Sabtu, 25 Apr 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Ini Pengakuan Rismin Sipemenggal Nenek Intan di Rohul

Ini Pengakuan Rismin Sipemenggal Nenek Intan di Rohul

Laporan: Fahrin Waruwu
Jumat, 06 Mei 2016 20:30
Fahrin Waruwu
Rismin Pelaku pembunuhan ( baju kuning) terlihat dalam pengmanan Satreskrim Polres Rohul ada Kasat Reskrim AKP M.Wirawan Novianto saat Konfrensi Pers Jumat,(6/5)

ROKANHULU  - Setelah ditangkap Polisi Rismin (19), pelaku pemenggal kepala nenek Intan (60) mengakui tega memenggal leher korban pada Selasa (3/5/16) lalu sekira 11.30 WIB, karena sakit hati telah dituduh mencuri tabung LPG 3 kilogram (kg).

"Karena saya tidak melakukan makanya saya tidak terima. Selain itu (korban red) memaki-maki saya dengan kata-kata kotor," ungkap Rismin menjawab usai ekspos di Mapolres Rohul, Jumat (6/5/16).

Salah satu kata-kata nenek Intan yang bikin dirinya dendam adalah kata "Kamu maling". Hal itulah yang buat Rismin punya rencana untuk menghabisi nyawa korban pakai sebilah parang panjang yang baru diasahnya milik Binzar, ayah angkatnya.

Dendamnya terbalas setelah dia berhasil memenggal kepala nenek Intan yang tengah duduk di kursi plastik di halaman samping rumahnya di RT 001/ RW 002 desa Pematang Tebih, kecamatan Ujungbatu, Selasa siang.

"Walaupun ibu angkat saya adalah anaknya (Yusmita, 46 tahun), tapi kami tidak beranggapan bahwa saya adalah cucu angkatnya," ceritanya.

Rismin mengatakan dirinya memang sudah berniat membunuh nenek Intan saat korban mengambil tabung LPG 3 kg di rumah ibu angkatnya, Yusmita. Korban terus menuduh bahwa dialah pencuri tabung LPG di rumah anak menantunya itu.

Sebelum kejadian, Selasa pagi sekira pukul 09.00 WIB, Rismin mengakui datang ke rumah nenek Intan, namun korban sedang tidak di rumah.

"Memang sudah bawa parang kian saya datang pertama pak (ke rumah korban). Entah kenapa, saya memang sadar, tapi setelah melihat nenek tadi, emosi saya meluap, sehingga yang tidak saya inginkan terjadi pun terjadi," jelas Rismin tanpa ada penyesalan.

"Habis nebas saya mencari tempat yang aman di daerah perkebunan Lintam, di kebun PT. SAI. Sorenya saya menyebrang jalan lintas ke Kubu Pauh," ungkap pelaku.

Selama pelarian, Rismin mengakui tidak segan dan malu kepada orang yang ditemui. Dia berterus terang meminta makanan, sekedar untuk mengisi perutnya.

Pemuda asal Tebing Tinggi Sumatera Utara ini mengakui bahwa dirinya sudah ikut dan tinggal bersama Binzar dan Yusmita (anak sulung korban) sejak 2012 silam. Namun, hubungannya dengan korban tidak begitu akrab.

Rismin (20) ditangkap  setelah tiga hari kejadian. Ia sempat kabur ke kebun PT. SAI di daerah Lintam, dan akhirnya ditangkap di sebuah pondok di kebun sawit di desa Kubu Pauh, kecamatan Rambah Samo,  WIB oleh tim gabungan jajaran Polres Rohul Kamis, (5/5/2016) sekira jam 23.00 Wib malam . (Fah)

Hukrim
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:24

    DPO Narkoba Dibekuk saat Menghadiri Pesta Pernikahan

    BENGKALIS - Pelarian buronan kasus narkotika berakhir dramatis. Pria berinisial L (46), yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), ditangkap Tim Opsnal Polsek Rupat, saat menghadiri pesta pernikah

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:41

    Polri Periksa 86 Rekaman CCTV Usut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan terus mengusut tuntas kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kon

  • Selasa, 17 Mar 2026 15:07

    Susul Eks Menag Yaqut, Gus Alex Kini Ditahan KPK dan Kenakan Rompi Oranye

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan staf khusus Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex, dalam kasus dugaan korupsi kuota haji. Ia ditahan us

  • Selasa, 17 Mar 2026 14:46

    Polda Metro Gagalkan Peredaran Narkoba Jelang Lebaran, 10 Kg Ganja Disita

    Jakarta - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkoba di wilayah Grogol, Jakarta Barat (Jakbar). Barang bukti berupa 10 kilogram (kg) ganja berhasil disita pihak kepolis

  • Selasa, 17 Mar 2026 14:10

    Viral! Jambret Rampas Santunan Anak Yatim di Pekanbaru, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

    Pekanbaru - Aksi penjambretan terhadap seorang anak yatim terjadi di Jalan Unggas, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Peristiwa ini menjadi perhat

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.