Senin, 08 Jun 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Tak Ada Tanda Kekerasan di Jasad Diplomat yang Kepalanya Terlakban

hukrim

Tak Ada Tanda Kekerasan di Jasad Diplomat yang Kepalanya Terlakban

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 08 Jul 2025 16:31
okezone.com
JAKARTA â€" Polisi menyatakan bahwa tidak ada tanda kekerasan di mayat pria diduga diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Arya Daru Pangayunan, yang kepalanya terlakban.
"Belum dipastikan (penyebab kematian), saya juga tidak bisa bilang, bukan (pembunuhan) ya," kata Kapolsek Metro Menteng, Kompol Rezha Rahandhi, saat dikonfirmasi, Selasa (8/7/2025).
Sebab, dari hasil penyelidikan awal tidak ditemukan tanda kekerasan pada jasad ADP maupun barang hilang, sehingga proses penyelidikan penyebab kematian masih terus didalami.
"Karena tidak ada tanda-tanda kekerasan. Tidak ada barang yang hilang. Iya, tapi kan belum tentu itu pembunuhan. Kita masih selidiki, kita juga sudah kirim jasad korban ke RSCM. Rencana sih masih berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk dilakukan autopsi," sambung dia.
Maka dari itu, Rezha mengatakan kepastian penyebab kematian baru bisa diketahui setelah hasil autopsi selesai dilakukan oleh tim medis.
"Tapi tidak menutup kemungkinan untuk autopsinya ya. Karena yang bisa mengatakan itu pembunuhan atau apa kan dilihat dari hasil autopsi juga," kata dia.
Selain menunggu hasil autopsi, Rezha mengatakan pihaknya saat ini masih mengumpulkan rekaman CCTV yang bisa menjadi petunjuk untuk mengungkap penyebab kematian.
"Pasti ada. Pasti dibuka, kan ada beberapa CCTV yang menggunakan MMC atau memori card, ada juga yang via recorder," ucapnya.
Sebelumnya, warga Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria yang kepalanya terbungkus solasi di dalam kamar kos pada Selasa (8/7/2025).
Dari hasil pengecekan yang dilakukan kepolisian, diketahui jasad korban pertama kali ditemukan oleh penjaga kos sekitar pukul 08.30 WIB. Korban diketahui berinisial ADP, warga pendatang asal Sleman, DI Yogyakarta.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

Hukrim
Berita Terkait
  • Senin, 08 Jun 2026 15:11

    Hery Susanto Dipecat Sebagai Ketua Ombudsman Usai Terbukti Langgar Kode Etik Berat

    Majelis Etik Ombudsman RI (ORI) menjatuhkan sanksi kepada Ketua Ombudsman RI nonaktif Hery Susanto berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).Ketua Majelis Etik Ombudsman RI Jimly Asshiddiqie men

  • Senin, 08 Jun 2026 14:57

    Prabowo akan Lantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini

    Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal dijadwalkan dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan pada Senin (8/6/2026) sore di Istana Negara, Jakarta.Said men

  • Senin, 08 Jun 2026 14:55

    Kalapas Bengkalis Ingatkan Pegawai Bekerja dengan Hati dan Berintegritas

    BENGKALIS- Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis Priyo Tri Laksono, mengingatkan jajarannya visi kerja membangun institusi yang disiplin, bersih, humanis, dan andal dalam menjalank

  • Senin, 08 Jun 2026 14:08

    Memanas! Iran Tembakkan Rudal ke Dua Pangkalan Udara Israel

    Iran dan Israel kembali memanas. Otoritas Iran mengatakan pada hari Senin (8/6) bahwa mereka telah menyerang dua pangkalan udara Israel, yakni Nevatim dan Tel Nof. Ini terjadi saat kedua pihak kembali

  • Senin, 08 Jun 2026 13:28

    Terjawab Alasan HP OPPO Jadul Rp 73.000 Dilelang KPK Laku Rp 59 Juta

    Jakarta - Ada cerita tak biasa saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan lelang barang sitaan secara online. Barang-barang tersebut dilelang ketika perkara korupsinya telah berkekuatan hukum t

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.