Sabtu, 25 Jul 2026
Ekbis
Tak Perlu Lahan Luas, ASN di Riau Bisa Dulang Cuan dari 10 Ekor Ayam Petelur
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 25 Jul 2026 09:23
PEKANBARU - Membayangkan tambahan penghasilan dan penghematan uang belanja dapur kini tak melulu membutuhkan modal besar bagi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Cukup dengan memanfaatkan sisa lahan di pekarangan rumah untuk memelihara 10 ekor ayam petelur, kebutuhan konsumsi harian keluarga bisa terpenuhi sekaligus menjadi pundi-pundi tabungan tambahan.
Peluang usaha sampingan yang menjanjikan ini dikupas tuntas dalam WorkshopFromHome (WFH) #8 bertajuk "Membangun Usaha Peternakan Skala Mikro untuk ASN". Kegiatan daring ini diselenggarakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau bersama BPSDM Riau, Jumat (24/7/2026).
Kepala DPKH Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, menilai penyediaan protein hewani seperti telur merupakan bisnis yang pergerakannya stabil dan berkaitan langsung dengan hajat hidup orang banyak. Melalui pelatihan ini, ia ingin menepis stigma bahwa beternak ayam selalu membutuhkan hamparan lahan yang luas dan suntikan modal fantastis.
Bekal Pensiun Tanpa Mengganggu Jam Kerja
"Peternakan mikro sangat ideal bagi ASN karena tidak mengganggu jam kerja. Pengelolaannya bisa dilakukan di luar jam kantor. Pulang kerja kita bisa mengecek ternak di rumah. Lahan yang dibutuhkan pun tidak luas, cukup memanfaatkan pekarangan rumah dengan kandang yang ramah lingkungan," papar Mimi.
Ia turut membagikan pengalaman pribadinya yang terbukti membawa manfaat ekonomi langsung. Dengan hanya merawat sekitar 10 ekor ayam petelur di rumah, pengeluaran rutin untuk membeli lauk pauk berhasil ditekan secara drastis.
"Kalau sudah memelihara sekitar 10 ekor ayam petelur, kita tidak perlu lagi membeli telur untuk kebutuhan sehari-hari. Itu sudah saya rasakan sendiri. Bahkan ketika produksinya berlebih bisa dijual kepada tetangga. Dari situ ada tambahan penghasilan yang sangat prospektif," urainya merincikan efisiensi dari bisnis tersebut.
Selain mendatangkan keuntungan ekonomi dalam jangka pendek, budidaya skala mikro ini dirancang sebagai jembatan masa pensiun agar para ASN tetap produktif secara fisik dan finansial. Meski menawarkan hasil yang menggiurkan, Mimi mengingatkan para abdi negara untuk tetap menempatkan tugas pelayanan publik sebagai prioritas utama. Untuk mendukung program ini, DPKH Riau membuka pintu pendampingan teknis dan konsultasi bagi ASN yang serius ingin memulai usaha peternakan rumahan. (goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/tak-perlu-lahan-luas-asn-di-riau-bisa-dulang-cuan-dari-10-ekor-ayam-petelur.html
komentar Pembaca