Rabu, 01 Jul 2026

Internasional

Jejak Kaki Tertua di Dunia Ditemukan di China

Sabtu, 09 Jun 2018 09:51
AFP
Penemuan jejak kaki tertua di dunia, di kawasan tepi sungan Yangtze, China

Beijing - Sebuah fosil diyakini sebagai jejak kaki tertua di dunia, ditemukan untuk pertama kalinya di wilayah selatan China.

Menurut hasil penelitian yang dimuat di jurnal Science Advances, temukan jejak kaki tua itu diduga kuat milik hewan prasejarah.

Dikutip dari BBC pada Jumat (8/6/2018), identitas makhluk yang membuat jejak kaki berusia 546 juta tahun itu masih belum diketahui.

Tetapi, peneliti yakin bahwa jejak itu berasal dari periode ketika hewan purba dianggap telah berevolusi.

Fosil ini terdiri dari dua baris jejak yang mewakili catatan paling awal tentang hewan berkaki.

Peneliti belum bisa memastikan apakah hewan tersebut berkaki dua atau lebih. Namun, mereka mengatakan fosil itu kemungkinan adalah milik seekor hewan jenis bilaterian.

Dijelaskan oleh peneliti, bilaterian adalah sekelompok fauna yang dicirikan memiliki sepasang kaki untuk berjalan, di mana merupakan kelompok hewan paling beragam saat ini.

Jejak kaki itu diyakini merupakan hasil pijakan melintas oleh hewan bilaterian di sedimen lunak, di sekitar aliran air.

Beberapa jejak kaki tertua di dunia, menurut peneliti, ditemukan di sekitar aliran sungai Yangtze di selatan China. Berbagai batuan sedimen di sana diketahui berasal dari periode antara 551 juta hingga 541 juta tahun lalu.

"Fosil-fosil baru itu mungkin mencapai usia 10 juta tahun lebih tua (dari batuan sedimen)," kata Zhe Chen, rekan peneliti yang berasal dari Departemen Arkeologi pada Chinese Academy of Sciences.

Dia menambahkan: "Setidaknya tiga kelompok jewan pra-sejarah memiliki memiliki pasangan pelengkap (diwakili oleh arthropoda, seperti lebah, annelida, seperti cacing berbulu, dan tetrapoda, seperti manusia)."

Zhe Chen juga menyebut kemungkinan bahwa hewan bilaterian kerap berhenti dari waktu ke waktu, di mana dugaan itu berasal dari fakta bahwa jejak kakinya tertanam ke dalam sedimen batu.

Alasan hewan tersebut sering berhenti, menurut Zhe Chen, bisa diperkirakan sebagai saat-saat ketika mereka menikmati makanan yang ditemukan di tengah lintasanya.

(Liputan6.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 01 Jul 2026 16:48

    Bupati Kuansing Resmi Berompi Oranye Terkait Kasus Suap Jabatan

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau, Suhardiman Amby sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah

  • Rabu, 01 Jul 2026 16:09

    KPK Periksa Bupati Inhu dan Sekda Riau Terkait Kasus Pemerasan Gubernur Nonaktif Abdul Wahid

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto beserta Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi. Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemer

  • Rabu, 01 Jul 2026 16:08

    Lantik 38 Pejabat, Bupati Asmar Dorong Reformasi Birokrasi yang Profesional dan Responsif

    SELATPANJANG â€" Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran birokrasi sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan. Sebanyak 38 pejabat administrator dan pejabat pengaw

  • Rabu, 01 Jul 2026 15:31

    LBH Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Polisi Terhadap Sembilan Warga Rupat Utara ke Polda Riau

    PEKANBARU - Gabungan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ICMI Wilayah Riau dan LBH Pekanbaru resmi mengadukan dugaan tindak kekerasan fisik oleh oknum aparat Polsek Rupat Utara terhadap sembilan warga sipil.

  • Rabu, 01 Jul 2026 15:19

    Pesona Batik Motif Bakar Tongkang Karya Miskiah Angkat Budaya Rokan Hilir ke Kancah Nasional

    BAGANSIAPIAPI - Perayaan Festival Ekraf Pesona Beapi Besenergi Kawasan Qris yang memeriahkan event Bakar Tongkang di Bagansiapiapi sukses menarik perhatian masyarakat luas. Dari 35 stand bazar yang me

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor