- Home
- Internasional
- ISIS Hasilkan Rp6,9 Triliun dari Jual Minyak Ilegal
ISIS Hasilkan Rp6,9 Triliun dari Jual Minyak Ilegal
Jumat, 11 Des 2015 08:48
Uang senilai satu miliar dollar lagi mereka hasilkan dari merampas bank-bank di Irak dan Suriah. Nilai tersebut diungkapkan seorang pejabat senior Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS), Adam Szubin saat berbicara di London, Inggris.
"ISIS berhasil mendapatkan dana segar senilai USD1,5 miliar hasil dari penjualan minyak secara ilegal di pasar gelap dan merampas bank," ujar Szubin, sebagaimana diberitakan Reuters, Jumat (11/12/2015).
"Saya pikir nilainya bisa lebih karena mereka juga melakukan pemerasan dengan cara brutal ke warga lokal di wilayah-wilayah yang mereka kuasai," lanjut pria berkacamata itu.
PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning
PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend
Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas
SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar
Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana
Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara
Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri
KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo
SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional
PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se