- Home
- Internasional
- Dua Ledakan Bom Terjadi di Nigeria
Dua Ledakan Bom Terjadi di Nigeria
Sabtu, 03 Okt 2015 16:59
Belum ada kelompok yang mengakui ledakan tersebut, namun pihak setempat mencurigai terhadap kelompok Boko Haram.
Karena kelompok militan radikal ini pernah menyerang Abuja sebelumnya, yang berdekatan dengan Maidugurui salah satu basis awal dari kelompok ini.
Ledakan pada hari Jumat, dikatakan terjadi nyaris bersamaan pada pukul 22.30 waktu setempat.
"Sejumlah orang tewas akibat ledakan tersebut, namun belum diketahui berapa jumlah korbannya," ungkap juru bicara dari Departemen Darurat Nasional, Manzo Ezekiel seperti dilansir dari BBC, Sabtu (3/10/2015).
Ledakan tersebut tampak seperti ledakan yang sama digunakan oleh kelompok radikal di daerah timur laut.
Dua tahun yang lalu juga terjadi di tempat pemberhentian bus yang sama tahun lalu menelan nyawa sebanyak 90 orang.
Pengedar “Pil Setan” di Dua Desa Lirik Dibekuk, Puluhan Butir Disita Dari Dua Tersangka
INHU - Di balik geliat aktivitas masyarakat yang tampak biasa di Kecamatan Lirik, terselip pergerakan gelap peredaran narkotika yang akhirnya berhasil diendus aparat kepolisian. Melalui serangkaian pe
PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun
JAKARTA â€" Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade
Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai
JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan dengan Teheran tercapai. Pernyataan tersebut
Kemlu Sebut 13 WNI Terdampak Kebakaran di Sabah Malaysia
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terdampak kebakaran di wilayah pemukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu
Wacana Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden: Tidak Boleh!
JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan tegas terkait kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menekankan,