Jumat, 26 Jun 2026

Internasional

Akui Pernah Raba PRT Saat Remaja, Duterte Dikecam

Senin, 31 Des 2018 14:48
Detik.com
Manila - Presiden Filipina Rodrigo Duterte memicu kemarahan publik setelah mengaku pernah 'meraba' seorang pembantu rumah tangga (PRT) saat dia masih remaja. Pengakuan ini memicu kecaman dari kelompok hak wanita yang menuduh Duterte melakukan percobaan pemerkosaan dan mendorong kekerasan seksual.

Duterte (73) sudah beberapa kali memancing kehebohan dan memicu kemarahan dengan komentar-komentarnya soal wanita, termasuk lelucon soal pemerkosaan dan membanggakan perzinaan. Komentar terbaru Duterte ini disampaikan dalam pidatonya pada Sabtu (29/12) lalu.

Seperti dilansir AFP, Senin (31/12/2018), Duterte menceritakan pengakuan yang pernah dilontarkannya kepada seorang pastor di sekolah menengah tempatnya belajar saat masih remaja. Dia menyebut dirinya saat masih remaja pernah masuk ke dalam kamar seorang PRT di rumahnya, saat sang PRT sedang tidur.

"Saya mengangkat selimut... Saya berusaha menyentuh apa yang ada di dalam celana. Saya meraba. Dia terbangun. Jadi saya meninggalkan kamar itu," tutur Duterte dalam pernyataannya.

Tidak hanya sekali saja, Duterte menyebut dirinya saat itu pernah kembali ke kamar sang PRT dan kembali berupaya melecehkannya. Pernyataan Duterte ini memancing kecaman dari partai politik pembela hak wanita, Gabriela. Gabriela merupakan kependekan dari General Assembly Binding Women for Reforms, Integrity, Equality, Leadership and Action.

Ditegaskan Sekjen Gabriela, Joms Salvador, bahwa pernyataan Duterte itu sangat menjijikkan. Gabriela menyerukan agar Duterte segera mengundurkan diri dengan menyebutnya telah mengakui sebuah percobaan pemerkosaan.

Sedangkan kelompok advokasi wanita lainnya, Coalition Against Trafficking in Women-Asia Pacific, menyebut pernyataan Duterte itu berpotensi membahayakan para PRT. Diketahui bahwa lebih dari 1 juta warga Filipina bekerja di luar negeri sebagai PRT.

"Memamerkan praktik ekekerasan mendorong budaya pemerkosaan dan dalam kasus ini, kekerasan seksual pada pekerja domestik," sebut Jean Enriquez selaku Direktur Eksekutif Coalition Against Trafficking in Women-Asia Pacific.

Menanggapi kecaman dan kritikan yang muncul, juru bicara Duterte, Salvador Panelo, menyebut bahwa Duterte telah 'mengarang' dan 'menambah dan merangkai' kisah itu.

"Dia telah mengarang anekdot untuk tertawaan guna mendramatisir fakta bahwa kekerasan seksual yang ditimpakan kepadanya dan teman-teman sesama murid ketika mereka masih di sekolah menengah," sebut Panelo.

Diketahui juga bahwa Duterte dalam pernyataannya pada Sabtu (29/12) juga menyebut bahwa dirinya dan teman-teman sekelasnya di sekolah menengah pernah dicabuli saat menyampaikan pengakuan kepada pastor. Duterte yang pernah menyebut gereja sebagai 'institusi paling munafik' ini menyampaikan pernyataan itu saat meluapkan kekesalannya pada Gereja Katolik yang dihujani tuduhan pencabulan terhadap anak-anak.

(detik.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 13:52

    Gerbong Mutasi Polri Bergerak, Sejumlah Pejabat Utama Polda Riau Resmi Berganti

    PEKANBARU - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia kembali merotasi sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah di lingkungan Kepolisian Daerah Riau, Jumat (26/6/2026).Berdasarkan surat telegram

  • Jumat, 26 Jun 2026 13:49

    Serbuk Sorgum Ternyata Jadi Sumber Energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap

    PPT PLN Indonesia Power (PLN IP) memanfaatkan biomassa berupa serbuk sorgum yang dihasilkan oleh masyarakat sebagai campuran bahan bakar (co-firing) batu bara di PLTU Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.Direkt

  • Jumat, 26 Jun 2026 13:47

    Dendam Berujung Pembacokan, Pemuda di Makassar Serang Mahasiswa

    Tim Opsnal Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Panakkukang menangkap AF (18), pelaku pembacokan terhadap seorang mahasiswa di Jalan Maccini Raya, Kelurahan Sinrijala, Makassar. Berdasarkan hasil pemeri

  • Jumat, 26 Jun 2026 13:45

    Pengusaha Ayam Fillet Bakar di Bandung Mengadu ke BPSK Terkait Pemadaman Listrik, Minta Ganti Rugi Rp2 Ribu

    Seorang pengusaha ayam fillet bakar, Dadi mendatangi Kantor Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Bandung pada Kamis (25/6) untuk melayangkan aduan permintaan ganti rugi terhadap PLN terkai

  • Jumat, 26 Jun 2026 13:42

    Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Petani dari Aceh Hingga Kalimantan Untung

    Kebijakan pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen mulai dirasakan manfaatnya, tidak hanya oleh petani di Pulau Jawa, tetapi juga di berbagai daerah. Penurunan ini turut mendongk

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.