Kamis, 11 Jun 2026

Kisah Kematian Indira Gandhi Dibunuh Pengawal Pribadinya

Sabtu, 31 Okt 2015 09:20
Indian Express
Perdana Menteri India, Indira Gandhi
NEW DELHI – Perdana Menteri (PM) India, Indira Gandhi tewas ditembak oleh dua orang pengawal pribadinya pada 31 Oktober 1984. Anak dari Jawaharlal Nehru itu ditembak saat sedang berjalan menuju kantor dari tempat kediamannya di Ibu Kota India, New Delhi.

Indira Gandhi menjabat sebagai PM India sejak 1966 menggantikan Gulzarilal Nanda. Indira Gandhi menjabat sebagai PM "Negeri Bollywood" dalam dua periode (1966-1977 dan 1980-1984). Dalam periode pertama kepemimpinannya, karier politik Indira Gandhi mengalami pasang surut.

Kemenangan atas Pakistan pada 1971, menaikkan popularitas dan reputasinya. Popularitas dan reputasi Indira Gandhi mulai menurun pada 1975, ketika dia mengumumkan India dalam keadaan darurat.

Perempuan kelahiran 19 November 1917 itu dituding otoriter karena mengekang kebebasan masyarakat sipil dan mengirim lawan politiknya ke penjara. Indira Gandhi mengakhiri kepemimpinannya pada 1977.

Meskipun dituding otoriter, nyatanya mayoritas warga India tetap mendukung Indira Gandhi karena program-program sosialnya. Pada 1980, Indira Gandhi kembali naik takhta sebagai PM India karena popularitasnya di kalangan warga India.

Pada Juni 1984, Gandhi meluncurkan sebuah operasi yang diberi nama "Operasi Bintang Biru". Dia memerintahkan tentara India untuk menyerbu Kuil Emas, sebuah kuil bagi penganut aliran Sikh, di Punjab.

Kuil tersebut digunakan sebagai markas kelompok ekstrem bersenjata Sikh. Tindakan ini membuat istri dari Feroze Gandhi itu, mendapat serangkaian ancaman pembunuhan.

Secara kebetulan, kedua pengawal pribadi Gandhi, Beant Singh dan Satwant Singh adalah penganut aliran Sikh. Takut dengan ancaman pembunuhan, Beant Singh sempat ingin dibebastugaskan dari jabatannya sebagai pengawal pribadi.

Namun, Indira Gandhi membatalkan keinginannya karena percaya pada Beant yang sudah dikenalnya sejak lama.

Keputusan yang fatal. Terbukti, Beant dan Satwant Singh akhirnya menembak Indira Gandhi hingga tewas. Keduanya menyerah tidak lama kemudian. Namun, mereka ditembak oleh polisi saat karena dianggap melawan. Beant tewas dalam kejadian tersebut.

Satwant Singh selamat dan menjalani sidang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pada 1986. Satwant akhirnya dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi pada 1989.

Pembunuhan Indira Gandhi tersebut menyebabkan kekacauan di New Delhi. Lebih dari 1.000 penganut aliran Sikh yang tidak berdosa terbunuh dalam serangan membabi buta selama dua hari, setelah Gandhi tewas. Rajiv Gandhi, anak Indira, naik takhta sebagai Perdana Menteri India menggantikan almarhumah ibunya.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 08:27

    Kolaborasi Bersama Mahasiswa, Satlantas Polres Inhu Bagikan Bibit Pohon

    RENGAT-Dukung program green policing dan pelestarian lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas,Satlantas Polres Indragiri Hulu (Inhu) berkolaborasi bersama

  • Kamis, 11 Jun 2026 08:22

    Polda Riau Musnahkan 5 Kg Sabu dan Ratusan Liquid Etomidate

    PEKANBARU â€" Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau memusnahkan berbagai barang bukti narkotika hasil pengungkapan 22 kasus dengan total 24 tersangka. Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari sabu,

  • Kamis, 11 Jun 2026 08:19

    Dikirimkan berita Puspen TNI. Terima kasih atas bantuannya.

    Panglima TNI dan Menhan RI Hadiri Raker Bersama Komisi I DPR RI(Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Kepala Staf Angkatan mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin

  • Rabu, 10 Jun 2026 16:10

    Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas

    Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama

  • Rabu, 10 Jun 2026 16:08

    KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.