang masif jika dibarengi dengan pemerataan di seluruh lapisan masyarakat akan memperkokoh ketahanan ekonomi Riau dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, ia mendesak Pemerintah Provinsi Riau untuk aktif mengawasi setiap kebijakan direksi BRK Syariah.

Peran pemerintah daerah dinilai sangat krusial dalam memastikan direksi menentukan arah pendistribusian dana yang pro-rakyat. Pengawasan ini menjadi jaminan agar kebijakan investasi tersebut tidak hanya mempercantik laporan keuangan bank, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

"Ini tidak bisa dilepaskan dari pengawasan pemerintah daerah, agar kebijakan tersebut benar-benar berpihak pada penguatan ekonomi masyarakat luas," pungkasnya. (grc)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.