Jumat, 12 Jun 2026

Iran Sebut Arab Saudi ISIS Berjubah Putih

Senin, 04 Jan 2016 11:46
EPA
Kedutaan besar Arab Saudi di Teheran, Iran diamuk massa.
TEHERAN – Pemerintah Iran dibuat kecewa berat oleh Pemerintah Arab Saudi atas eksekusi mati 47 tersangka teroris, yang salah satunya adalah ulama syiah terkemuka, Nimr al Nimr. Sebagaimana diketahui, Saudi mayoritas menganut Islam Sunni, sedangkan Iran penganut Islam aliran Syiah.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al Jubeir mengumumkan keputusan untuk mengusir diplomat Iran setelah mengevakuasi staf diplomatiknya sendiri dari Iran. Diplomat Iran diberikan waktu 48 jam untuk meninggalkan Arab Saudi, setelah Kementerian Luar Negeri Kerajaan menuduh Iran gagal dalam tugasnya untuk melindungi kedutaan besarnya di Teheran. Momentum ini menandakan putusnya hubungan diplomatik kedua negara Islam di Timur Tengah ini.

Diberitakan sebelumnya, massa menyerang kedutaan besar Saudi di Teheran tadi malam sebagai bentuk kekesalan atas pengusiran Saudi. Banyak bagian bangunan terbakar oleh bom bensin dan barang-barang dari kantor diplomatik Saudi dijarah massa yang marah.

Meme mengenai eksekusi mati Arab Saudi atas ulama Syiah yang membela hak minoritas Syiah pun bermunculan di dunia maya. Salah satu meme yang kontrovesial membandingkan Algojo Saudi dengan Algojo ISIS.

Algojo Saudi berjubah putih, bersorban dan menggenggam sebilah pedang panjang yang melengkung runcing di ujungnya. Gambar sebelah kanan menampilkan algojo ISIS berpakaian serba hitam, memakai topeng yang memperlihatkan mata saja tengah mengacungkan pisau pendek di tangan kirinya. Kedua korban didudukkan dengan posisi dan rupa hampir sama di depan kedua algojo, hanya dibedakan warna bajunya saja.

Dilansir dari Daily Mail, Senin (4/1/2016), di atas gambar kontras tersebut, ditulis keterangan, 'ISIS Putih versus ISIS Hitam, ada bedanya?'.

Ditambah catatan lain di sisi algojo Saudi yang berbunyi, 'Dihukum mati karena melawan pendukung ISIS'. Sementara di sisi alogojo ISIS, dibubuhi keterangan, 'Dihukum mati karena melawan ISIS'.

Ilustrasi di atas ditujukan untuk menyindir keputusan pengadilan tinggi Negeri Petro Dolar yang dinilai melanggar hukum HAM internasional. Meme perbandingan itu hendak menunjukkan kepada dunia betapa serupanya Saudi dan ISIS dengan membunuhi para tahanan Syiah dan mereka yang dianggap memberontak atau berlawanan paham. Di samping beberapa perbedaan kecil di antara mereka.

Kekecewaan ini tidak hanya dinyatakan oleh Iran. Pemerintah Inggris, Jerman, Prancis dan PBB pun turut mengecam eksekusi massal Saudi tersebut. Terutama setelah Saudi menyatakan pemutusan hubungan diplomatik dan memulangkan secara tidak hormat para diplomat Iran.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 15:04

    Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

    Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam

  • Jumat, 12 Jun 2026 14:59

    Enam Tahanan Kabur Saat Dibawa Mobil Tahanan Kejari Pekanbaru Ke Pengadilan

     PEKANBARU- Enam tahanan kasus tindak pidana yang akan menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, melarikan diri (kabur) dari mobil tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.K

  • Jumat, 12 Jun 2026 14:49

    Pertamina Patra Niaga Kilang Dongkrak Ekonomi UMKM Lokal Lewat Dukungan Kantin TA Mayor 2026

    PEKANBARU - Pelaksanaan kegiatan pemeliharaan kilang berskala besar atau Turn Around Mayor 2026 PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) tak hanya menjadi momentum strateg

  • Jumat, 12 Jun 2026 14:45

    Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah pada 2026

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia sepanjang 2026.Program tersebut men

  • Jumat, 12 Jun 2026 14:41

    Tegas, Iran Bakal Tindak Kapal Lintasi Selat Hormuz Tanpa Izin

    Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) wanti-wanti kapal yang mencoba melintasi Seat Hormuz tanpa izin. Sebelumnya, Iran kembali menutup Selat Hormuz di tengah meningkatnya eskalasi konflik Timur Teng

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.