Rabu, 10 Jun 2026

Internasional,

China Prihatin Perang Kamboja vs Thailand, Serukan Dialog

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 24 Jul 2025 16:01
Detiknews.com
China mengatakan pihaknya "sangat prihatin" atas bentrokan mematikan antara Kamboja dan Thailand di area perbatasan kedua negara yang menjadi sengketa sejak lama. Beijing menyerukan kedua negara untuk menyelesaikan konflik melalui dialog.

"Kami sangat prihatin dengan perkembangan terkini (dan) berharap kedua belah pihak dapat menyelesaikan masalah dengan baik melalui dialog dan konsultasi," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Kamis (24/7/2025).

"Bertetangga dengan baik dan menangani perbedaan dengan secara pantas, sejalan dengan kepentingan fundamental dan jangka panjang kedua belah pihak," cetus Guo dalam pernyataannya.

Kamboja dan Thailand yang bertetangga ini terlibat pertikaian sengit mengenai wilayah yang dikenal sebagai Segitiga Zamrud, di mana perbatasan kedua negara dan Laos bertemu, dan yang merupakan lokasi bagi beberapa kuil kuno.

Perselisihan ini telah berlangsung selama beberapa dekade, berkobar menjadi bentrokan militer berdarah lebih dari 15 tahun yang lalu, dan kembali meletus pada Mei lalu ketika seorang tentara Kamboja tewas dalam baku tembak di area perbatasan.

Bentrokan terbaru terjadi pada Kamis (24/7) setelah insiden ledakan ranjau darat, pada Rabu (23/7) sore, yang melukai lima tentara Thailand yang berpatroli di area distrik Nam Yuen, Provinsi Ubon Ratchathani. Satu tentara kehilangan salah satu kakinya, beberapa tentara lainnya mengalami cedera telinga dan nyeri dada.

Hasil penyelidikan militer Thailand menemukan bukti bahwa Kamboja telah memasang ranjau darat baru di area perbatasan yang disengketakan. Tuduhan itu dibantah keras oleh Phnom Penh.

Namun Thailand kemudian mengumumkan pengusiran Duta Besar Kamboja dan menarik pulang Duta Besarnya dari Phnom Penh. Kamboja membalas dengan mengumumkan penurunan hubungan diplomatik dengan Thailand ke "level terendah", menarik semua diplomat kecuali satu orang dan mengusir para diplomat Thailand dari Phnom Penh.

Situasi semakin memanas setelah aksi saling tembak terjadi di area perbatasan pada Kamis (24/7). Militer Thailand menuduh pasukan Kamboja menembakkan roket dan peluru artileri ke wilayahnya, sedangkan Phnom Penh menuduh militer Thailand yang terlebih dahulu melepaskan tembakan.

Untuk merespons serangan Kamboja, militer Thailand mengerahkan enam jet tempur F-16 untuk menyerang dua target militer di wilayah negara tetangganya itu. Otoritas Phnom Penh mengecam serangan F-16 Thailand sebagai "agresi militer yang brutal" dan menegaskan akan meresponsnya.

Bentrokan terbaru ini memakan korban jiwa, dengan laporan militer Thailand sejauh ini menyebut sedikitnya sembilan warga sipil, termasuk seorang anak, tewas dan sebanyak 14 orang lainnya mengalami luka-luka. Belum diketahui apakah ada korban jiwa di wilayah Kamboja.

Kamboja telah sejak lama menjadi sekutu China, dan menerima investasi miliaran dolar Amerika. Namun Guo menegaskan dalam pernyataannya bahwa Beijing akan mengambil "posisi yang adil dan tidak memihak" dalam bentrokan tersebut.

"China telah dan akan terus dengan caranya sendiri melakukan yang terbaik untuk mempromosikan perdamaian dan dialog, dan memainkan peran konstruktif dalam mendorong diredakannya dan pendinginan situasi," tegasnya.

China Imbau Warganya Jauhi Area Perbatasan Kamboja-Thailand

Kedutaan Besar China di Kamboja merilis imbauan terbaru yang meminta warganya untuk menjauhi area di dekat perbatasan Thailand.

"Kedutaan Besar China di Kamboja mengimbau warga negara China... untuk memantau situasi keamanan setempat dengan saksama, tetap waspada, mengambil tindakan pencegahan yang lebih ketat, dan memastikan keselamatan pribadi mereka," demikian pernyataan Kedutaan Besar China.***(detiknews.com)
Sumber: Detiknews.com

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 05 Jun 2026 09:49

    "Gunakan Manajemen Peternakan Modern", Pesan Bhabinkamtibmas Polres Inhu Untuk Ketahanan Pangan

    INHU-Upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu) melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh p

  • Rabu, 03 Jun 2026 09:46

    Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polres Inhu Sambangi Petani Jagung Menulis

    INHU - Upaya mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu). Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di desa binaan, kepolisian hadir membe

  • Sabtu, 30 Mei 2026 11:58

    Satres Narkoba Polres Dumai Gulung Dua Pengedar, 68 Paket Sabu dan Ekstasi Disita Sebagai Barang Bukti

    DUMAI-Komitmen Polres Dumai dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya kembali membuahkan hasil. Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Dumai yang dipimpin langsung oleh Ipda Rico Salom

  • Sabtu, 23 Mei 2026 09:42

    Simpan Sabu Dalam Bra, Gerombolan Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Dibekuk Polsek Peranap

    INHU - Peredaran narkotika kembali menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di Kabupaten Indragiri Hulu. Kali ini, jajaran Polsek Peranap berhasil membongkar dugaan jaringan penyalahgunaan narkot

  • Kamis, 21 Mei 2026 09:26

    Polsek Kelayang Ungkap Kasus Narkotika Di Desa Talang Pring, Dua Tersangka Dibekuk BB Puluhan Gram Sabu

    INHU-Upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Indragiri Hulu kembali membuahkan hasil. Personel Polsek Kelayang berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu di D

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.