- Home
- Internasional
- Kisah Sedih di Balik Pesona Pemandu Sorak Korea Utara
Kisah Sedih di Balik Pesona Pemandu Sorak Korea Utara
Senin, 26 Feb 2018 08:45
WARGA Korea Selatan (Korsel) bahkan dunia boleh saja terpukau dengan aksi pemandu sorak Korea Utara (Korut) selama gelaran Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018. Betapa tidak, para pemandu sorak itu sangat bersemangat saat beraksi dan kecantikannya mampu menyihir setiap mata yang memandang.
Untuk menjadi anggota tim pemandu sorak itu tidak lah mudah. Mereka harus melalui serangkaian proses seleksi yang ketat di Korea Utara. Setiap calon anggota akan diperiksa mulai dari latar belakang keluarganya, penampilan, kemampuan, dan kesetiaan terhadap Partai Pekerja Korea (PKK).
Namun, menurut seorang bekas tentara Korea Utara yang membelot, Lee So-yeon, ada satu sisi yang menutupi glamornya para pemandu sorak itu. Perempuan berusia 42 tahun itu pernah menjadi anggota tim musisi Korea Utara sebelum akhirnya melarikan diri pada 10 tahun lalu.
"Tim pemandu sorak Korea Utara datang ke sini dan menampilkan tari-tarian serta lagu-lagu, dan nampak seperti pertunjukkan bagus," ujar Lee So-yeon, mengutip dari Bloomberg, Senin (26/2/2018).
"Bagaimana pun juga, mereka juga harus pergi ke pesta-pesta dan memberikan layanan seksual, tentu saja ada rasa sakit yang membekas. Mereka pergi ke pesta-pesta Politburo partai dan harus tidur dengan orang-orang di sana, bahkan jika mereka tidak mau," imbuhnya.
Menurut Metro, gerak-gerik setiap perempuan itu dikontrol dan diawasi secara ketat oleh pemerintah selama 24 jam, bahkan ketika mereka pergi sarapan atau ke toilet. Meski terdengar sedikit tidak masuk akal, cerita lain menguatkan kesaksian Lee So-yeon.
Pembelot bernama Mi-hyang pada 2010 pernah menceritakan kepada Marie Clarie bahwa dirinya didatangi oleh dua orang berseragam lengkap ketika berusia 15 tahun. Ia dijemput paksa dari ruang kelas di sekolah karena dipilih oleh kedua orang itu. Mi-hyang diisolasi dari keluarga dan harus melayani mendiang Kim Jong-il selama 10 tahun.
Cerita yang sama juga dituliskan keponakan Kim Jong-il, Lee
Il-nam, yang membelot pada 1982. Pria yang tewas dibunuh pada 1997 itu
pernah mendeskripsikan mengenai 'Skuat Penghibur' dalam memoar yang
ditulis sebelum meninggal.
Buku berjudul 'Keluarga Kerajaan Kim Jong-il' itu berbicara mengenai pesta-pesta eksklusif yang digelar di kediaman pribadi dinasti Kim di Pyongyang. Pesta-pesta semacam itu cukup sering digelar hingga setidaknya pukul 03.00. Alkohol, seks, dan makanan yang lezat menjadi bumbu dalam pesta yang hanya dihadiri oleh 40 orang tersebut.
"Rutinitas dalam pesta tersebut antara lain makan, minum, dan menari, dan biasanya diakhiri dengan permainan erotis. Siapa saja yang kalah harus melepas pakaiannya satu per satu, tidak peduli laki-laki atau perempuan," tulis Lee Il-nam.
"Jika mereka terlalu mabuk, mereka juga akan memainkan permainan cukur rambut. Jika pria yang kalah, maka rambut mereka akan dipangkas. Jika perempuan yang kalah, rambut di area sensitif yang dicukur," imbuhnya.
Lee juga mencatat bahwa pesta-pesta yang benar-benar ditujukan untuk berhubungan seksual diadakan sesuai dengan suasana hati sang pemimpin tertinggi. Jika suasana hatinya baik, maka pesta seks itu digelar.
Para gadis itu juga tidak memiliki kebebasan dalam memilih jodoh mereka. Jika ingin 'pensiun', para gadis cantik itu akan dinikahkan dengan anggota pasukan elit yang sedang mencari jodoh. Para perempuan itu juga akan diawasi dengan ketat serta dibayar agar tidak membocorkan rahasia-rahasia negara.
Selain tubuh mereka yang dieksploitasi, nyawa para perempuan itu juga terancam. Andai mereka melanggar perjanjian rahasia tersebut, para perempuan itu akan segera dieksekusi mati.
(okezone.com)
Internasional
Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses
Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v
Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm
Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat
Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah
Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga
Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito
Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me
Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener