- Home
- Internasional
- Inilah Misil yang Digunakan Rusia untuk Hantam ISIS
Inilah Misil yang Digunakan Rusia untuk Hantam ISIS
Senin, 05 Okt 2015 14:19
Dari keterangan Juru bicara Angkatan udara Rusia Kolonel Igor Klimov yang dilansir Reuters, Senin (5/10/2015), diketahui bahwa Negeri Beruang Merah itu menggunakan misil udara ke darat (air to surface missile) berpemandu laser KH-29L dalam serangan-serangan udaranya. Misil-misil dengan tingkat akurasi tinggi ini dibawa oleh jet tempur Su-24 dan Su-34 yang diluncurkan dalam serangan-serangan udara ke posisi-posisi ISIS di Suriah.
KH-29L yang juga dikenal dengan kode AS-14 'Kedge' oleh Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) itu adalah misil yang kemampuannya disejajarkan dengan misil AGM-65 milik Amerika Serikat (AS). Misil ini memiliki jarak tembak sejauh 8 sampai 10 kilometer dengan kecepatan 600 meter/detik.
Tipe pesawat tempur yang biasa membawa KH-29L antara lain adalah Su-24, Su-34, Su-30, MiG-29M, MiG-27M sampai Su-25. KH-29L memiliki dimensi panjang 3,87-3,90 meter dengan berat total 660 kilogram (kg). Berat hulu ledak tipe high explosive yang digunakan KH-29L mencapai 320 kg.
Misil ini diproduksi perusahaan pembuat misil taktis Vympel dan telah digunakan oleh sejak 1980, saat Rusia masih menjadi bagian dari Uni Soviet.
Pengedar “Pil Setan” di Dua Desa Lirik Dibekuk, Puluhan Butir Disita Dari Dua Tersangka
INHU - Di balik geliat aktivitas masyarakat yang tampak biasa di Kecamatan Lirik, terselip pergerakan gelap peredaran narkotika yang akhirnya berhasil diendus aparat kepolisian. Melalui serangkaian pe
PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun
JAKARTA â€" Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade
Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai
JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan dengan Teheran tercapai. Pernyataan tersebut
Kemlu Sebut 13 WNI Terdampak Kebakaran di Sabah Malaysia
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terdampak kebakaran di wilayah pemukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu
Wacana Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden: Tidak Boleh!
JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan tegas terkait kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menekankan,