- Home
- Internasional
- Banyak Warga Australia Pertanyakan Komitmen RI Tangani Terorisme
Internasional
Banyak Warga Australia Pertanyakan Komitmen RI Tangani Terorisme
Jumat, 22 Jun 2018 11:34
Lowy Institute adalah lembaga kajian politik dan sosial di Australia yang sudah 14 tahun membuat jajak pendapat tahunan.
Mereka bertanya kepada 1.200 orang warga Australia soal cara pandang mereka melihat hubungan Australia dengan sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, China, Indonesia. Lembaga tersebut juga meminta pandangan mereka mengenai masalah-masalah global dan kebijakan internasional.
Pada survei tahun ini hanya 24 persen warga Australia yang setuju jika Indonesia adalah negara demokrasi dan 26 persen tidak tahu atau tidak mau memberikan pendapatnya.
Angka ini telah turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dimana di tahun 2017 dan 2016, secara berturut-turut ada 27 dan 34 persen warga Australia yang tidak yakin jika Indonesia adalah negara demokrasi.
Tapi ketika ditanya apakah menurut mereka Australia menjaga hubungan baik dengan Indonesia, 52 persen menjawab ya dan nilai ini turun dari 61 persen di tahun 2013.
Sementara pendapat mereka mengenai apakah Indonesia menjadi sumber terorisme Islam yang buruk terbagi rata, yakni 44 persen menjawab ya dan tidak.
Tahun ini pula ada pertanyaan baru, yakni termometer perasaaan, dimana mereka diminta memberikan nilai dalam skala derajat, layaknya suhu.
Skala 0 derajat untuk hubungan yang 'dingin' dan 90 derajat dengan hubungan yang 'hangat'.
Hasilnya, responden rata-rata memberikan nilai 54 derajat soal suhu hubungan Indonesia dengan Australia, yang artinya tidak 'dingin' tapi juga tidak 'hangat'.
Warga Australia merasa hubungan yang 'hangat' telah terjalin dengan Selandia Baru (86 derajat), Kanada (84 derajat), dan Inggris (82 persen).
Catatan positifnya adalah lebih dari 50 persen responden merasa Indonesia memiliki peranan penting bagi perekonomian Australia
Sementara suhu yang 'dingin' dirasakan Australia saat berhubungan dengan Korea Utara (25 derajat), Arab Saudi (40 derajat), dan Rusia (47 derajat).
Dari hasil jajak pendapat ditemukan pula tingkat kepercayaan Australia terhadap Amerika Serikat telah menurun dan tidak terlalu yakin dengan kepemimpinan Presiden Donald Trump, meski masih menunjukkan dukungan bersekutu dengan Amerika Serikat.
Mengenai hubungan Australia dan China yang sedang memanas, 72 persen responden merasa pemerintah Australia telah membiarkan terlalu banyak investasi China yang masuk.
Mayoritas warga Australia, yakni 54 persen mengatakan jumlah migran yang masuk ke Australia setiap tahunnya terlalu banyak. Presentase ini telah meningkat 14 poin dibandingkan tahun 2017.
(Detik.com) Internasional
LBH Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Polisi Terhadap Sembilan Warga Rupat Utara ke Polda Riau
PEKANBARU - Gabungan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ICMI Wilayah Riau dan LBH Pekanbaru resmi mengadukan dugaan tindak kekerasan fisik oleh oknum aparat Polsek Rupat Utara terhadap sembilan warga sipil.
Pesona Batik Motif Bakar Tongkang Karya Miskiah Angkat Budaya Rokan Hilir ke Kancah Nasional
BAGANSIAPIAPI - Perayaan Festival Ekraf Pesona Beapi Besenergi Kawasan Qris yang memeriahkan event Bakar Tongkang di Bagansiapiapi sukses menarik perhatian masyarakat luas. Dari 35 stand bazar yang me
Wawako Pekanbaru: Belum Ada Obat Penyembuh HIV, Deteksi Dini Jadi Kunci
PEKANBARU â€" Pemerintah Kota Pekanbaru mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan HIV apabila merasa berisiko terpapar. Hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan infeksi HIV, seh
Korpus BEM se-Riau Apresiasi Berbagai Program Strategis Polda Riau
PEKANBARU - Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026 menjadi momentum bagi berbagai elemen masyarakat untuk memberikan apresiasi terhadap kinerja Kepolisian Republik Indonesia. Salah satunya
Harapan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di HUT ke-80 Polri: Terus Reformasi Diri dan Jangan Cepat Puas
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai Polri merupakan salah satu institusi negara yang paling sering menjadi sorotan dan menerima kritik dari masyarakat. Namun di tengah berbagai evaluasi tersebut,