Dua Tersangka Pembakar Lahan Di Kantor LAM Di Tangkap Polisi
Laporan : Roy Rudi
Kamis, 25 Feb 2016 20:42
Disitu terlihat Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti, AKP Antoni Lumban Gaol dan Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Piscot Ginting sedang mengerahkan para personilnya untuk segera memadamkan api mengantisipasi agar kobaran api itu tidak menjalar. Selang beberapa waktu kemudian api pun berhasil dipadamkan. Personil kepolisian pun langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna dilakukannya penyidikan dan dipasang Police Line serta plang sebagai bukti bahwa kawasan tersebut sedang dalam proses penyidikan untuk mengetahui apakah ada unsur sengaja atau tidak dihitung luas kebakarannya menggunakan GPS.
Setelah dilakukan penyelidikan dan pengembangan kasus, maka polisi langsung mengamankan dua orang tersangka untuk di introgasi yang diduga dengan sengaja membakar lahan untuk membuka kebun, dengan barang bukti berupa parang, minyak bensin dan korek api.
Ternyata situasi itu sengaja diciptakan dalam rangka simulasi yang dilakukan oleh Polres Kepulauan Meranti yang bekerjasama dengan Dinas kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
Dalam simulasi itu terlihat hadir, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Drs H Iqaruddin MSi, Asisten I bidang pemerintahan Alizar Sos Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Ir H Mamun Murod, Kepala BPBD Drs Edy Afrizal, Kepala Kesbangpol Ahmad Yani, Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti AKP Antoni Lumban Gaol, Danramil Selatpanjang, Mayor Bismi Tambunan, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Piscot Ginting serta sejumlah instansi terkait lainnya.
"Jadi memang kita ciptakan kondisinya seolah-olah telah benar terjadi kebakaran, dan kita lakukan penanganan dengan baik. Sehingga nantinya anggota kita bisa menangani bilamana terjadi kebakaran sungguhan yang bekerjasama dengan pihak terkait," ungkap Kapolres AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi usai simulasi yang dilakukan tersebut, Kamis (25/2/2016).
Pandra juga menjelaskan bahwa pihaknya siap mencegah kebakaran hutan dan lahan, menurutnya ini merupakan atensi bersama yang diberikan tanggung jawab langsung oleh Presiden RI.
"Kami dari pihak polisi dan TNI diberi tanggung jawab oleh presiden untuk mengatasi kebakaran yang terjadi, dan diberi sangsi pencopotan jabatan bila tidak bisa mengatasi hal ini. Kebakaran hutan dan lahan ini merupakan kejadian yang luar biasa yang menjadi perhatian kita bersama," kata Pandra.
Mantan ajudan Kapolri Sutanto ini juga meminta kepada masyarakat jika membuka lahan untuk perkebunan dengan cara tidak membakar. Ia juga menyampaikan sebelum dilakukan upaya penanggulangan maka sebelumnya dilakukan upaya pencegahan.
"Kita selalu melakukan upaya preventif seperti patroli dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan, namun untuk penanggulangan kita selalu melakukan patroli dan berkoordinasi dengan BPD di Lanud Roesmin Nurjadin di Pekanbaru. Kita juga kasihan dengan masyarakat kita yang diproses hukum karena membuka lahan dengan membakar," kata Pandra lagi
Sementara itu Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Drs H Iqarrudin MSi mengatakan dalam mengatasi kebakaran yang akan terjadi dirinya meminta kepada BPBD yang telah dibentuk untuk membenahi segala perlengkapan yang ada, dan meminta kepada masyarakat agat tidak menghindari dan mengantisipasi yang menjadi pemicu kebakaran.
"Dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang akan terjadi kita meminta kepada semua pihak yang terlibat untuk siap siaga, jangan lagi sampai terjadi kebakaran seperti tahun-tahun sebelumnya. Kepada BPBD yang telah dibentuk untuk membenahi segala perlengkapan yang ada, jangan lagi ada selang-selang yang bocor. Dan kepada masyarakat jangan sampai menimbulkan pemicu kebakaran, seperti meninggalkan sisa-sisa api ketika beraktifitas didalam hutan," kata Iqaruddin.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Edy Afrizal mengatakan saat ini instansi nya sedang berbenah dan melakukan koordinasi kepada instansi terkait.
"Saat ini kita mempunyai biaya operasional Rp300 juta, itu belum mencukupi untuk penambahan armada. Namun kita akan selalu koordinasi kepada pihak terkait baik itu Polisi maupun TNI," ungkapnya (roy)
Modal Tarigan Diduga Sebar "Hoax" Soal Perceraian EP Dengan Suaminya
MEDAN | Lagi Lagi , Modal (MT) menjadi Sorotan Sejumlah Media , Kemarean soal tudingan dugaan perselingkuhan nya dengan seorang wanita inisial EP . Namun kali ini , MT kembali di Flow Up ke
Ustaz Abdul Somad Gugat Cerai Istrinya
PEKANBARU-Ustaz Abdul Somad Batubara (UAS) menggugat cerai istrinya. Istri UAS, Mellya Juniarti, membenarkan gugatan cerai dari suaminya. Dilansir dari detik.com, Informasi ini dibenarkan istri UAS, M
ITA Riau Akan Buka Wisata Alam Di Kampar
PEKANBARU - Ikatan Trail Adventure (ITA) Riau, akan membuka Wisata Alam Riau Dua (WAR2) dengan seluruh Koordinator Wilayah (Korwil) se-Provinsi Riau. Acara akan digelar, Minggu (8/12) mendatang t
Polsek Rokan IV Koto Lakukan Pencari Balita Yang Hanyut
ROKAN HULU - Polisi Sektor (Polsek) Rokan IV Koto Resort Rokan Hulu turun langsung membantu mencari seorang anak laki-laki yang Hanyut saat mandi sambil mencari ikan dengan menggunakan Tangkuo (Alat p
Wartawan Pelalawan Berduka, Supendi Wafat
PELALAWAN-Kepergian Wartawan Haluan Riau, Supendi memberikan duka yang mendalam bagi insan Pers kususnya di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.Supendi berpulang di usianya yang ke 39