Sabtu, 25 Jul 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Dukung Mandatori B50, PTPN IV PalmCo Dorong Riset Terapan Petani Sawit Nasional

Ekbis

Dukung Mandatori B50, PTPN IV PalmCo Dorong Riset Terapan Petani Sawit Nasional

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 25 Jul 2026 11:03
PEKANBARU - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo mendorong peningkatan produktivitas hulu kelapa sawit melalui riset terapan, distribusi bibit unggul, dan penguatan kelembagaan petani. Langkah ini diambil guna menyeimbangkan tingginya permintaan hilirisasi untuk pemenuhan mandatori biodiesel B50 tanpa mengganggu stabilitas pasokan ekspor nasional.

Gagasan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa saat menjadi pembicara utama dalam pembukaan Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026. Agenda ini diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Jakarta, Senin (20/7/2026).


Jatmiko menyoroti kondisi industri yang kini membutuhkan penyesuaian strategi dari sektor hulu. "Hari ini kita menghadapi sebuah paradoks kelapa sawit nasional. Misi hilir sangat jelas dengan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto, yakni kemandirian energi B50. Di sisi lain, kita juga perlu terus menjalankan ekspor secara berkelanjutan, sementara realitas hulu kita menunjukkan produktivitas CPO yang cenderung stagnan," papar Jatmiko.

Untuk menjawab tantangan itu, ia menilai kunci utamanya berada pada peningkatan produktivitas perkebunan sawit rakyat yang saat ini mendominasi sekitar 42 persen dari total luasan lahan nasional.


"Seandainya satu ton saja produktivitas masyarakat naik, ada tambahan suplai CPO enam juta ton. Kebutuhan biodisel B50 langsung bisa kita jalankan. Ini celah yang mesti kita jawab melalui riset berbasis kebutuhan pasar, bukan yang hanya berhenti di jurnal ilmiah," urainya.

Jatmiko memaparkan bahwa pihaknya telah membuka akses bibit bersertifikat bagi pekebun secara luas serta mengoptimalkan limbah pabrik kelapa sawit menjadi sumber energi biometana. "Bibit unggul ini yang perlu saya ajak ke teman-teman pengusaha. Ayo kita buka akses bibit unggul kita. Tidak harus menjadi mitra, siapa pun boleh datang dan beli," ajaknya.

Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto menyoroti urgensi kemitraan untuk mendukung Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

"PSR itu tidak akan maju kalau kita tidak menggandeng semua pihak untuk bermitra antara perusahaan dengan petani. Melalui kemitraan, perusahaan hadir membantu proses tumbang dan pembersihan lahan sehingga standar kebun rakyat bisa sama dengan swasta," terangnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman menegaskan komitmen lembaganya dalam mendorong ekosistem riset yang aplikatif dari hulu ke hilir. Menurutnya, keberhasilan riset tidak cukup diukur dari jumlah publikasi ilmiah, melainkan sejauh mana hasilnya dapat diterapkan langsung oleh petani, diadopsi industri, dan dikomersialisasikan.

"BPDP berkomitmen tidak hanya menjadi penyedia dana, tetapi juga menjadi katalis kolaborasi," sebut Eddy.

Rangkaian pembukaan PERISAI 2026 ini turut diisi dengan penandatanganan komitmen bersama terkait pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) perkebunan. Kesepakatan ini diteken oleh Kementerian Pertanian, BPDP, dan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Edy Martono sebagai bentuk sinergi pemerintah dan pelaku industri dalam menjaga keberlanjutan sawit nasional.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/dukung-mandatori-b50-ptpn-iv-palmco-dorong-riset-terapan-petani-sawit-nasional.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki