Sabtu, 09 Mei 2026
23 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Ini Gejala yang Dirasakan
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 09 Mei 2026 16:41
Pemerintah mencatat sebanyak 23 kasus Hantavirus jenis Seoul Virus ditemukan di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Seluruh pasien mengalami gejala Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS), salah satu sindrom yang dipicu infeksi hantavirus.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman sebagaimana dilansir dari detikHealth mengatakan gejala umumnya muncul satu hingga dua minggu setelah terpapar virus.
"Mereka gejalanya demam, sakit kepala, nyeri badan, malaise atau lemas, dan jaundice yakni tubuh menguning," ujar Aji.
Ia menjelaskan, Seoul Virus cenderung menimbulkan gejala yang lebih ringan dibanding jenis hantavirus lain, seperti Andes Virus yang sempat mewabah di kapal pesiar MV Hondius.
Sebagai perbandingan, Andes Virus dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat dengan masa inkubasi hingga 17 hari dan tingkat kematian yang lebih tinggi.
Meski demikian, Aji memastikan sebagian besar pasien di Indonesia telah pulih. Dari total 23 kasus, sebanyak 20 pasien dinyatakan sembuh dan kembali beraktivitas normal.
Sementara tiga pasien lainnya meninggal dunia dengan riwayat penyakit penyerta, termasuk kanker hati dan kegagalan multiorgan.
Penularan Melalui Tikus dan Debu Terkontaminasi
Aji mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai area yang berisiko tinggi menjadi lokasi penularan hantavirus, seperti gedung lama, area terbengkalai, ruang bawah tanah, dan wilayah dengan populasi tikus yang tinggi.
Penularan virus disebut dapat terjadi melalui hewan reservoir, terutama tikus dan celurut yang terinfeksi. Virus dapat menyebar saat seseorang menghirup debu yang telah terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran hewan tersebut. Penularan juga bisa terjadi melalui gigitan.
Menurut Aji, penularan antarmanusia relatif jarang terjadi dan hanya ditemukan pada jenis hantavirus tertentu yang menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).
Jenis tersebut umumnya memicu gejala sesak napas berat dengan angka kematian yang dapat mencapai 60 persen. Kasus HPS sendiri lebih banyak ditemukan di wilayah tertentu, seperti Amerika Selatan.
Sumber: https://www.cakaplah.com/berita/baca/135852/2026/05/09/23-kasus-hantavirus-terdeteksi-di-indonesia-ini-gejala-yang-dirasakan/#sthash.WGEbjdKD.dpbs
komentar Pembaca