Senin, 29 Jun 2026
Ekonomi
Realisasi Penyaluran Bantuan Pangan Bulog Sumut Capai 95 Persen, Siap Lanjut Juli 2026
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 29 Jun 2026 12:15
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Bulog Sumut) melaporkan pencapaian signifikan dalam realisasi penyaluran bantuan pangan. Hingga saat ini, sekitar 95 persen dari total penerima manfaat di Sumatera Utara telah menerima bantuan tersebut. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dan mendukung upaya pengendalian inflasi di daerah.
Bantuan pangan yang disalurkan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng merek Minyakita. Penyaluran ini mencakup alokasi untuk periode Februari hingga Maret 2026, menjangkau jutaan masyarakat yang membutuhkan. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen Bulog Sumut dalam memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menyatakan optimisme bahwa penyaluran di daerah yang belum mencapai 100 persen akan segera tuntas. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memastikan seluruh penerima manfaat mendapatkan haknya. Persiapan untuk penyaluran tahap selanjutnya pada Juli 2026 juga tengah dilakukan.
Capaian Realisasi Penyaluran Bantuan Pangan Bulog Sumut
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara berhasil mencapai realisasi penyaluran bantuan pangan sebesar 95 persen. Dari total 1.756.846 penerima manfaat yang terdaftar untuk alokasi Februari-Maret 2026, sebanyak 1,66 juta warga telah menerima haknya. Ini merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas pangan dan ekonomi masyarakat di wilayah Sumatera Utara.
Dalam proses penyaluran ini, Bulog Sumut telah mendistribusikan 33.379 ton beras dan 6.675.844 liter Minyakita. Jumlah ini menunjukkan skala besar operasi yang dilakukan untuk menjangkau seluruh penerima manfaat yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Setiap penerima manfaat mendapatkan 20 kilogram beras dan empat liter Minyakita, sesuai dengan standar bantuan yang ditetapkan.
Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan efektivitas sistem distribusi Bulog, tetapi juga kolaborasi yang kuat dengan pemerintah daerah. Bantuan pangan ini sangat vital bagi keluarga penerima manfaat, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi. Program ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.
Optimalisasi Penyaluran di Daerah Terpencil dan Persiapan Tahap Selanjutnya
Meskipun realisasi telah mencapai 95 persen, Bulog Sumut terus berupaya menuntaskan penyaluran di daerah-daerah yang masih tertinggal. Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Nias Selatan menjadi fokus utama Bulog Sumut karena realisasinya belum mencapai angka 100 persen. Proses distribusi terus diintensifkan agar semua penerima manfaat segera mendapatkan bantuan.
Budi Cahyanto mengungkapkan optimisme bahwa penyaluran di daerah tersebut akan tuntas dalam waktu dekat. Bantuan pangan dilaporkan sudah tiba di kantor kepala desa maupun kelurahan, menunggu proses distribusi akhir kepada warga. Koordinasi dengan pemerintah setempat menjadi kunci untuk mempercepat proses ini dan mengatasi hambatan logistik yang mungkin ada.
Pemerintah juga telah menjadwalkan kembali program bantuan pangan pada Juli 2026. Bulog Sumut saat ini masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat mengenai pelaksanaan penyaluran tahap berikutnya. Persiapan logistik dan ketersediaan stok terus dipantau untuk memastikan kelancaran program di masa mendatang.
Dampak Program Bantuan Pangan dan Peningkatan Alokasi
Program bantuan pangan ini memiliki peran krusial dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Selain itu, inisiatif ini juga sangat mendukung upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam mengendalikan inflasi pangan. Ketersediaan pasokan yang stabil melalui bantuan ini dapat menekan gejolak harga di pasar.
Untuk mengantisipasi kebutuhan bantuan, Bulog Sumatera Utara telah menyiapkan sekitar 35.000 ton beras dan tujuh juta liter Minyakita. Stok ini dipersiapkan untuk memenuhi alokasi bantuan pangan yang akan datang, memastikan ketersediaan pasokan yang cukup. Kesiapan stok merupakan faktor penting dalam menjamin keberlanjutan program.
Jumlah penerima bantuan pangan pada tahun 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Pada Oktober-November 2025, tercatat sebanyak 844.696 penerima manfaat. Peningkatan ini mencerminkan perluasan cakupan program pemerintah untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan pangan.(merdeka.com)
Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/realisasi-penyaluran-bantuan-pangan-bulog-sumut-capai-95-persen-siap-lanjut-juli-2026-586963-mvk.html?page=4
komentar Pembaca