Selasa, 28 Apr 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Ironi Pengadaan Laptop: Saat Siswa Butuh Chromebook, Pejabat Asyik Beli Motor Sport untuk Touring

Berita

Ironi Pengadaan Laptop: Saat Siswa Butuh Chromebook, Pejabat Asyik Beli Motor Sport untuk Touring

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 03 Feb 2026 09:33
(FotoGoriau.com)
JAKARTA â€" Di balik megahnya proyek pengadaan laptop Chromebook untuk sekolah-sekolah di Indonesia, terselip cerita tentang gaya hidup mewah yang dibiayai dari uang negara. Dalam sidang lanjutan kasus korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (2/2/2026), eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemendikbudristek, Harnowo Susanto, blak-blakan mengaku menggunakan uang kickback untuk membeli motor sport Kawasaki Z900.

Harnowo tak berkutik saat dicecar Jaksa terkait aliran dana yang masuk ke kantong pribadinya. Motor seharga Rp225 juta tersebut diakui dibeli bukan untuk keperluan dinas, melainkan demi memuaskan hobi touring pribadinya.

"Beli Rp225 juta, dijual Rp140 juta?" tanya Jaksa memastikan kerugian dari aset yang dibeli dengan uang haram tersebut. Harnowo hanya bisa menjawab singkat, "Iya."

Kasus ini bukan sekadar soal motor sport. Jaksa menilai ada skenario besar di era kepemimpinan Nadiem Makarim untuk mengarahkan kebijakan pengadaan laptop (2019â€"2022) agar hanya menggunakan ekosistem Google (Chromebook dan CDM). Kebijakan ini dianggap menutup pintu bagi kompetisi sehat dan mengabaikan kebutuhan riil sekolah, terutama di wilayah pelosok (3T).

Akibat dugaan pengondisian harga dan penyalahgunaan wewenang ini, negara harus menanggung kerugian fantastis sebesar Rp2,18 triliun. Kerugian tersebut mencakup pemborosan anggaran akibat kemahalan harga serta pengadaan sistem manajemen (CDM) yang dinilai tidak diperlukan.

Dalam dakwaannya, Jaksa menyebut ada 25 pihak yang "kenyang" dari kebijakan ini. Nadiem Makarim disebut diperkaya sebesar Rp809,596 miliar, sementara saksi Harnowo Susanto menikmati Rp300 jutaâ€"sebagian di antaranya berwujud motor Kawasaki Z900 yang kini telah dijual kembali.

Harnowo berdalih hasil penjualan motor tersebut digunakan untuk biaya sekolah anaknya. Namun, fakta di persidangan menunjukkan bahwa anggaran yang seharusnya digunakan untuk memajukan pendidikan ribuan anak bangsa justru berakhir di diler motor sport dan hobi pribadi pejabatnya.(grc)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.