- Home
- Internasional
- Kabut Asap Sampai Beijing
Kabut Asap Sampai Beijing
Kamis, 08 Okt 2015 08:35
Badan Meteorologi China memberikan peringatan kepada warga Beijing yang akan melakukan aktivitasnya. Kabut asap tebal hanya menyisakan jarak pandang sekira 500 meter. Sangat berbahaya bagi mereka yang mengendarai kendaraan bermotor.
Seperti dilaporkan Shanghai Ist, Kamis (8/10/2015), kabut asap datang di saat China bersiap menjadi tuan rumah turnamen tenis China Open. Para petenis yang ambil bagian dalam turnamen tersebut tidak ketinggalan mengomentari keadaan ini. Mereka menyebut kabut asap sangat berbahaya bagi pernapasan dan mencekik leher.
Tanpa adanya kabut asap, polusi udara Kota Beijing sudah dalam level yang cukup mengkhawatirkan. Salah satu petenis yang turut ambil bagian dalam turnamen, Novak Djokovic, bahkan menyebut udara di Ibu Kota China tersebut tidak ideal sebagai tempat tinggal.
Pengedar “Pil Setan” di Dua Desa Lirik Dibekuk, Puluhan Butir Disita Dari Dua Tersangka
INHU - Di balik geliat aktivitas masyarakat yang tampak biasa di Kecamatan Lirik, terselip pergerakan gelap peredaran narkotika yang akhirnya berhasil diendus aparat kepolisian. Melalui serangkaian pe
PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun
JAKARTA â€" Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade
Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai
JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan dengan Teheran tercapai. Pernyataan tersebut
Kemlu Sebut 13 WNI Terdampak Kebakaran di Sabah Malaysia
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terdampak kebakaran di wilayah pemukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu
Wacana Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden: Tidak Boleh!
JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan tegas terkait kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menekankan,