Rabu, 24 Jun 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Riza Chalid Jadi Buronan 196 Negara, Sang Anak Klaim Ayahnya Tak Tahu Apa-apa

Berita

Riza Chalid Jadi Buronan 196 Negara, Sang Anak Klaim Ayahnya Tak Tahu Apa-apa

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 04 Feb 2026 09:14
(FotoGoriau.com)
JAKARTA â€" Status Mohammad Riza Chalid alias MRC kini resmi menjadi buronan internasional setelah Interpol menerbitkan Red Notice pada 23 Januari 2026. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka skandal korupsi tata kelola minyak mentah dan pencucian uang, pihak keluarga justru mengklaim sang bos minyak tidak mengetahui duduk perkara yang menjeratnya.

Anak Riza Chalid, Kerry Andrianto, bereaksi dingin menanggapi status ayahnya yang kini diburu di 196 negara anggota Interpol. Menurutnya, ayahnya tidak terlibat dalam praktik lancung yang merugikan negara dalam kurun waktu 2018â€"2023 tersebut.

"Beliau tak tahu apa-apa sebetulnya soal penerbitan red notice. Saya tak begitu mengerti prosesnya," ujar Kerry saat ditemui di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Kerry yang namanya turut terseret juga menegaskan bahwa berdasarkan keterangan 45 saksi di persidangan, tidak ada keterlibatan dirinya maupun sang ayah. Ia mengaku heran dengan perkembangan kasus yang membuat ayahnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama enam bulan terakhir.

Di sisi lain, Kejaksaan Agung bergerak cepat melacak keberadaan Riza Chalid. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, mengungkapkan bahwa penyidik mencium keberadaan tersangka di salah satu negara kawasan ASEAN.

"Informasi dari penyidik ada di salah satu negara, negara wilayah ASEAN," jelas Anang di Jakarta.

Sekretaris National Central Bureau (NCB) Interpol, Brigjen Polisi Untung Widyatmoko, memastikan ruang gerak Riza Chalid kini semakin sempit. Pihaknya mengonfirmasi bahwa tim khusus telah berada di negara tempat persembunyian Riza untuk melakukan pemantauan ketat.

"Kami pastikan yang bersangkutan berada di salah satu negara anggota Interpol dan keberadaannya telah kami petakan serta pantau. Tim saat ini juga sudah berada di negara yang bersangkutan," tegas Untung.

Meskipun lokasi spesifik masih dirahasiakan demi kelancaran penegakan hukum, terbitnya red notice ini menjadi sinyal kuat bahwa otoritas Indonesia serius memulangkan Riza Chalid untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam kasus korupsi pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).(grc)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.