Jumat, 19 Jun 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Kaki Ditembak, Pelaku Perampokan Sadis di Pelalawan Ditangkap, Sempat Kabur ke Kebun Kelapa Sawit

hukrim

Kaki Ditembak, Pelaku Perampokan Sadis di Pelalawan Ditangkap, Sempat Kabur ke Kebun Kelapa Sawit

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 19 Jun 2026 08:47
PELALAWAN - Kaki ditembak, pelaku perampokan sadis di Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan berhasil ditangkap polisi.

Sempat melarikan diri usai melakukan perampokan sadis dengan menikam korbannya menggunakan gunting dan obeng, pelaku diburu polisi dan berhasil ditangkap.

Penangkapan berawal dari pengenalan pelaku dari rekaman CCTV, kini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang membuat kasir PT MPT Putriani Tamba sempat kritis.



Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan meringkus pelaku perampokan sadis di kantor PT Malika Putri Tunggal (MPT) Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Sei Kijang yang terjadi pada Rabu (17/7/2026) sore lalu.

Pelaku ditangkap tim gabungan Satreskrim Polres Pelalawan dan Polsek Bandar Seikijang yang melakukan penyelidikan setelah kasus Pencurian dengan Kekerasan (Curas) itu dilaporkan ke polisi.

Pria tersebut diringkus polisi masih di wilayah Kecamatan Bandar Sei Kijang beserta barang bukti hasil kejahatannya.

Informasi yang dihimpun tribunpekanbaru.com, perampok yang menganiaya korban Putriani Tamba (25) itu berinisial JA.

Ia diciduk petugas gabungan pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 04.00 wib atau 12 jam setelah beraksi di kantor PT MPT.



"Pelaku ditangkap di Jalintim Bandar Sei Kijang subuh hari. Memang sempat melarikan diri ke perkebunan sawit," kata sumber tribunpekanbaru.com di kepolisian, Kamis (18/6/2026).

JA diamankan dengan mengendarai sepeda motor yang dipakainya saat merampok yakni honda beetstreet warna abu-abu hitam Nomor Polisi (Nopol) BM 6912 SAB. Namun plat nomornya dilepas oleh pelaku.

Selain menyita motor yang digunakan saat merampok, polisi juga mengamankan uang tunai sebanyak Rp 36 juta lebih.

Sisa hasil rampokan dari kantor PT MPT yang diambil sebanyak Rp 76 juta lebih.

Sedangkan selebihnya sudah habis dipergunakan oleh tersangka JA untuk beberapa keperluan.

Dikabarkan tersangka JA sempat berupaya kabur ketika akan disergap polisi.

Alhasil petugas melakukan tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan JA. Kaki kirinya didor polisi agar tidak melawan dan melarikan diri kembali.



Polisi membawa JA ke rumah sakit untuk mengobati luka di betisnya akibat timah panas tersebut.

Selanjutnya digiring ke Mapolres Pelalawan untuk menjalani proses hukum dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara SIK membenarkan penangkapan pelaku perampokan sadis di kantor PT Malika Putri Tunggal Desa Kiyap Jaya, Bandar Sei Kijang.



Tersangka berjumlah satu orang sesuai dengan video rekaman CCTV yang beredar.

"Ini berkat doa kawan-kawan semuanya juga," kata Kapolres John Louis Letedara.

Namun ia belum bersedia membeberkan terkait penangkapan pelaku Curas yang menghebohkan itu secara gamblang.

Namun berjanji akan segera menyampaikan pernyataan resmi kepada awak media atas keberhasilan ini.

"Besok pagi kita rilis resmi ya bang," ujarnya.



Penangkapan tersangka JA juga terkonfirmasi melalui akun resmi Instagram Satreskrim Polres Pelalawan yang menayangkan video penangkapan pelaku hingga dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Selasih (RSUD) Pangkalan Kerinci dengan kaki kiri terluka.

Korban Ditikam Pakai Gunting dan Obeng

Terduga pelaku satu orang laki-laki terlihat menyerang korban Putriani Tamba (25) yang merupakan kasir pembayaran Surat Pengantar Buah (SPB) Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit  PT MPT.

Kekejian pelaku menganiaya korban Putriani menggunakan benda tajam dan benda tumpul tergambar dalam video yang beredar.

Seakan tidak memiliki belas kasih dan rasa kemanusiaan. 

Pria itu menghujani tikaman pakai gunting dan obeng ke tubuh korban.

Memukul pakai kipas angin, memijak kepala dan perut, hingga mencekik lehernya. 



