Sabtu, 27 Jun 2026

Internasional

Krisis Diplomatik Berlanjut, China Tahan Warga Kanada Ketiga

Kamis, 20 Des 2018 11:52
Dok: Reuters
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau.

OTTAWA - Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau mengatakan bahwa dia merasa "sangat prihatin" setelah China menahan seorang lagi warga negara Kanada. Penahanan ketiga yang dilakukan Beijing terhadap warga negara Kanada terjadi di saat ketegangan antara kedua negara memuncak menyusul penahanan eksekutif perusahaan telekomunikasi China, Huawei oleh pihak berwenang Kanada awal bulan ini.

Pejabat Kanada mengatakan bahwa mereka tidak meyakini bahwa kasus terbaru ini berhubungan dengan dua warga Kanada lainnya yang ditahan di China baru-baru ini. Pemerintah Kanada mengatakan bahwa mereka masih mencari informasi lebih detail mengenai penahanan tersebut.

Sebelumnya, mantan diplomat Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor telah ditahan oleh otoritas China. Penahanan kedua warga Kanada itu dilakukan hanya berselang beberapa hari setelah eksekutif sekaligus putri dari pendiri Huawei, Meng Wanzhou, ditahan oleh otoritas Kanada, atas permintaan Amerika Serikat (AS), di Vancouver pada 1 Desember.

"Kami curiga kasusnya sangat berbeda dengan dua kasus pertama," kata Trudeau sebagaimana dilansir BBC, Kamis (20/12/2018), merujuk pada kasus penahanan Kovrig dan Spavor.

"Kami masih dalam situasi mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang ini," lanjutnya, menyiratkan bahwa penahanan warga negara Kanada ketiga itu dilakukan karena masalah yang lebih "umum".

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kovrig dan Spavor ditahan karena dicurigai membahayakan keamanan nasional China. Beijing membantah dugaan bahwa penahanan kedua orang tersebut berhubungan dengan penahanan Meng Wanzhou, meski banyak pengamat meyakini tindakan itu adalah pembalasan dari China.

Pejabat Kanada tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai orang ketiga yang ditahan dan mengutip undang-undang privasi sebagai alasannya. Pejabat konsuler telah bekerja memberikan bantuan kepada keluarga orang tersebut.

Meng Wanzhou telah dibebaskan dengan jaminan tetapi mungkin menghadapi ekstradisi ke AS atas tuduhan melanggar sanksi AS terhadap Iran melalui kesepakatan bisnis Huawei. Meng dan Huawei menyangkal tuduhan itu.


(okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 16:24

    Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi

    Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time

  • Jumat, 26 Jun 2026 16:22

    Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap

    Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:45

    Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan

    Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:43

    Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis

    JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat

  • Jumat, 26 Jun 2026 14:41

    HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako

    PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.