Senin, 27 Apr 2026

Ini Cara Putin Raih Dukungan Komunitas Islam dalam Perangi ISIS

Sabtu, 05 Des 2015 16:52
Reuters
Putin resmikan dibukanya Masjid Agung Rusia
ROMA – Media Italia, Il Giornale, baru-baru ini memublikasikan laporan tantang mengapa langkah Presiden Rusia, Vladimir Putin, memerangi ISIS di Suriah mendapat dukungan dari komunitas Islam dan kelompok agama lain di negaranya.

Salah satu cara Presiden Putin itu adalah meyakinkan mereka (komunitas antarumat beragama) bahwa Rusia dapat menjadi rumah bagi semua komunitas agama dan budaya, termasuk dengan membuka masjid terbesar di Eropa.

Media Italia itu mengutip pernyataan Presiden Putin tentang bagaimana pertama kali melawan kelompok ekstremis seperti ISIS di Suriah. "Jika pertarungan tidak bisa dihindari, Anda harus memukul pertama kali," tulis media Italia itu, mengutip pernyataan Putin, sebagaimana dikutip Sputnik, Sabtu (5/12/2015).

"Jet Rusia telah meluncurkan serangan udara terhadap ISIS dan Al Qaeda di Suriah selama dua bulan terakhir. Agresi militer Negeri Beruang Merah itu juga diberi wewenang oleh Pemerintah Suriah, yang membuatnya sah di bawah hukum internasional," sambungnya.

Il Giornale menambahkan, pada periode singkat itu pasukan Rusia telah melakukan lebih baik ketimbang yang dilakukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS).

Karena tindakan tegas Presiden Putin di Suriah itulah mengapa Rusia menjadi salah satu negara yang paling mengancam eksistensi AS dan Eropa.

Kampanye kontraterorisme Negeri Beruang Merah terhadap ISIS di Timur Tengah juga tidak membuat kekhawatiran komunitas agama, termasuk komunitas Islam di Rusia. Meskipun ISIS selama ini "mencatut" nama Islam dalam setiap tindakannya.

"Di satu sisi, Putin mencoba untuk mengalahkan ISIS, karena banyak orang Rusia bergabung dengan jajaran kelompok radikal itu, namun di sisi lain dia membuka masjid terbesar di Eropa," tulis Il Giornale.

Dalam berbagai sambutan di acara Pemerintah Rusia, Presiden Putin itu kerap menekankan bahwa Islam moderat tidak ada hubungannya dengan kelompok teroris, seperti ISIS.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Apr 2026 21:37

    Viral! Pria Ini Naik Gunung Andong Bawa Sound System, Netizen: Emang Boleh?

    JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pendaki membawa sound system berukuran besar saat mendaki gunung. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:34

    Mitos atau Fakta: Pakai Tas Selempang Berat Bikin Tulang Belakang Melengkung ke Samping?

    BANYAK orang mengira memakai tas selempang berat hanyalah kebiasaan sepele. Padahal dalam jangka panjang, tas selempang berat bisa berdampak pada postur tubuh.Salah satu isu yang s

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:32

    Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya

    JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:30

    AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas

    JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:27

    Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.