Minggu, 28 Jun 2026

Internasional

Bahrain Bela Australia yang Akui Yerusalem Barat Ibu Kota Israel

Senin, 17 Des 2018 16:24
Detik.com
Menlu Bahrain Sheikh Khalid bin Ahmed Al-Khalifa
Manama - Bahrain membela Australia yang mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel, saat negara-negara anggota Liga Arab lainnya melontarkan kecaman. Bahrain menilai pengakuan Australia tidak akan mempengaruhi masa depan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison, pada Sabtu (15/12), mengumumkan pengakuan Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel yang jelas menggeser kebijakan luar negeri Australia untuk Timur Tengah selama ini. Namun dalam pernyataannya, Morrison menyatakan Australia tidak akan langsung memindahkan Kedutaan Besar (Kedubes) mereka dari Tel Aviv. Pemindahan akan dilakukan begitu kesepakatan damai tercapai antara Israel dan Palestina.

Dalam pernyataannya itu, Morrison juga menekankan komitmen Australia untuk suatu hari nanti mengakui negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Morrison menegaskan bahwa Australia selalu memegang teguh solusi dua-negara.

Seperti dilansir Reuters, Senin (17/12/2018), Liga Arab telah merilis pernyataan yang isinya mengkritik pengakuan Australia yang disebut 'terang-terangan berat sebelah terhadap posisi dan kebijakan pendudukan Israel'.

Namun Menteri Luar Negeri Bahrain Sheikh Khalid bin Ahmed al-Khalifa malah menyebut pernyataan Liga Arab itu 'hanya retorika belaka dan tidak bertanggung jawab'. Diketahui Bahrain juga merupakan anggota Liga Arab.

"Posisi Australia tidak berdampak pada tuntutan sah Palestina, terutama soal Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina, dan itu tidak bertentangan dengan Inisiatif Perdamaian Arab," sebut Sheikh Khalid dalam kicauannya.

Dalam pernyataan terpisah sebelumnya, Sheikh Khalid menyatakan Israel memiliki hak untuk membela diri terhadap Iran, yang disalahkan oleh Bahrain sebagai pemicu kerusuhan di negara-negara Sunni. Iran telah membantah mengintervensi Bahrain.

Status kota Yerusalem menjadi salah satu hambatan terbesar dalam mencapai kesepakatan damai antara Israel dan Palestina.

Diketahui bahwa Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota untuk negaranya di masa depan. Namun Israel menganggap seluruh wilayah Yerusalem, baik timur maupun barat, sebagai ibu kota abadi dan tak terbagi. Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyatakan persoalan status Yerusalem hanya bisa diselesaikan melalui perundingan.

Bahrain, yang merupakan sekutu Amerika Serikat (AS), tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Namun dalam beberapa kesempatan, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan hubungan lebih hangat dengan negara-negara Teluk Arab dan melakukan kunjungan mendadak ke Oman. Israel sendiri diketahui hanya memiliki hubungan diplomatik dengan dua negara Arab, yakni Mesir dan Yordania.


(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 16:24

    Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi

    Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time

  • Jumat, 26 Jun 2026 16:22

    Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap

    Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:45

    Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan

    Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:43

    Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis

    JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat

  • Jumat, 26 Jun 2026 14:41

    HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako

    PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.