Jumat, 12 Jun 2026

ISIS Hasilkan Rp16 Triliun per Tahun dari 10 Ladang Minyak

Jumat, 04 Des 2015 08:32
Breaking News
Jet Tempur Inggris menyerang wilayah kekuasaan ISIS.
LONDON – ISIS digadang-gadang sebagai kelompok terorisme terkaya abad ini. Dilaporkan Daily Mail, Jumat (4/12/2015), kelompok militan pecahan Al-Qaeda ini telah berkuasa atas 10 ladang minyak di Suriah, Irak dan daerah kekuasaan lainnya.

Para ahli menjelaskan, ladang minyak yang dimonopoli ISIS layaknya 'emas hitam' yang memungkinkan mereka untuk menjalankan negara semu (quasi state) serta melestarikan jaringan terornya secara global.

Diketahui, kelompok militan ini mengambilalih ladang minyak di Al-Omar yang terkenal memiliki kualitas terbaik dan terbesar di Suriah pada Juli tahun lalu. Mereka berhasil menguasai ladang minyak di sana setelah merebut kendali dari saingan mereka, kelompok militan Front Al-Nusra.

"Ladang minyak Omar adalah salah satu yang terbesar dan paling penting untuk operasi keuangan Daesh (sebutan lain ISIS). Ladang ini baru mewakili sekira 10 persen dari potensi pendapatan mereka melalui penjualan minyak," ungkap Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon.

Tak heran, tambang minyak ISIS di Omar menjadi salah satu target penggempuran Amerika Serikat, Rusia, Inggris dan Prancis dalam beberapa pekan terakhir ini.

"Dengan sangat hati-hati, kami memilah infrastruktur-infrastruktur dalam kawasan ladang minyak tersebut guna memastikan serangan kami memiliki dampak yang signifikan pada kemampuan ISIS untuk mengekstrak minyak yang dimanfaatkan untuk mendanai aksi terorisme mereka," ujarnya.

Pada kapasitas penuh, ladang minyak itu mampu menghasilkan 75.000 barel minyak per hari, yang berpotensi akan menghasilkan pendapatan lebih dari 800 juta poundsterling atau setara Rp16,6 triliun dalam setahun menurut estimasi harga pasar saat ini.

Namun, karena kurangnya teknisi dan peralatan yang dimiliki militan ISIS, ladang minyak tersebut tidak seproduktif saat dipegang Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

Sebelum serangan udara milik Inggris diluncurkan Kamis 3 November 2015, ladang minyak di Omar sudah lama ditargetkan oleh Angkatan Udara AS. Diperkirakan, kawasan penghasil minyak yang dikuasai ISIS itu mampu menghasilkan sekira 40 juta poundsterling atau setara Rp833 miliar dari penjualan minyak di sana.

Pertengahan November lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menuding 40 negara telah mengucurkan dana kepada ISIS. Salah satunya Turki, yang diyakini telah membantu keuangan kelompok teroris itu dengan membeli minyak dengan harga yang lebih murah dari mereka.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.