- Home
- Internasional
- Korban Bentrokan Yaman Lebih dari 125 Orang
INTERNASIONAL
Korban Bentrokan Yaman Lebih dari 125 Orang
Minggu, 20 Des 2015 07:57
Bentrok terjadi di Provinsi Hajjah, antara pasukan pemberontak gabungan dan tentara propemerintah Yaman. Sedikitnya 40 pemberontak tewas seketika dan 50 orang mengalami luka-luka. Kekalahan perang juga terjadi pada pihak pemerintah, sekira 35 tentara meninggal dan puluhan lainnya terluka.
"Kebanyakan korban terbunuh oleh serangan udara yang diluncurkan koalisi pimpinan Arab Saudi. Kericuhan ini juga menyebabkan kerusakan pada puluhan tank dan kendaraan tempur," terang seorang saksi mata, seperti dilansir dari Time, Minggu (20/12/2015).
Saksi mata menambahkan, pasukan pemerintah Yaman semakin maju melintasi perbatasan dari wilayah Saudi setelah pelatihan di sana selama berbulan-bulan.
Bentrokan ini sayangnya terjadi bertepatan saat kelompok pemberontak Houthi dan Yemen's Internationally Recognized Government tengah melakukan perundingan damai dengan Pemerintah Yaman melalui mediasi PBB di Jenewa, Swiss.
Dikabarkan, perwakilan dari kelompok pemberontak Yaman menolak menghadiri perundingan damai di Swiss sebagai bentuk protes atas pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Pemerintah Yaman saat menyerbu kota-kota mereka secara mendadak.
Pemberontak, yang dikenal sebagai Houthi, mengatakan mereka tidak akan melanjutkan perundingan, kecuali PBB mengutuk pelanggaran yang dilakukan pasukan pemerintah Yaman selama seminggu gencatan senjata.
"Kami agak meragukan penangguhan tersebut. Namun saya menjamin kedua delegasi sudah memperbarui komitmen mereka terkait kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata ini," kata utusan khusus PBB untuk menengahi konflik Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed.
Ismail menjelaskan, PBB telah mendesak semua faksi dalam konflik untuk mengakhiri kekerasan dan mendesak untuk melanjutkan pembicaraan.
Tidak jelas sampai sejauh mana pertempuran baru ini akan memengaruhi alur perundingan damai di Swiss. Pada hari Kamis 17 Desember 2015, Houthi setuju untuk mengizinkan kembalinya pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah kekuasaan para pemberontak, seperti Taiz serta kota-kota di Saada dan Hajjah.
(okezone.com)
Internasional
Viral! Pria Ini Naik Gunung Andong Bawa Sound System, Netizen: Emang Boleh?
JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pendaki membawa sound system berukuran besar saat mendaki gunung. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok
Mitos atau Fakta: Pakai Tas Selempang Berat Bikin Tulang Belakang Melengkung ke Samping?
BANYAK orang mengira memakai tas selempang berat hanyalah kebiasaan sepele. Padahal dalam jangka panjang, tas selempang berat bisa berdampak pada postur tubuh.Salah satu isu yang s
Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya
JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan
AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas
JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga
Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T