- Home
- Internasional
- 10 Pemimpin Kejam dalam Sejarah Dunia
10 Pemimpin Kejam dalam Sejarah Dunia
Sabtu, 10 Okt 2015 09:03
1. Attila The Hun (434-453)
Setelah membunuh saudarnya, Attila menjadi pemimpin Kerajaan Hunnic yang sekarang menjadi Hungaria. Dia menjadi seorang pemberontak yang ditakuti di kekaisaran Romawi. Attila melebarkan wilayah kekuasaannya ke wilayah yang sekarang menjadi Jerman, Ukraina, dan negara-negara Balkan. "Tempat di mana saya melintas, rumput tak akan pernah tumbuh lagi," ujar Attila untuk menegaskan kekuasannya.
2. Genghis Khan (1206-1227)
Setelah ayahnya tewas diracun, Khan menghabiskan masa remajanya sebagai budak. Ketika bergabung dengan pasukan suku Mongol, Khan memulai misinya menaklukkan Asia Tengah dan China. Khan dikenal kejam karena tidak segan-segan membantai lawannya. Yang paling terkenal adalah ketika dia membantai bangsawan Khwarezm dan menggunakan budak-budak sebagai tameng hidup untuk peperangan.
3. Vlad si Drakula (1448-1476)
Vlad adalah seorang pangeran di wilayah Wallachia. Vlad terkenal kejam karena senang membantai lawannya. Cara dia menghabisi lawan pun tidak kalah kejam. Vlad senang menyiksa orang yang akan dia habisi dengan cara ditusuk hingga menembus tubuh si korban. Akhirnya, korban tewas karena kehabisan darah. Metode inilah yang membuatnya dijuluki si Drakula.
4. Ivan the Terrible (1533-1584)
Ivan adalah seorang Kaisar di Rusia yang berkuasa pada 1547-1584. Kematian sang istri membuka sisi kejam Ivan. Dia membantai bangsawan-bangsawan Rusia di zamannya. Dia juga membunuh menantu perempuan yang tengah hamil. Tidak hanya itu, dia juga membunuh anak laki-lakinya ketika Ivan sedang marah besar.
5. Mehmet Talat Pasa (1913-1918)
Pengamat sejarah meyakini bahwa Talat Pasa adalah dalang di balik genosida terhadap orang-orang Armenia di Turki. Sekira 600.000 orang Armenia dibantai semasa dia menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Seperti terkena karma, Talat Pasa tewas dibunuh orang berdarah Armenia di Jerman pada 1921.
6. Benito Mussolini (1922-1943)
Mussolini terkenal kejam karena menyebarkan paham Fasisme di Italia. Mussolini membentuk sebuah organisasi yang diberi nama 'Kelompok Baju Hitam'. Kelompok ini tidak segan-segan melakukan kekerasan fisik pada lawan-lawannya.
7. Adolf Hitler (1933-1945)
Hitler terkenal karena pembantaiannya kepada orang-orang Yahudi. Tidak hanya orang Yahudi namun juga orang-orang yang dianggapnya tidak punya kelas yang setara dengan orang Arya. Mereka dikirim ke Kamp-Kamp Konsentrasi dan disiksa hingga tewas di sana. Hitler dengan partai Nazinya membunuh sekira 11 juta orang Yahudi.
8. Pol Pot (1975-1979)
Pol Pot dikenal kejam karena memaksa dan menyiksa penduduk Kamboja untuk menjadi petani demi tercapainya cita-cita menjadi negeri agraris. Kalangan intelektual bahkan dipaksa untuk menggarap lahan pertanian. Mereka yang tidak patuh akan disiksa dan dibunuh. Sekira dua juta orang tewas dieksekusi mati atau mati kelaparan selama Pol Pot berkuasa.
9. Idi Amin (1971-1979)
Jenderal Idi Amin mengkudeta pemerintahan yang terpilih lewat Pemilu di Uganda dan mengangkat dirinya sendiri sebagai presiden. Selama berkuasa, Amin membantai sekira 300.000 orang Uganda.
10. Augusto Pinochet (1973-1990)
Pinochet dengan dukungan Amerika Serikat mengkudeta Pemerintahan Salvador Allende pada 1973. Selama dia berkuasa, dilaporkan banyak orang tiba-tiba menghilang. Sekira 35.000 orang lainnya disiksa hingga meninggal.
Pengedar “Pil Setan” di Dua Desa Lirik Dibekuk, Puluhan Butir Disita Dari Dua Tersangka
INHU - Di balik geliat aktivitas masyarakat yang tampak biasa di Kecamatan Lirik, terselip pergerakan gelap peredaran narkotika yang akhirnya berhasil diendus aparat kepolisian. Melalui serangkaian pe
PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun
JAKARTA â€" Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade
Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai
JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan dengan Teheran tercapai. Pernyataan tersebut
Kemlu Sebut 13 WNI Terdampak Kebakaran di Sabah Malaysia
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terdampak kebakaran di wilayah pemukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu
Wacana Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden: Tidak Boleh!
JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan tegas terkait kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menekankan,