- Home
- Internasional
- Assad: Serangan Udara AS Kuatkan ISIS, Rusia Sebaliknya
Assad: Serangan Udara AS Kuatkan ISIS, Rusia Sebaliknya
Rabu, 02 Des 2015 16:52
Negeri Beruang Merah disebut Assad berhasil menghambat gerakan ISIS. Tindakan itu dinilai sebagai sesuatu yang tidak bisa dilakukan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.
Negeri Paman Sam melancarkan serangan sejak September 2014. Namun, menurut pria 50 tahun tersebut, serangan udara AS justru membuat ISIS lebih kuat dengan merekrut banyak pengikut. Sejauh ini Rusia lebih banyak melakukan serangan udara terhadap kelompok pemberontak pemerintahan Assad dengan target utama ISIS.
"Partisipasi AS justru membuat ISIS merekrut lebih banyak pengikut. Sedangkan Rusia berhasil menenggelamkan mereka. Tidak hanya ISIS, tetapi juga Al Nusra, serta kelompok lainnya. Ini fakta," ujar al Assad, seperti dilaporkan BBC, Rabu (2/12/2015).
Dalam wawancara tersebut, Assad turut mengkritik negaranya tetangganya, Turki. Pria asal Damaskus itu menilai Presiden Recep Tayyip Erdogan kehilangan keberanian karena keterlibatan Rusia dalam konflik Suriah telah mengubah keadaan.
"Kegagalan Erdogan di Suriah menunjukkan pengaruh politiknya telah mati," tegas Assad.
Kritikan putra mantan Presiden Suriah, Hafizh al Assad, itu dikeluarkan sebagai respons atas ditembak jatuhnya pesawat bomber Su-24 di perbatasan Turki dengan negaranya pada 24 November.
Viral! Pria Ini Naik Gunung Andong Bawa Sound System, Netizen: Emang Boleh?
JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pendaki membawa sound system berukuran besar saat mendaki gunung. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok
Mitos atau Fakta: Pakai Tas Selempang Berat Bikin Tulang Belakang Melengkung ke Samping?
BANYAK orang mengira memakai tas selempang berat hanyalah kebiasaan sepele. Padahal dalam jangka panjang, tas selempang berat bisa berdampak pada postur tubuh.Salah satu isu yang s
Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya
JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan
AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas
JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga
Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T