Minggu, 19 Apr 2026

Israel Larang PM Palestina Masuki Yerusalem

Sabtu, 19 Sep 2015 14:50
Reuters
PM Palestina Rami Hamdallah.
RAMALLAH – Israel melarang Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah dan pejabat senior lainnya memasuki Yerusalem. Hal ini merupakan buntut dari bentrokan di Masjidil Aqsa dalam beberapa hari terakhir.

Juru Bicara Pemerintah Palestina, Ehab Bseiso, mengatakan kepada Xinhua, Sabtu (19/9/2015), penguasa Israel melarang Hamdallah memasuki Yerusalem melalui pos pemeriksaan militer Hizma. Bseiso mengecam tindakan itu, dan menggambarkannya sebagai bukti keangkuhan kaum pendudukan.

Ia menjelaskan, Hamdallah berusaha pergi ke kota suci tiga agama langit tersebut untuk menggarisbawahi pencelaan terhadap pelanggaran Israel atas Masjidil Aqsa di Yerusalem Timur. Hamdallah disertai dua pejabat senior intelijen yakni Majed Faraj dan Ziad Hab Arreeh.

Bagian timur Yerusalem adalah sumber ketegangan dan bentrokan selama tiga hari belakangan, setelah bentrokan sengit meletus di Kompleks Masjidil Aqsa antara polisi Israel dan warga Palestina yang sedang beribadah di salah satu tempat suci umat Islam tersebut.

Pemerintah Otonomi Nasional Palestina khawatir Israel akan semakin banyak mengizinkan orang Yahudi memasuki Kompleks Masjidil Aqsa selama liburan Yahudi yang berlangsung sampai awal Oktober.

Mereka memperingatkan Israel ingin melakukan pemisahan sebagian dan sementara Kompleks Masjidil Aqsa. Hal itu bertolak belakang dengan status quo.

Palestina ingin Yerusalem Timur, yang menjadi lokasi Masjidil Aqsa, menjadi ibu kota negara masa depan mereka. Sedangkan Israel mengklaim kota itu sebagai ibu kota negaranya yang tak bisa dibagi.

Israel menduduki Yerusalem Timur dalam Perang Timur Tengah 1967. Namun, masyarakat internasional tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memandang pencaplokannya sebagai pelanggaran atas Rencana Pemisahan PBB 1947 yang menyarankan Yerusalem ditempatkan di bawah rezim khusus internasional. Tetapi, negara Yahudi itu menolak rencana tersebut.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Minggu, 19 Apr 2026 13:05

    Blokade Berlanjut, AS Akan Buru Kapal-Kapal Terkait Iran di Seluruh Dunia

    JAKARTA " Amerika Serikat (AS) mengumumkan perluasan blokade Selat Hormuz dengan memerintahkan militernya untuk mengejar kapal-kapal yang terkait dengan Iran di seluruh dunia. Langkah ini diumu

  • Minggu, 19 Apr 2026 13:02

    Tentara Penjaga Perdamaian Prancis Tewas dalam Serangan di Lebanon Selatan

    JAKARTA " Seorang tentara Prancis tewas dan tiga lainnya terluka saat membersihkan jalan di Lebanon Selatan dalam serangan yang menurut pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dan pejabat Prancis ter

  • Minggu, 19 Apr 2026 12:54

    Komdigi Ancam Blokir Wikipedia, DPR: Hati-Hati, Kedepankan Pendekatan Persuasif

    JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mendukung langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang mengancam memblokir Wikimedia Foundation selaku pengelola Wikipedia. Namun,

  • Minggu, 19 Apr 2026 12:51

    Terungkap! Bandar Narkoba The Doctor Cuci Uang Ratusan Miliar Pakai Rekening Orang Lain

    JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap praktik pencucian uang yang dilakukan sindikat bandar narkoba “The Doctor” alias “Charlie” alias Andre Fernando dan H

  • Minggu, 19 Apr 2026 12:49

    Kronologi Kasus Dana Jemaat Gereja Paroki Aek Nabara Rp28 Miliar hingga Terbongkar 2026

    JAKARTA " Kasus dugaan fraud yang menimpa anggota Credit Union (CU) Paroki Aek Nabara, Rantauprapat, Sumatera Utara, diduga telah berlangsung sejak 2019 dan baru terungkap pada Februari 2026. T

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.