Rabu, 06 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • Ada-ada Saja, Banyak Anak Muda di China Suka Mengempeng untuk Lawan Stres

Internasional,

Ada-ada Saja, Banyak Anak Muda di China Suka Mengempeng untuk Lawan Stres

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 07 Agu 2025 08:32
cakaplah.com
Tren menggunakan empeng dewasa sebagai salah satu cara untuk meredakan stres tengah menjadi fenomena di kalangan anak-anak muda di China.

Tengah begitu populer, ribuan anak muda di China diketahui membeli empeng plastik sebagai alat bantu untuk tidur hingga pereda stres dan kecemasan.

Empeng plastik yang dijual seharga 10 hingga 500 yuan atau sekitar Rp 22.000 hingga Rp 1 juta per buahnya kini mudah ditemukan di berbagai platform e-commerce di China. Tercatat  
sejumlah toko telah berhasil menjual ribuan empeng setiap bulannya, dilansir dari Oddity Central, Kamis (6/8/2025).

Psikolog di China menjelaskan fenomena ini melalui konsep psikologis yang disebut “regresi”.

Menurut teori ini, ketika seseorang mengalami stres ekstrem atau masalah yang tak terselesaikan, inidividu tersebut cenderung kembali ke tahap perkembangan sebelumnya. Dalam hal ini, empeng menjadi simbol kenyamanan dan rasa aman yang dikaitkan dengan masa ketika masih bayi.

Situs berita Tiongkok, Sohu  melaporkan, banyak pengguna empeng dewasa mengaku tersebut merasa lebih tenang saat menggigitnya, lebih mudah tertidur, dan mengalami perasaan damai layaknya bayi.

Namun para ahli kesehatan memperingatkan, penggunaan empeng dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan dampak kesehatan yang serius karena struktur mulut orang dewasa sangat berbeda dengan bayi.

Dokter Tang Caomin dari Fakultas Kedokteran Gigi Huaxi Universitas Sichuan menjelaskan, memakai empeng dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan gangguan sendi temporomandibular, yang mengakibatkan nyeri sendi, bunyi klik, dan bahkan keterbatasan untuk membuka mulut.

"Kebiasaan ini juga dapat membahayakan mukosa mulut. Bahan dan desain empeng dewasa mungkin tidak cocok untuk lingkungan mulut orang dewasa dan penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan mukosa dan ulkus,” jelasnya.

Dokter Tang menekankan, bahkan jika tidur dengan empeng di mulut dapat mengganggu pernapasan.

“Dalam kasus terburuk, ada risiko mati lemas karena menggunakan empeng saat tidur,” pungkas Dr Tang.***(Cakaplah.com)
Sumber: cakaplah.com

Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 23 Apr 2026 08:24

    KAMPAK Rohil Kembali Protes, Pertanyakan Kinerja Aparat Rohil

    Rokan Hilir-Koalisi Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Kriminal Rokan Hilir (KAMPAK Rohil) kembali melakukan aksi protes dengan membentangkan empat spanduk di sejumlah titik strategis pada Rabu (22/04/2026).A

  • Kamis, 23 Apr 2026 08:04

    Kapolda Riau Tekankan Pendekatan Humanis, Kunci Bangun Kepercayaan Publik di Era Digital

    Pekanbaru-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa kunci utama membangun kepercayaan publik terhadap Polri terletak pada pendekatan yang humanis dan komunikasi yang efektif di tengah derasny

  • Minggu, 19 Apr 2026 11:30

    Dua Paket Sabu Disita, Polres Dumai Ringkus Tersangka di Bukit Kapur

    DUMAI - Berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika, Satuan Reserse Narkoba Polres Dumai bergerak cepat hingga berhasil mengungkap kasus peredaran sabu di wila

  • Jumat, 17 Apr 2026 20:14

    Mahasiswa Geruduk Polres Rohil Minta Copot Kapolres Rohil

    UJUNGTANJUNG-Sekitara 50 gabungan Mahasiswa Rohil mengadakan aksi unjuk Rasa Kamis (17-4-2026) di dipan Mapolres Rokan Hilir.Mahasiswa bergerak dari Kota Bagansiapiapi sekitar pukul 14.00 Wib dan samp

  • Jumat, 17 Apr 2026 11:57

    Satres Narkoba Polres Dumai Amankan Paket Sabu Dari Dua Tempat Yang Berbeda

    DUMAI-Gerak cepat aparat Satres Narkoba Polres Dumai kembali membuahkan hasil dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika di wilayah Dumai Selatan. Berdasarkan laporan masyarakat yang ditindaklanjuti

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.