Kamis, 11 Agu 2022
  • Home
  • Hukrim
  • Pelaku Pembunuhan di Bagan Batu Kemarin Ternyata Adik Ipar dan Adik Kandung Korban, Ini Motifnya

Pelaku Pembunuhan di Bagan Batu Kemarin Ternyata Adik Ipar dan Adik Kandung Korban, Ini Motifnya

Laporan : Hendra Dedi Syahbudi
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 25 Jul 2022 15:46
Humas Polres Rohil
Pers rilis kasus pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Bagan Sinembah, Jumat 22/7/22 lalu.
ROKANHILIR - Pelaku dari pembunuhan sadis yang terjadi pada Jumat 22/7/22 lalu di Kepenghuluan Pelita Paket C Kecamatan Bagan Sinembah Rohil kemarin ternyata adik ipar dan adik kandung korban.

Kedua pelaku masing-masing YSS (22) yang merupakan adik ipar korban dan MA yang merupakan adik kandung korban. 

Hal itu diungkapkan Kapolres Rokan Hilir AKBP Andrian Pramudianto SH., SIK., M.Si saat menggelar pers rilis di Mapolres Rokan Hilir, Senin 25/7/22 yang juga dihadiri Kapolsek Bagan Sinembah Kompol Farris Nursanjaya SH SIK MH, Kanit Reskrim Iptu M Sodikin SH.

Dalam peristiwa itu, korban inisial US (23) tewas di dalam kamar usai dibantai menggunakan senjata tajam jenis golok atau parang.

Sementara suaminya, RHT mendapatkan luka serius di bagian kepala dan masih dirawat di salah satu rumah sakit di Bagan Batu Kecamatan Bagan Sinembah, Rohil.

"Sementara eksekutor tunggal adalah suami MA yang berinisial YSS (22) dengan alamat Emplasmen Torgamba Desa Torgamba Kecamatan Torgamba Kabupaten Labusel Prov. Sumut,
," terang Kapolres.

Kapolres menyampaikan bahwa motif pelaku dalam menghabisi nyawa korban karena sakit hati pernikahan mereka tidak direstui oleh pihak keluarga korban karena beda agama.

"Menurut pelaku, korban ini yang paling menentang dan terlalu mencampuri urusan rumah tangga mereka. Dan pengakuan pelaku bukan karena ingin merampok, namun usai membunuh korban, pelaku sempat ngambil kalung emas dari leher korban," ungkapnya.

Dijelaskan Kapolres, pembunuhan ini sendiri mereka rencanakan pada Rabu 20 Juli 2022 lalu.

Sehari sebelumnya, YSS datang ke kontrakan MA yang berbeda di Km 4 Bahtera Makmur Kecamatan Bagan Sinembah, kedatangannya untuk mengajak MA rujuk kembali.

MA mengiyakan ajakan dari YSS, setelah mereka bersepakat untuk rujuk akan tetapi keluarga dari MA tidak mengsetujuinya dikarekan perbedaan agama.

" Dan pelaku YSS ini beranggapan bahwa hal tersebut dikarekan hasutan dari korban US," terang Kapolres.

Ditambahkannya, YSS juga menganggap US terlalu ikut campur dalam hal tersebut, dan korban US juga di istimewakan oleh keluarga korban US dan segala kebutuhan di cukupi atau diberikan.

"Dan tercetuslah niat YSS untuk melakukan pembunuhan, dan YSS menyampaikan niat itu kepada MA, lalu keduanya bersepakat untuk membunuh US dan RHT pada Jumat 22/7/22," urai Kapolres.

Dan setibanya pada Jumat Tanggal 22 Juli 2022 Sekira pukul 08.00 wib, MA datang bertamu ke rumah korban atas perintah dari pelaku YSS untuk membaca situasi di dalam rumah.

Setelah seharian penuh di rumah US, pada pukul  18.00 Wib Pelaku MA menyuruh YSS masuk ke dalam rumah dan bersembunyi di dalam kamar dengan membawa parang yang sudah dipersiapkan oleh MA dari gudang rumah korban.

Sebelum pulang MA ini juga telah membuat Teh Manis dingin yang sudah dicampur obat tetes mata agar tertidur.

Sebelum bergegas pulang, MA memberitahukan posisi kamar korban dan posisi senja tajam jenis parang yang sudah dipersiapkan MA melalui aplikasi Messenger.

Dan sekira pukul 20.30 wib MA minta antar pulang dengan korban RHT dengan alasan ada tamu. Lalu RHT mengantarkan MA ke rumah kontrakannya.

" Saat itulah YSS mengambil senjata tajam jenis parang tersebut dan  masuk ke kamar korban dan menghabisi atau membunuh korban US dengan cara mengorok dan menebas tengkuk dari korban hingga korban meninggal dunia dan mengambil kalung emas dari korban," ungkapnya.

Tak lama setelah korban tewas, pelaku menunggu RHT pulang, dan sesampainya RHT dan akan masuk ke dalam rumah, YSS langsung  menghayunkan sajam ke arah pelaku dan mengenai kepala korban. Saat itu RHT langsung menerkam memegang kaki pelaku.

Saat itu suami korban berteriak minta tolong, disaat yang bersamaan, Bhabinkamtibmas setempat, Bripka Roby Sugara sedang melakukan sambang warga di teras rumah Datuk Penghulu Pelita.

Mendengar teriakan tersebut, Bhabinkamtibmas dan Penghulu serta warga langsung berlari menuju rumah korban.

Ketika itu warga melihat pelaku sedang menyeret RHT ke arah belakang rumah korban.

Saat dikepung senjata tajam berupa parang tersebut lepas dari tangan pelaku, dengan sigap Bhabinkamtibmas dan warga langsung mengamankan pelaku serta menghubungi Piket Reskrim Polsek Bagan Sinembah.

"Menghindari amukan massa yang sudah ramai, Bhabinkamtibmas kita ini bersama warga langsung mengamankan pelaku ke Mapolsek Bagan Sinembah," ungkap Kapolres.

Tak lama Piket Reskrim Polsek Bagan Sinembah sampai ke lokasi dan mengevakuasi korban bersama tim medis Puskesmas Bagan Batu.

"US meninggal di tempat, suaminya masih di rawat di rumah sakit akibat luka bacokan dibeberapa bagian tubuhnya," terang Andrian.

Selanjutnya, Penyidik langsung mengembangkan kasus tersebut hingga malam itu juga Opsnal berhasil menangkap MA yang merupakan adik kandung korban di salah satu rumah kontrakan di wilayah Bahtera Makmur Bagan Sinembah.

"Kedua pelaku diancam pasal 340 Jo Pasal 338 Jo Pasal 365, pembunuhan berencana, dengan hukuman seumur hidup atau hukuman mati," tandasnya. (ded)
Editor: 1

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2022 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.