- Home
- Internasional
- DK PBB Capai Kesepakatan Resolusi Transisi Politik Suriah
DK PBB Capai Kesepakatan Resolusi Transisi Politik Suriah
Sabtu, 19 Des 2015 14:35
Dalam resolusi yang disepakati di New York, Amerika Serikat (AS) malam waktu setempat, pemerintah Suriah dan pihak oposisi didorong untuk menggelar perundingan yang dibarengi dengan gencatan senjata pada awal Januari 2016.
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS John Kerry, yang mengepalai sidang resolusi itu mengatakan, kesepakatan antara lima anggota permanen dan 10 anggota tidak tetap DK PBB menyampaikan pesan yang jelas kepada semua pihak terkait bahwa kini saatnya menghentikan berbagai pembunuhan di Suriah.
"Resolusi yang kami sepakati ialah tonggak sejarah karena menetapkan tujuan-tujuan secara spesifik serta periode yang spesifik," ujar Menlu Kerry, sebagaimana diberitakan BBC, Sabtu (19/12/2015).
Kendati demikian, resolusi itu tidak menyebut aksi serangan terhadap kelompok-kelompok yang dianggap sebagai organisasi teroris. Konsekuensinya, serangan udara Rusia, Prancis, dan koalisi AS terhadap kelompok ISIS dinyatakan akan terus berjalan.
Resolusi itu sendiri tidak menyebut kelompok pemberontak mana yang akan diajak berunding atau terlibat peran dalam gencatan senjata. Resolusi hanya menekankan bahwa ISIS dan kelompok ekstremis lainnya disingkirkan dari perundingan, dan mendesak agar semua pihak menghentikan serangan terhadap warga sipil.
Nasib Presiden Suriah Bashar al Assad
Salah satu aspek yang menjadi perdebatan ialah masa depan Presiden Suriah Bashar al Assad. AS, Inggris, dan Prancis menyerukan agar Assad hengkang dari jabatannya karena dianggap kehilangan kemampuan untuk memimpin Suriah.
Bahkan, Menlu Prancis Laurent Fabius mengatakan, 'tidak bisa menerima' Presiden Assad untuk menjadi kandidat dalam pemilihan umum (pemilu) di masa depan.
Namun, Rusia dan China menentang seruan Menlu Fabius itu. Kedua negara tersebut menekankan pentingnya Assad tetap mejabat sebagai syarat dilangsungkannya perundingan. Resolusi yang dikeluarkan DK PBB kali ini diketahui sama sekali tidak menyebut peran Presiden Assad
Resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Suriah (nomor 2254)
1. Menyerukan gencatan senjata dan perundingan formal mengenai transisi politik yang dimulai pada awal Januari.
2. Kelompok yang dipandang sebagai 'teroris', termasuk ISIS dan Front Al-Nusra, dipinggirkan
3. 'Aksi defensif dan ofensif' terhadap kelompok-kelompok ini—mengacu pada serangan udara koalisi pimpinan AS dan Rusia akan berlanjut.
4. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Ban Ki-moon akan melapor pada 18 Januari mengenai cara memantau gencatan senjata.
5. 'Tata pemerintahan yang kredibel, inklusif, dan non-sektarian' akan dibentuk dalam kurun enam bulan.
6. 'Pemilihan umum yang adil dan bebas' di bawah pemantauan PBB akan diselenggarakan dalam 18 bulan.
7. Transisi politik harus dipimpin Suriah
PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning
PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend
Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas
SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar
Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana
Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara
Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri
KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo
SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional
PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se