Sabtu, 18 Apr 2026

Internasional,

Kenaikan Harga Beras di Jepang Jadi Tekanan untuk PM Ishiba

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 18 Jul 2025 09:26
Berita satu.com
Harga beras di Jepang melonjak drastis sebesar 99,2% secara tahunan pada Juni 2025, menurut data resmi yang dirilis Jumat (18/7/2025). Kenaikan ini menambah tekanan terhadap Perdana Menteri Shigeru Ishiba menjelang pemilu akhir pekan ini, di tengah kemerosotan dukungan publik akibat tingginya biaya hidup.

Tak hanya beras, harga gandum juga melonjak sebesar 101 persen secara tahunan pada Mei, setelah naik 98,4% pada April 2025. Lonjakan harga bahan pangan pokok ini mencerminkan inflasi yang masih tinggi meski laju inflasi inti menurun.

Menurut data Kementerian Dalam Negeri Jepang, inflasi intiâ€"yang tidak memasukkan harga makanan segarâ€"turun menjadi 3,3% pada Juni dari 3,7% di Mei, sedikit di bawah ekspektasi pasar sebesar 3,4%. Sementara itu, jika tidak memasukkan energi dan makanan segar, inflasi justru meningkat menjadi 3,4%.

Kondisi ini memperburuk posisi politik Ishiba, yang telah kehilangan mayoritas di majelis rendah pada Oktober lalu, menjadikannya pemilu terburuk bagi Partai Demokrat Liberal (LDP) dalam 15 tahun terakhir. Jajak pendapat terbaru menunjukkan koalisi yang berkuasa juga berpotensi kehilangan mayoritas di majelis tinggi, yang dapat memaksa Ishiba mundur sebelum genap setahun menjabat.

Selain masalah domestik, Ishiba juga menghadapi tekanan eksternal dari Amerika Serikat, yang mengancam akan memberlakukan tarif 25% pada 1 Agustus 2025 jika kesepakatan dagang belum tercapai. Impor otomotif, baja, dan aluminium Jepang telah dikenai tarif, dan Presiden AS Donald Trump mendorong Jepang untuk membeli lebih banyak produk ASâ€"termasuk gas, minyak, mobil, dan berasâ€"guna mengurangi defisit perdagangan sebesar US$ 70 miliar.

Untuk meredakan ketegangan, Ishiba telah mengirim utusan perdagangannya, Ryosei Akazawa, ke Washington sebanyak tujuh kali dan dijadwalkan menjamu Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, pada Jumat ini.

Sementara itu, Bank of Japan mengambil pendekatan hati-hati dalam kebijakan moneternya. Meskipun inflasi meningkat sejak tahun lalu, kekhawatiran terhadap dampak tarif AS membuat bank sentral menahan laju pengetatan kebijakan.

Lonjakan harga beras dipicu oleh gagal panen akibat musim panas ekstrem dua tahun lalu, yang menyebabkan kekurangan stok nasional. Para pedagang diduga melakukan penimbunan beras untuk mencari keuntungan saat harga naik. Situasi ini diperburuk oleh panic buying tahun lalu, menyusul peringatan pemerintah tentang potensi gempa besar yang tidak terjadi.

Sebagai respons, pemerintah mengambil langkah langka dengan melepaskan cadangan beras darurat sejak Februari, langkah yang biasanya hanya diambil dalam situasi bencana nasional.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 17 Apr 2026 20:14

    Mahasiswa Geruduk Polres Rohil Minta Copot Kapolres Rohil

    UJUNGTANJUNG-Sekitara 50 gabungan Mahasiswa Rohil mengadakan aksi unjuk Rasa Kamis (17-4-2026) di dipan Mapolres Rokan Hilir.Mahasiswa bergerak dari Kota Bagansiapiapi sekitar pukul 14.00 Wib dan samp

  • Jumat, 17 Apr 2026 11:57

    Satres Narkoba Polres Dumai Amankan Paket Sabu Dari Dua Tempat Yang Berbeda

    DUMAI-Gerak cepat aparat Satres Narkoba Polres Dumai kembali membuahkan hasil dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika di wilayah Dumai Selatan. Berdasarkan laporan masyarakat yang ditindaklanjuti

  • Jumat, 17 Apr 2026 10:08

    Antisipasi Tindak Kriminal, Polres Dumai Melalui Polsek Jajaran Melaksanakan Penggalangan

    DUMAI-Kegiatan penggalangan terhadap masyarakat terus dilakukan jajaran Polres Dumai guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Pada Kamis, 16 April 2026, para Kapolsek di wilayah huk

  • Kamis, 16 Apr 2026 18:01

    Pasutri di Rohil Ditangkap Edarkan Sabu

    Pujud-Tim Reskrim Polsek Pujud kembali mengungkap peredaran narkotika di wilayah hukumnya dengan menangkap pasangan suami istri (pasutri) yang diduga sebagai pengedar sabu di Pondok Kresek, Kecamatan

  • Rabu, 15 Apr 2026 08:39

    Rumah Kontrakan Digrebek Polsek Rengat Barat, Dua Tersangka Diringkus, Ekstasi Dan Sabu Jadi BB

    INHU-Pengungkapan kasus peredaran narkotika kembali dilakukan jajaran Polsek Rengat Barat di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu. Sebuah rumah kontrakan yang berada di Jalan Tuk Modang, Kelurahan Pematan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.