Akibatnya, wanita itu menderita 22 luka tusukan hingga lumuran darah memenuhi tubuhnya serta lantai kantor.

Beruntung, korban masih selamat meskipun sempat kritis dan langsung menjalani perawatan medis secara intensif. 

"Kita mengamankan beberapa barang bukti dari TKP. Termasuk 2 obeng dan 1 gunting yang berlumuran darah," terang Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara SIK kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (18/6/2026).



Dalam rekaman video yang diperoleh tribunpekanbaru.com, tampak jelas perampokan sadis yang dialami kasir PT MPT Putriani Tamba.

Ada 3 video yang menyangka aksi Curas pelaku menganiaya wanita itu secara brutal dengan tusukan obeng, tikaman gunting, hingga dipukul pakai kipas angin. Ditambah pijakan kaki dan cekikan tangannya ke leher korban. 

Video pertama merekam kedatangan pelaku menggunakan sepeda motor jenis matik warna hitam, mirip Honda Beat Street, tanpa nomor polisi (Nopol).

Tercatat jam 16.53 WIB, pelaku memasuki pekarangan kantor yang berada di tepi Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Seikijang. Setelah mematikan mesin motor, pelaku langsung menyalakan rokoknya. 

Ia menggunakan kaos oblong lengan pendek warna abu-abu terang, dipadu celana pendek selutut bermotif. Sekitar satu menit ia berada di halaman seperti memantau kondisi di sekeliling kantor.



Kemudian pria yang membawa tas sandang warna hitam itu masuk ke dalam kantor. 

Pada rekaman video kedua, terlihat korban Putriani Tamba sibuk mengutak-atik laptopnya di atas meja kerja di dalam ruangan kasir. Pukul 16.54 wib, pelaku tiba-tiba masuk ke dalam ruang kasir yang berisi 2 meja kerja dan 2 kursi plastik, kipas angin serta barang-barang lainnya.

Korban yang terkejut tak sempat bergerak karena langsung dipiting pelaku dari belakang dan mengancamnya pakai sebuah benda tajam, diduga obeng.

Beberapa saat sempat mereka tak bergerak. Pria itu menarik korban ke belakang dan menjatuhkannya ke lantai.

Kebringasan tersangka mulai terlihat dengan beberapa kali memijak kepala korban, mencekiknya, serta memukul pakai tangan berkali-kali.

Perempuan itu berupaya melawan dan menghindari serangan perampok itu. Pelaku semakin brutal. Dengan rokok yang masih menempel di mulutnya, lelaki itu menghujani korban dengan tusukan secara membabi buta ke area perut, kepala, leher, punggung, dan setiap bagian tubuh yang tak terlindungi oleh korban. 

Perempuan berusia 25 tahun itu terus meronta dan melawan, antara menghindari tikaman dan menahan rasa sakit.



Pelan tapi pasti, darah mulai mengucur di tubuh serta berserakan di lantai tempat pelaku dan korban bergumul. Pembantaian itu sempat berhenti dan kemudian berlanjut lagi dengan senjata yang lain, diduga gunting. Hujan tikaman kembali mendarat di tubuh wanita malang itu.

Kipas angin warna putih yang jadi saksi penganiayaan itu juga dijadikan senjata dalam pertarungan tak seimbang tersebut. Pelaku mengambil kipas satu kaki itu dan memukulkan bagian kepala ke badan korban hingga hancur dan patah. 

Dilanjutkan lagi dengan pukulan, tendangan, pitingan, dan diselingi tusukan ke badan korban. Ia tetap melawan dan melindungi tubuhnya, khususnya bagian wajah serta kepala yang selalu ditutupinya. Darah semakin banyak berserak akibat kebrutalan perampok sadis yang tak punya rasa iba itu. 



Total hampir 10 menit pembantaian berlangsung dalam rekaman CCTV. Bagi pelaku, itu usaha agar berhasil merampok uang Rp 76 juta lebih dari kantor PT MPT itu. Namun bagi korban, itu bagaikan neraka dengan penyiksaan yang begitu keji hingga badannya terluka parah dan psikisnya trauma berat. Setelah berhasil mengambil uang, pelaku kabur meninggalkan korban di ruangan yang penuh darah. Korban sempat berdiri dan kembali duduk lagi setelah dibantai secara sadis, untuk memastikan pelaku benar-benar pergi serta tidak menyiksanya lagi. 

Pada video ketiga berdurasi 13 detik, saksi yang merupakan rekan kerja korban tiba di kantor dan mendapati ruangan kasir terbuka dengan lantai penuh darah berserakan. Korban didapati dalam kondisi lemas, duduk di kursi dengan kepala menyandar di atas meja. Tubuhnya penuh dengan lumuran darah. 

"Korban mengalami luka tusuk benda tajam, kurang lebih sebanyak 22 rusukan pada bagian kepala, perut, dan pundak," kata Kapolres John Louis Letedara. 

Adapun barang bukti yang diamankan polisi dari TKP di antaranya satu kipas angin dalam keadaan rusak dan berlumuran darah. Sebuah gunting berlumuran darah, dua obeng bunga berukuran panjang dan pendek yang berlumuran darah. Kemudian satu unit Digital Video Recorder (DVR), perhiasan anting, dan kunci brankas. 

Saat ini tim dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan sedang memburu pelaku perampokan sadis itu. Bermodalkan petunjuk, kesaksian korban dan saksi, rekaman CCTV, dan bukti-bukti lainnya, polisi mencari keberadaan terduga pelaku.



Terekam CCTV

Perampokan sadis kembali terjadi di Kabupaten Pelalawan yang menyebabkan korbannya terluka parah pada Rabu (17/6/2026) sore lalu. 

Kali ini tindak pidana Pencurian dengan Kekerasan (Curas) terjadi di kantor PT Malika Putri Tunggal( MPT) yang terletak di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer 43 Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Seikijang.

Perusahaan itu bergerak di bidang Surat Pengantar Buah (SPB) Tandan Buas Segar (TBS) kelapa sawit. 

Informasi yang diperoleh tribunpekanbaru.com, perampokan berlangsung sekitar pukul 17.00 wib di kantor PT MPT yang mengurusi dokumen resmi atau resi jalan yang diterbitkan oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) hingga pencairan dananya.

Pelaku diperkirakan seorang pria yang datang ke kantor tersebut dan melakukan penganiayaan kepada seorang pekerja perempuan di dalam kantor PT MPT. 

Karyawati itu mengalami sejumlah luka akibat dipukul secara sadis oleh terduga pelaku.

Korban bersimbah darah disebabkan luka di bagian kepala dan badan.

Bahkan bercak darah berserak di lantai kantor sebagai tanda sadisnya perampokan yang dialami korban. 

"Perampokan di kantor DO sawit Bandar Seikijang kemarin sore. Korban seorang perempuan terluka parah," demikian narasi yang diperoleh tribunpekanbaru.com lengkap dengan videonya, Kamis (18/6/2026).

Korban diketahui berinial PT (25) yang tercatat sebagai warga Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar.

Wanita itu merupakan pekerja bagian administrasi di kantor PT MPT Bandar Seikijang. 

Setelah perampokan ini diketahui pemilik perusahaan dan warga setempat, langsung dilaporkan ke Polsek Bandar Seikijang serta Polres Pelalawan.

Korban PT dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kemudian aparat kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk kepentingan penyelidikan. 

"Kerugian belum diketahui pasti, karena masih dihitung oleh pihak perusahaan. Diperkirakan belasan juta rupiah," terang sumber tribunpekanbaru.com yang mengetahui perampokan itu.

Informasi terkait perampokan kantor DO sawit ini juga beredar di Media Sosial (Medsos) dam grup WA.

Berikut video perampokan sadis yang menyebabkan korban terluka parah.

Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara SIK mengkonfirmasi aksi perampokan itu saat dihubungi.

Setelah mendapatkan laporan, personil polisi langsung turun ke TKP yakni kantor PT MPT di Desa Kiyap Jaya Bandar Seikijang. 

"Tim Reskrim sudah melakukan oleh TKP dan memeriksa saksi-saksi atas kasus Curas ini. Saat ini terduga pelaku dalam pengejaran," kata Kapolres John Louis Letedara. 

Tim dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan dan Polsek Bandar Seikijang telah mengumpulkan bukti, petunjuk, dan keterangan saksi-saksi serta korban.

Termasuk mengambil rekaman video dari kamera CCTV yang ada di dalam kantor.

"Korban menderita luka tusukan di bagian kepala, perut, dan pundak. Saat ini sedang dirawat di rumah sakit," (tribunpekanbaru)



Sumber: https://pekanbaru.tribunnews.com/riau-region/1107674/kaki-ditembak-pelaku-perampokan-sadis-di-pelalawan-ditangkap-sempat-kabur-ke-kebun-kelapa-sawit?page=4

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.