Sabtu, 06 Jun 2026

internasional

Ilmuwan Temukan Bukti Teori Mengerikan Punahnya Dinosaurus

detik.com
Rabu, 11 Sep 2019 13:37
detik.com
Dinosaurus pada masa jutaan lalu adalah makhluk penguasa planet Bumi sebelum mendadak punah, diduga kuat karena terjangan dahsyat asteroid. Kini, temuan baru dari analisis bebatuan di semenanjung Yucatan, Meksiko, mengungkap bukti kejadian mengerikan di waktu tersebut.

"Penemuan ini adalah yang paling detail sesudah bencana yang mengakhiri zaman dinosaurus," kata pemimpin studi ini, Sean Gulick dari University of Texas Institute for Geophysics.

Teori yang selama ini beredar adalah ketika asteroid menghujam Bumi pada 66 juta tahun silam, hal itu memicu kebakaran hutan, tsunami dan melontarkan begitu banyak sulfur ke atmosfer yang menghalangi sinar Matahari. Lalu terjadilah pendinginan global yang ikut membunuh dinosaurus.

Jika sebelumnya sebatas hipotesis, studi ini menemukan bukti bahwa skenario mengerikan tersebut benar-benar terjadi, dengan meneliti bebatuan yang dahulu kala memenuhi kawah tempat hujaman asteroid pada 24 jam kemudian.

Terkubur ratusan meter di bawah tanah, ilmuwan menemukan bebatuan yang sudah rusak dan meleleh, tapi tidak terdapat mineral yang mengandung sulfur meskipun ada konsentrasi tinggi sulfur di sekitarnya.

Temuan itu mengindikasikan bahwa tabrakan asteroid menguapkan sulfur di bebatuan itu, kemudian terbentuk aerosol sulfate di atmosfer dan menyebabkan pendinginan temperatur dalam skala global. Diestimasi sedikitnya 325 miliar metrik ton sulfur dihasilkan sebagai imbas hantaman asteroid.

Sebagai perbandingan, jumlah itu adalah sekitar 4 kali lipat yang dihasilkan saat gunung Krakatau meletus pada tahun 1883. Pada saat itu, temperatur Bumi menurun sekitar 1 derajat Celcius selama 5 tahun.
Ilustrasi. Foto: istimewa Ilustrasi. Foto: istimewa

Dikutip detikINET dari USA Today, diestimasi hantaman asteroid setara dengan 10 miliar bom atom yang digunakan pada Perang Dunia II. Ledakannya membakar pepohonan dan tanaman yang berada di jarak jauh sekalipun serta memicu tsunami yang sampai ke wilayah Illinois, Amerika Serikat.

Kepunahan massal pun terjadi, yang disebut ilmuwan sebagai K-T boundari, mengakhiri periode Kapur atau Cretaceous. Sebanyak 75% seluruh spesies di Bumi terbunuh, termasuk dinosaurus yang sudah memenuhi Bumi selama 180 juta tahun.

"Asteroid tersebut menggoreng mereka, kemudian membekukan mereka. Memang tidak semua dinosaurus mati pada hari itu, tapi banyak yang mengalami itu," kata Sean.

ntu ilmuwan bahwa pemahaman mereka tentang dampak mengerikan tabrakan asteroid berada di jalur yang tepat. "Ini adalah dokumentasi yang sangat jelas soal apa yang terjadi di lokasi kejadian pada saat itu," kata dia.

Perlu dicatat bahwa imbas asteroid tersebut membuat kerusakan dan pembunuhan massal di level regional, sedangkan dalam skala global, terjadi perubahan iklim secara masif sebagai dampak tambahan. Itulah yang membuat dinosaurus punah dan banyak pula spesies lainnya.

"Pembunuh sejatinya adalah soal atmosfer. Satu-satunya cara terjadinya kepunahan global secara massal semacam ini adalah dampak dari atmosfer," kata Gullick.


sumber: detik.com

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 05 Jun 2026 16:40

    Wako Agung Nugroho Sambut Kedatangan Jemaah Haji Asal Kota Pekanbaru

    PEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menyambut kedatangan jemaah haji Kloter 3 Batam asal Kota Pekanbaru, Jumat (5/6/2026). Ia menyapa langsung para jemaah di Bandara Sultan Syarif Kasi

  • Jumat, 05 Jun 2026 15:36

    Polsek Tanah Putih Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba kepada Pelajar SMPN 6

    TANAHPUTIH- Sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda, Polsek Tanah Putih melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Bahaya Narkoba bagi remaja dan pelajar di S

  • Jumat, 05 Jun 2026 15:35

    Penampakan Rumah Silmy Karim Digeledah KPK, Brimob Bersenjata Lengkap Diterjunkan

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus du

  • Jumat, 05 Jun 2026 15:01

    Gasak 700 Dolar AS Milik Turis Australia, WN Iran Dibekuk Polisi di Ubud Bali

    Kepolisian Resor Gianyar, Bali, menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Iran berinisial AFK atas dugaan tindak pidana pencurian terhadap sesama warga asing. AFK diduga mengambil uang milik seo

  • Jumat, 05 Jun 2026 13:57

    Puluhan Anggota TNI Bentrok dengan Warga di Lampung, Begini Duduk Perkaranya

    Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan bentrokan antara puluhan anggota TNI dengan warga di Kabupaten Lampung Utara, Lampung, viral di media sosial. Insiden itu disebut dipicu oleh kesalahpahaman

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.