- Home
- Internasional
- Malaysia Akhirnya Mau Gabung Koalisi Pimpinan Saudi
Malaysia Akhirnya Mau Gabung Koalisi Pimpinan Saudi
Sabtu, 19 Des 2015 15:06
Laporan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) Malaysia, Hishammuddin Tun Hussein pada Jumat 18 Desember 2015.
Menhan Hussein mengatakan, sebagaimana diberitakan Straits Times, Sabtu (19/12/2015), bahwa Negeri Jiran telah memberikan persetujuan kepada Pemerintah Saudi untuk bergabung dengan koalisi yang bertujuan untuk melawan berbagai kelompok teroris, termasuk ISIS di Irak dan Suriah.
Menhan Hussein melanjutkan bahwa dia berencana mengunjungi Arab Saudi pada 2016, untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai pembentukan koalisi internasional baru itu.
"Kunjungan itu nantinya bukan untuk membahas aspek militer, namun lebih pada berdiskusi lebih jauh mengenai strategi apa yang akan dipakai untuk melawan kelompok ekstremis seperti ISIS." ucap Menhan Hussein.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, awalnya Menhan Hussein mengaku bingung dan kaget dengan keputusan Arab Saudi yang memasukkan negaranya tergabung dalam koalisi internasional baru itu.
Menhan Arab Saudi Mohammed bin Salman pada Selasa 15 Desember resmi mengumumkan koalisi internasional baru yang terdiri dari 34 negara Islam dalam memerangi terorisme, termasuk kelompok militan ISIS di Irak dan Suriah.
Sebanyak 34 negara yang tergabung di koalisi internasional baru untuk memerangi terorisme memang terpisah dari tim koalisi besutan Pemerintah Amerika Serikat (AS). Kendati demikian, koalisi pimpinan Saudi ini tetap akan berkoordinasi dengan koalisi pimpinan AS dan organisasi internasional lainnya.
Sementara Iran yang selama ini dicurigai membantu kelompok radikal Houthi untuk merebut pemerintahan Yaman, dilaporkan tak diajak untuk bergabung dalam koalisi 34 negara Islam pimpinan Arab Saudi tersebut.
Ke-34 negara yang sudah pasti bergabung dalam koalisi anti-teroris itu yakniArab Saudi, Bahrain, Bangladesh, Benin, Chad, Komoro, Djibouti, Mesir, Gabon, Guinea, Pantai Gading, Yordania, Kuwait, Lebanon, Libya, Malaysia, Maladewa, Mali, Maroko, Mauritania, Niger, Nigeria, Pakistan, Palestina, Qatar, Senegal, Sierra Leone, Somalia, Sudan, Togo, Tunisia, Turki, UEA, dan Yaman.
PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning
PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend
Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas
SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar
Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana
Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara
Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri
KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo
SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional
PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se