Sabtu, 18 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Johnson & Johnson Tarik 33.000 Bedak Bayi Botol karena Mengandung Asbes

Johnson & Johnson Tarik 33.000 Bedak Bayi Botol karena Mengandung Asbes

Rabu, 23 Okt 2019 10:16

 Johnson & Johnson Jumat lalu menarik 33.000 produk bedak bayi botol sebagai bentuk antisipasi setelah pihak pemerintah federal menemukan ada kandungan asbes dalam sebuah botol yang dibeli konsumen secara daring.

Menurut perusahaan asal New Jersey, Amerika Serikat, itu, penarikan produk botol tersebut hanya sebanyak satu lot yang diproduksi dan dikirimkan di dalam negeri tahun lalu. Meski menyebut tindakan penarikan itu sebagai bentuk antisipasi, namun Johnson & Johnson mengatakan produk bedak bayi botol itu tidak mengandung asbes.

"J&J punya standar pengujian yang ketat untuk memastikan produk bedak bayi itu aman dan pengujian dilakukan bertahun-tahun, termasuk oleh FDA (badan pengawas produk obat dan makanan) dalam beberapa kesempatan, seperti yang dilakukan bulan lalu, tidak ada asbes," kata pernyataan J&J, seperti dilansir laman CBS News, Jumat (18/10).

J&J juga menuturkan laboratorium independen sudah menguji bedak bayi itu dan memastikan tidak ada kandungan asbes.

Menurut J&J, FDA menemukan sedikit kandungan asbes dalam satu botol bedak bayi dan hal itu masih diselidiki untuk mengetahui dari mana kandungan asbes itu bisa muncul atau apakah botol itu palsu.

Dalam perdagangan pagi JUmat lalu saham J&J jatuh ke angka USD 5,65 atau turun 4,1 persen dari sebelumnya USD 130.52.

Penarikan produk bedak bayi ini terjadi di tengah sejumlah tuntutan terhadap J&J. Tahun lalu J&J memenangkan sejumlah kasus tuntutan di pengadilan atas tuduhan produknya membahayakan konsumen, termasuk biaya sebesar SUD 4,6 juta diberikan kepada 22 perempuan Juli lalu yang mengklaim produk J&J menyebabkan kanker ovarium.

Desember tahun lalu saham J&J anjlok setelah laporan Reuters menyebut dalam beberapa dekade sebetulnya perusahaan itu mengetahui soal kandungan asbes dalam bedak namun tidak melapor kepada badan pengawas dan memperingatkan konsumen.

sumber : merdeka.com

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.