Sengketa Pilpeng di Balam Sempurna
Kalna Surya Siregar : Tak Benar Panitia Plenokan Formulir C1
Laporan:Jonathan Surbakti
Kamis, 01 Sep 2016 19:22
Ditegaskan Kalna, tidak benar yang diplenokan Panitia Pemilihan Penghulu adalah berdasarkan formulir C1, jika komentar Ketua Panitia Monitoring Kabupaten Pemilihan Penghulu Serentak Tahun 2016 dianggap benar, maka yang disahkan adalah Jun Fayer Silaban, bukan yang lain.
Terkait ini seolah-olah Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir tidak bermarwah karena ternyata tidak mengayomi masyarakatnya. Klien saya itu dua kali menang, dua kali tidak dihargai oleh 9 Paniti Pilpeng, tegas Kalna Surta Siregar
Panitia Pemilihan Penghulu Balam Sempurna secara terang - terangan mengangkangi (mengabaikan) perintah Bupati Rohil H Suyatno yang meminta agar dilakukan penghitungan ulang di 17 TPS.
Salah satu pengacara dari salah satu calon yang bersengketa, pembangkangan yang dilakukan pihak Panitia Pemilihan Penghulu Balam Sempurna ini dilakukan pada saat akan digelarnya penghitungan ulang pada 17 TPS yang disengketakan pada (Rabu 24/8 )di Gedung Serbaguna Bagan Siapiapi untuk melakukan rekapitulasi penghitungan suara ulang dengan mengesahkan coblos tembus beber kalna Surya Siregar.
Saat akan digelar, Panitia Pemilihan Penghulu Balam Sempurna menyatakan menolak perintah Bupati tersebut. " Kepentingan Hukum Klien kami, Jun Fayer Silaban diabaikan begitu saja tanpa melihat apa yang sudah kami lakukan melalui mekanisme tahapan penyelesaian perselisihan hasil pemilihan,"jelasnya.
Ditambahkan Kalna, sebelumnya atas pemilihan penghulu tersebut, Jun Fayer Silaban yang telah memenangkan sebagaimana tertera pada formulir C1 tanggal 17 Juli 2016. Selanjutnya dinyatakan kalah oleh Panitia Pilpeng Balam Sempurna pada tanggal 19 Juli 2016.
Kemudian, calon no. 1 Jun Fayer Silaban pada tanggal 22 Juli 2016 mengajukan permohonan penyelesaian administratif ke Bupati Rokan Hilir, dan akhirnya Bupati Rokan Hilir mengabulkan permohonannya tersebut dengan perintah untuk melakukan penghitungan ulang 17 TPS pada tanggal 24 Agustus 2016.
" Dengan demikian Jun Fayer Silaban telah dua kali menang, dua kali tidak dihargai," ujar Kalna lagi.
Kalna menegaskan bahwa untuk selanjutnya Jun Fayer Silaban akan menempuh upaya hukum ke Pengadilan. " Dan sore ini kami sudah melaporkan Panitia Monitoring Kabupaten Rokan Hilir dan Panitia Pemilihan Penghulu ke Komisi A DPRD Rohil dengan meminta agar merekomendasikan ke Bupati untuk tidak mendudukkan Pejabat yang terkait ini pada posisi jabatan publik, karena ternyata telah menentang perintah bupati," pinta Kalna tegas.
Sementara itu Ketua Panitia Monitoring Pelaksana Pilpeng Kabupaten Rokan Hilir 2016, M.Rusli Syarief S.Sos mengatakan bahwa pelaksanaan acara di Serbaguna sebelumnya tetap dilakukan, namun agendanya bukan perhitungan ulang, malainkan ada dua agenda yaitu tidak menghitung ulang suara kemudian mengesahkan hasil Pleno sebelumnya di Balam sempurna, jelasnya.
Kemudian Rusli Syarief dengan tegas menyatakan bahwa selama proses sengketa masih berlangsung di Balam Sempurna maka tidak akan terjadi pelantikan menunggu 90 hasil masa sengketa,"Kita menunggu pihak yang merasa dirugikan untuk menempuh jalur hukum dengan batas waktu 90 hari, dan dipastikan pelantkan tidak akan terjadi selama proses sengketa ini masih berlangsung untuk Kepenghuluan Balam Sempurna ," jelas Rusli Syarief
Menanggapi soal C1, yang dipersoalkan pihak Jun Fayer M. Rusli Syarief menjelaskan bahwa sebenarnya yang dihitung dan diplenokan Panitia desa ada hasil C1 tersebut, dan itulah hasilnya bahwa Jun fuyer kalah, punkas Rusli Syarief.
Sementara itu, ketua Panitia Pemilihan Penghulu Balam Sempurna belum dapat dikonfirmasi oleh SpiritRiau.com. (jon)
Hukrim
DPO Narkoba Dibekuk saat Menghadiri Pesta Pernikahan
BENGKALIS - Pelarian buronan kasus narkotika berakhir dramatis. Pria berinisial L (46), yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), ditangkap Tim Opsnal Polsek Rupat, saat menghadiri pesta pernikah
Polri Periksa 86 Rekaman CCTV Usut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan terus mengusut tuntas kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kon
Susul Eks Menag Yaqut, Gus Alex Kini Ditahan KPK dan Kenakan Rompi Oranye
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan staf khusus Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex, dalam kasus dugaan korupsi kuota haji. Ia ditahan us
Polda Metro Gagalkan Peredaran Narkoba Jelang Lebaran, 10 Kg Ganja Disita
Jakarta - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkoba di wilayah Grogol, Jakarta Barat (Jakbar). Barang bukti berupa 10 kilogram (kg) ganja berhasil disita pihak kepolis
Viral! Jambret Rampas Santunan Anak Yatim di Pekanbaru, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
Pekanbaru - Aksi penjambretan terhadap seorang anak yatim terjadi di Jalan Unggas, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Peristiwa ini menjadi perhat