Jumat, 12 Jun 2026

ISIS Gunakan Senjata Buatan AS dan Rusia

Kamis, 10 Des 2015 08:14
nfo@frontlinepictures.com
Foto Senapan AK-47 dan M-4 yang dimiliki oleh ISIS
RAQQA – Di propaganda baru yang militan ISIS unggah ke media sosial mereka menunjukan bahwa kelompok radikal ini memiliki persenjataan yang cukup kuat, seperti tank, mortar, dll buatan Amerika Serikat (AS) dan Rusia.

Militan yang juga sering disebut daesh ini memperlihatkan kampanye propaganda mereka yang dikabarkan demi merekrut anggota baru untuk masuk ke dalam kelompok radikal ini. Persenjataan ini ternyata bukan dibeli oleh ISIS namun dicuri ketika para militan ini menyerang bandara militer Deir ez-Zor.

Sehingga banyak klaim dari beberapa media, secara tidak langsung AS, Rusia bahkan Prancis dan Inggris menyediakan senjata untuk ISIS.

Bahkan lembaga Amnesti Internasional memberikan klaim bahwa senjata yang dipegang para militan ISIS disediakan secara tidak langsung oleh kekuatan dari Barat yang juga ingin menghancurkan mereka.

Pasokan senjata dari mulai senapan, mortar dan misil telah banyak beredar di Irak yang diberikan oleh AS dan Inggris, untuk membantu pemerintah negara itu pasca jatuhnya Saddam Hussein.

"Setelah bertahun-tahun peredaran senjata di Irak berarti bahwa ketika ISIS mengambil alih salah satu wilayah di Irak, maka akan seperti 'anak-anak' di toko permen," kata Oliver Sprague, Direktur Program Persenjataan Amnesti Internasional divisi Inggris, sebagaimana dilansir dari Mirror, Kamis (10/12/2015).

Amnesti Internasional juga menambahkan bahwa militan ISIS mendapatkan senjata dari berbagai negara tersebut ketika pada Juni 2014, mengambil alih kota Mosul, Irak. Karena disana ada pangkalan dan gudang senjata dari tentara AS, tidak luput juga kendaraan lapis baja, militan ini langsung mendapatkan salah satu pasokan senjata terbesar mereka.

Namun, fakta di lapangan menunjukan para militan radikal ini lebih cenderung menggunakan senapan laras panjang AK-47 atau Kalshnikovs buatan Rusia, bahkan penyerangan teror Paris sendiri, ISIS menggunakan AK-47. Masih belum diketahui bagaimana mereka mendapatkan AK-47, tapi banyak yang memberikan klaim bahwa para daesh mendapatkannya dari pasar gelap.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.