Jumat, 24 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Laporan: Perang di Iran Kuras Stok Rudal Strategis AS ke Tingkat Kritis

Internasional

Laporan: Perang di Iran Kuras Stok Rudal Strategis AS ke Tingkat Kritis

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 24 Apr 2026 18:24
Okezone.com

JAKARTA â€" Militer Amerika Serikat (AS) telah menguras persediaan rudal-rudal pentingnya ke titik berbahaya selama perang tujuh pekan dengan Iran, menurut analisis dari Center for Strategic and International Studies (CSIS). Hal ini, menurut CSIS, memunculkan risiko jangka pendek dan membuat AS rentan dalam konflik di masa depan.

Laporan yang diterbitkan pada Selasa (21/4/2026) tersebut menemukan bahwa operasi tempur intensif telah menghabiskan sebagian besar persenjataan tercanggih Amerika, termasuk setidaknya 45% dari persediaan Precision Strike Missile (PrSM), hampir 50% dari pencegat pertahanan udara Patriot, dan lebih dari setengah dari rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). Angka-angka tersebut dilaporkan selaras dengan penilaian rahasia Pentagon, demikian dilansir RT.

Pengurangan tersebut tidak terbatas pada sistem pertahanan udara. Analisis tersebut memperkirakan bahwa kampanye tersebut juga telah menghabiskan sekitar 30% dari persediaan rudal jelajah Tomahawk AS, lebih dari 20% dari rudal jarak jauh Joint Air-to-Surface Standoff Missiles (JASSM), serta sekitar 20% dari rudal pencegat SM-3 dan SM-6.

Meskipun Pentagon menyatakan memiliki kekuatan persenjataan yang cukup untuk melanjutkan operasi di Timur Tengah, laporan CSIS memperingatkan bahwa pengurangan persenjataan secara fundamental telah melemahkan kemampuan Amerika untuk menghadapi perang besar di tempat lain, khususnya melawan musuh yang setara seperti China.

Para penulis laporan memperingatkan bahwa membangun kembali persenjataan akan menjadi proses yang lambat dan mahal. Salah satu pakar mengatakan kepada CNN bahwa dibutuhkan waktu "satu hingga empat tahun untuk mengisi kembali persediaan ini, dan beberapa tahun setelah itu untuk memperluasnya hingga mencapai jumlah yang dibutuhkan."

Pentagon telah membantah temuan yang mengkhawatirkan ini. Juru bicara Sean Parnell bersikeras bahwa militer AS "memiliki semua yang dibutuhkan untuk beroperasi pada waktu dan tempat yang dipilih presiden."

Presiden Donald Trump juga meremehkan masalah ini dengan mengklaim bahwa AS memiliki persediaan rudal yang "hampir tak terbatas." Namun, di saat yang sama, pemerintahannya telah meminta anggaran militer yang memecahkan rekor, yakni sekitar 1,5 triliun dolar AS untuk tahun fiskal 2027, dengan sebagian besar dialokasikan untuk pengisian kembali persediaan.

Awal bulan ini, Wall Street Journal melaporkan bahwa Pentagon juga telah menghubungi produsen mobil besar AS, General Motors dan Ford, untuk mengalihkan fungsi pabrik sipil mereka guna memproduksi amunisi dan peralatan militer lainnya.

Sumber: https://news.okezone.com/read/2026/04/24/18/3214429/laporan-perang-di-iran-kuras-stok-rudal-strategis-as-ke-tingkat-kritis?page=2

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.