Jumat, 12 Jun 2026

Ini Cara Putin Raih Dukungan Komunitas Islam dalam Perangi ISIS

Sabtu, 05 Des 2015 16:52
Reuters
Putin resmikan dibukanya Masjid Agung Rusia
ROMA – Media Italia, Il Giornale, baru-baru ini memublikasikan laporan tantang mengapa langkah Presiden Rusia, Vladimir Putin, memerangi ISIS di Suriah mendapat dukungan dari komunitas Islam dan kelompok agama lain di negaranya.

Salah satu cara Presiden Putin itu adalah meyakinkan mereka (komunitas antarumat beragama) bahwa Rusia dapat menjadi rumah bagi semua komunitas agama dan budaya, termasuk dengan membuka masjid terbesar di Eropa.

Media Italia itu mengutip pernyataan Presiden Putin tentang bagaimana pertama kali melawan kelompok ekstremis seperti ISIS di Suriah. "Jika pertarungan tidak bisa dihindari, Anda harus memukul pertama kali," tulis media Italia itu, mengutip pernyataan Putin, sebagaimana dikutip Sputnik, Sabtu (5/12/2015).

"Jet Rusia telah meluncurkan serangan udara terhadap ISIS dan Al Qaeda di Suriah selama dua bulan terakhir. Agresi militer Negeri Beruang Merah itu juga diberi wewenang oleh Pemerintah Suriah, yang membuatnya sah di bawah hukum internasional," sambungnya.

Il Giornale menambahkan, pada periode singkat itu pasukan Rusia telah melakukan lebih baik ketimbang yang dilakukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS).

Karena tindakan tegas Presiden Putin di Suriah itulah mengapa Rusia menjadi salah satu negara yang paling mengancam eksistensi AS dan Eropa.

Kampanye kontraterorisme Negeri Beruang Merah terhadap ISIS di Timur Tengah juga tidak membuat kekhawatiran komunitas agama, termasuk komunitas Islam di Rusia. Meskipun ISIS selama ini "mencatut" nama Islam dalam setiap tindakannya.

"Di satu sisi, Putin mencoba untuk mengalahkan ISIS, karena banyak orang Rusia bergabung dengan jajaran kelompok radikal itu, namun di sisi lain dia membuka masjid terbesar di Eropa," tulis Il Giornale.

Dalam berbagai sambutan di acara Pemerintah Rusia, Presiden Putin itu kerap menekankan bahwa Islam moderat tidak ada hubungannya dengan kelompok teroris, seperti ISIS.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.