Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Sudah Lapor Polisi, Sadad Terus Kemalingan hingga Empat Kali

hukrim

Sudah Lapor Polisi, Sadad Terus Kemalingan hingga Empat Kali

Kamis, 26 Mei 2016 11:31
okezone.com
Ilustrasi

JAKARTA – Kasus pencurian rumah kosong secara beruntun menimpa Alsadad Rudi (27), yang tinggal di Perumahan Graha Studio Alam, Jalan Raden Saleh, Cilodong, Depok. Bahkan, rumah miliknya hingga empat kali kemalingan.

Sadad menuturkan, empat kasus pencurian terjadi di rumahnya pada 22 dan 23 April, serta 3 dan 24 Mei 2016. Seluruh peristiwa itu terjadi pada siang hari, tepatnya saat rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal bekerja.

"Di semua kejadian itu saya baru tahu kalau kemalingan pas malam harinya saat baru sampai di rumah," kata Sadad saat ditemui, Kamis (26/5/2016).

Sadad mengungkapkan, ia sudah mengalami banyak kehilangan harta benda akibat serangkaian peristiwa itu. Pada kejadian pertama, ia kehilangan sebuah jam tangan yang disimpannya dalam lemari pakaian.

Sementara pada kejadian kedua, ia kehilangan sejumlah peralatan pertukangan yang disimpannya di dapur, salah satunya tangga aluminium berukuran 2 meter.

Menurut Sadad, kerugian materi terbesar yang dialaminya terjadi pada peristiwa ketiga yang terjadi pada 3 Mei. Saat itu, ia kehilangan uang USD250 yang disimpannya di dalam lemari pakaian.

Usai peristiwa ini, ia langsung melapor ke Polsek Sukmajaya.

Namun, ia menyebutkan, pelaporan tersebut tidak ditindaklanjuti penyidik untuk mengecek dan mengindentifikasi lokasi kejadian.

"Yang datang cuma anggota Babinkamtibmas. Itu juga cuma lihat-lihat," kata Sadad.

Tiga pekan berselang, rumah Sadad kembali dibobol maling. Ia kehilangan satu unit ponsel dan uang USD41 pada 24 Mei.

"Uang dolar-nya itu uang sisa kejadian sebelumnya. Jadi pas kejadian ketiga, uangnya tidak diambil habis, tapi disisain. Nah, sisa uangnya itu yang sekarang diambil lagi," kata Sadad.

Usai rumahnya dibobol maling, Sadad telah melakukan langkah pencegahan agar aksi serupa tak kembali terulang. Ia mengganti kunci di seluruh pintu rumahnya. Namun, tetap saja rumahnya kemalingan sehingga membuat dirinya kesal.

Kekesalannya bertambah saat ia menilai polisi seperti serius menanggapi laporannya. Menurut Sadad, pihak Polsek Sukmajaya baru menurunkan penyidiknya ke lokasi setelah kejadian kemalingan yang keempat. Itu pun, ia mengungkapkan, setelah ia menyampaikan keluhannya ke Polresta Depok.

"Apa mesti nunggu ada korban yang dibunuh oleh penjahat dulu baru polisi bergerak," kata dia kesal.

Saat dikonfirmasi, salah seorang penyidik di Polsek Sukmajaya menyatakan bahwa polisi tidak bisa begitu saja menyelidiki tanpa adanya bukti yang kuat, terutama yang terkait dengan terduga pelaku.

"Kita tidak bisa mengambil seseorang tanpa ada keterangan saksi-saksi. Kalau asal main comot, nanti bisa celaka di kitanya," kata penyidik tersebut.(okezone.com)

Hukrim
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Apr 2026 18:39

    Pengedar “Pil Setan” di Dua Desa Lirik Dibekuk, Puluhan Butir Disita Dari Dua Tersangka

    INHU - Di balik geliat aktivitas masyarakat yang tampak biasa di Kecamatan Lirik, terselip pergerakan gelap peredaran narkotika yang akhirnya berhasil diendus aparat kepolisian. Melalui serangkaian pe

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:36

    PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun

    JAKARTA â€" Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:33

    Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai

    JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan dengan Teheran tercapai. Pernyataan tersebut

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:27

    Kemlu Sebut 13 WNI Terdampak Kebakaran di Sabah Malaysia

    JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terdampak kebakaran di wilayah pemukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:19

    Wacana Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden: Tidak Boleh!

    JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan tegas terkait kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menekankan,

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.