Minggu, 19 Apr 2026

Internasional,

China Prihatin Perang Kamboja vs Thailand, Serukan Dialog

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 24 Jul 2025 16:01
Detiknews.com
China mengatakan pihaknya "sangat prihatin" atas bentrokan mematikan antara Kamboja dan Thailand di area perbatasan kedua negara yang menjadi sengketa sejak lama. Beijing menyerukan kedua negara untuk menyelesaikan konflik melalui dialog.

"Kami sangat prihatin dengan perkembangan terkini (dan) berharap kedua belah pihak dapat menyelesaikan masalah dengan baik melalui dialog dan konsultasi," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Kamis (24/7/2025).

"Bertetangga dengan baik dan menangani perbedaan dengan secara pantas, sejalan dengan kepentingan fundamental dan jangka panjang kedua belah pihak," cetus Guo dalam pernyataannya.

Kamboja dan Thailand yang bertetangga ini terlibat pertikaian sengit mengenai wilayah yang dikenal sebagai Segitiga Zamrud, di mana perbatasan kedua negara dan Laos bertemu, dan yang merupakan lokasi bagi beberapa kuil kuno.

Perselisihan ini telah berlangsung selama beberapa dekade, berkobar menjadi bentrokan militer berdarah lebih dari 15 tahun yang lalu, dan kembali meletus pada Mei lalu ketika seorang tentara Kamboja tewas dalam baku tembak di area perbatasan.

Bentrokan terbaru terjadi pada Kamis (24/7) setelah insiden ledakan ranjau darat, pada Rabu (23/7) sore, yang melukai lima tentara Thailand yang berpatroli di area distrik Nam Yuen, Provinsi Ubon Ratchathani. Satu tentara kehilangan salah satu kakinya, beberapa tentara lainnya mengalami cedera telinga dan nyeri dada.

Hasil penyelidikan militer Thailand menemukan bukti bahwa Kamboja telah memasang ranjau darat baru di area perbatasan yang disengketakan. Tuduhan itu dibantah keras oleh Phnom Penh.

Namun Thailand kemudian mengumumkan pengusiran Duta Besar Kamboja dan menarik pulang Duta Besarnya dari Phnom Penh. Kamboja membalas dengan mengumumkan penurunan hubungan diplomatik dengan Thailand ke "level terendah", menarik semua diplomat kecuali satu orang dan mengusir para diplomat Thailand dari Phnom Penh.

Situasi semakin memanas setelah aksi saling tembak terjadi di area perbatasan pada Kamis (24/7). Militer Thailand menuduh pasukan Kamboja menembakkan roket dan peluru artileri ke wilayahnya, sedangkan Phnom Penh menuduh militer Thailand yang terlebih dahulu melepaskan tembakan.

Untuk merespons serangan Kamboja, militer Thailand mengerahkan enam jet tempur F-16 untuk menyerang dua target militer di wilayah negara tetangganya itu. Otoritas Phnom Penh mengecam serangan F-16 Thailand sebagai "agresi militer yang brutal" dan menegaskan akan meresponsnya.

Bentrokan terbaru ini memakan korban jiwa, dengan laporan militer Thailand sejauh ini menyebut sedikitnya sembilan warga sipil, termasuk seorang anak, tewas dan sebanyak 14 orang lainnya mengalami luka-luka. Belum diketahui apakah ada korban jiwa di wilayah Kamboja.

Kamboja telah sejak lama menjadi sekutu China, dan menerima investasi miliaran dolar Amerika. Namun Guo menegaskan dalam pernyataannya bahwa Beijing akan mengambil "posisi yang adil dan tidak memihak" dalam bentrokan tersebut.

"China telah dan akan terus dengan caranya sendiri melakukan yang terbaik untuk mempromosikan perdamaian dan dialog, dan memainkan peran konstruktif dalam mendorong diredakannya dan pendinginan situasi," tegasnya.

China Imbau Warganya Jauhi Area Perbatasan Kamboja-Thailand

Kedutaan Besar China di Kamboja merilis imbauan terbaru yang meminta warganya untuk menjauhi area di dekat perbatasan Thailand.

"Kedutaan Besar China di Kamboja mengimbau warga negara China... untuk memantau situasi keamanan setempat dengan saksama, tetap waspada, mengambil tindakan pencegahan yang lebih ketat, dan memastikan keselamatan pribadi mereka," demikian pernyataan Kedutaan Besar China.***(detiknews.com)
Sumber: Detiknews.com

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 17 Apr 2026 20:14

    Mahasiswa Geruduk Polres Rohil Minta Copot Kapolres Rohil

    UJUNGTANJUNG-Sekitara 50 gabungan Mahasiswa Rohil mengadakan aksi unjuk Rasa Kamis (17-4-2026) di dipan Mapolres Rokan Hilir.Mahasiswa bergerak dari Kota Bagansiapiapi sekitar pukul 14.00 Wib dan samp

  • Jumat, 17 Apr 2026 11:57

    Satres Narkoba Polres Dumai Amankan Paket Sabu Dari Dua Tempat Yang Berbeda

    DUMAI-Gerak cepat aparat Satres Narkoba Polres Dumai kembali membuahkan hasil dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika di wilayah Dumai Selatan. Berdasarkan laporan masyarakat yang ditindaklanjuti

  • Jumat, 17 Apr 2026 10:08

    Antisipasi Tindak Kriminal, Polres Dumai Melalui Polsek Jajaran Melaksanakan Penggalangan

    DUMAI-Kegiatan penggalangan terhadap masyarakat terus dilakukan jajaran Polres Dumai guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Pada Kamis, 16 April 2026, para Kapolsek di wilayah huk

  • Kamis, 16 Apr 2026 18:01

    Pasutri di Rohil Ditangkap Edarkan Sabu

    Pujud-Tim Reskrim Polsek Pujud kembali mengungkap peredaran narkotika di wilayah hukumnya dengan menangkap pasangan suami istri (pasutri) yang diduga sebagai pengedar sabu di Pondok Kresek, Kecamatan

  • Rabu, 15 Apr 2026 08:39

    Rumah Kontrakan Digrebek Polsek Rengat Barat, Dua Tersangka Diringkus, Ekstasi Dan Sabu Jadi BB

    INHU-Pengungkapan kasus peredaran narkotika kembali dilakukan jajaran Polsek Rengat Barat di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu. Sebuah rumah kontrakan yang berada di Jalan Tuk Modang, Kelurahan Pematan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.