Kamis, 11 Jun 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Seorang Kakek Tewas dibakar di Bagan Batu

PERISTIWA

Seorang Kakek Tewas dibakar di Bagan Batu

Laporan : Hendra Dedi Syahbudi
Minggu, 06 Des 2015 19:11
Hendra Dedi Syahbudi
Tersangka AJS saat diperiksa oleh penyidik Polsek Bagan Sinembah

BAGANBATU - AJS (40) warga Bengkulu yang saat ini tinggal di Kampung Baru Kepenghuluan Bagan Sinembah Timur, Kecamatan Bagan Sinembah nekat membakar seorang kakek lantaran ia tidak mau disuruh pulang dan ngotot untuk tinggal dirumah pasiennya.

Akibat luka bakar dan kian parahnya penyakit kakek itu, sehari pasca kejadiaan naas tersebut, korban pun menghembuskan nafas terakhirnya saat menjalani perawatan media dirumahnya.

Berdasarkan data yang diperoleh spiritriau.com Jumat 4/12 malam  dilokasi kejadian dan Minggu 6/12 di Mapolsek Bagan Sinembah menyebutkan bahwa kejadian naas itu terjadi pada Jumat 4/12 malam sekira pukul 21.00 Wib di jalan A. Yani kelurahan Bagan Batu Kota tepatnya di Rumah Winarto yang tak lain adalah anak dari korban, Boimin (73).

Awal mula kejadian, pada Jumat 4/12 sekira pukul, 15.30 wib petang, pelaku datang kerumah Winarto yang kebetulan adalah sebuah warung, pelaku membeli Roti dan sebotol minuman.

Saat itu, pelaku melihat sikakek duduk terdiam tidak jauh dari kios anaknya itu, usai membeli yang diinginkannya, pelaku mendatangi korban dan mempertanyakan kondisi sikakek tersebut, setelah mengetahui kalau ternyata korban menderita penyakit stroke, pelaku menawarkan diri untuk mengobati korban.

Karena merasa ingin sembuh, keluarga korban menyetujui agar pelaku melakukan pengobatan terhadap korban dengan mempersiapkan persyaratan yang diminta pelaku. Pengobatan pertama pun dilakukan.

Beberapa jam kemudian, pelaku kembali datang untuk melakukan pengobatan kedua, namun karena merasa tidak ada perubahan dan bahkan kondisi korban semakin memburuk, Winarto bersama kakak beradikanya sepakat untuk menghentikan pengobatan.

Saat keluarga korban meminta agar pelaku tidak melanjutkan pengobatannya, pelaku ngotot untuk meminta waktu lagi untuk melanjutkan pengobatannya. Namun keluarga tetap tidak mau. Pertengkaran mulut pun terjadi.

Merasa kewalahan, Winarto memohon bantuan RT setempat untuk meminta agar pelaku pergi dari rumahnya. Namun upaya yang dilakukan gagal, mendengar adanya keributan dirumah Winarto, warga sekitar pun berdatangan dan memihin agar pelaku pergi.

Bukannya pergi, pelaku malah menyandera korban dan mengambil sebilah pisau dari tasnya dan mengarahkannya ke leher korban, selanjutnya pelaku juga menyiramkan bensin yang sebelumnya dibeli dan diisinya ke dalam botol minuman yang dibelinya tadi ke tubuh korban.

Setelah menyandera dan menyiramkan bensin ketubuh korban, pelaku meminta agar ia dipersilahkan pergi dan diberi uang satu juta. Sembari menyampaikan permintaannya, pelaku mengeluarkan mancis dan langsung menyulutkan api mancis ke tubuh korban.

Karena tubuh korban sudah terlumuri bensi oleh pelaku, seketika itu juga api langsung menyala dan membakar tubuh kakek yang sudah tidak berdaya itu.

Emosi warga yang sudah berkumpul sejak awal pertengkeranpun tak terbendung dan langsung menghakimi pelaku hingga babak belur. Tak lama berselang, petugas kepolisian yang telah tiba di tempat kejadian langsung berupaya mengamankan pelaku dari amukan warga yang sudah sangat emosi.

Selanjutnya, pelaku bersama barang bukti sebilah pisau dibawa ke Mapolsek Bagan Sinembah untuk dilakukan proses hukum terhadap  pelaku. Sementara itu korban dirawat oleh seorang tenaga medis dirumah korban.

Numun, pada Minggu sekira pukul 01.00 wib dini hari tadi, korban menghembuskan nafas terakhirnya. " Sejak Sabtu sore bapak sudah tidak bisa bergerak lagi, dan jam satu tengah malam tadi bapak meninggal," tetang Winarto kepada spiritriau.com saat ditemui di rumah duka.

Adik Winarto, Pairin juga sangat terpukul atas kejadian tersebut, ia meminta kepada penegak hukum untuk dapat menghukum pelaku seberat - beratnya. " Kami minta dia (pelaku) dihukum seberat - beratnya," ungkapnya sedih.

Sementara itu, pelaku saat dimintai keterangan nya usai diperiksa penyidik polsek Bagan Sinembah, Sabtu 5/12 mengaku khilaf dan meminta kepada pihak keluarga korban kiranya dapat memaafkannya. " Saya menyesal, saya minta maaf, saya hanya tertekan saat itu," ungkap pria beranak tiga yang lima tahun terakhir ini kerap merantau dan menacari ilmu kebatinan.

Kapolres Rokan Hilir, AKBP Subiantoro SH SIK yang dikonfirmasi melalui kapolsek Bagan Sinembah, Kompol Dody Harza Kusumah SH SIK MSi membenarkan peristiwa tersebut. " Pelaku sekarang tengah menjalani pemeriksaan," pungkasnya. (ded)

Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.