Kamis, 02 Jul 2026

Internasional

Malaysia Sita 1,2 Ton Sabu dari Myanmar, Terbesar dalam Sejarah

Senin, 28 Mei 2018 15:12
Dok. REUTERS
Sabu 1,2 ton disamarkan sebagai teh kemasan disita di Malaysia
Kuala Lumpur - Otoritas Malaysia melakukan penyitaan narkoba jenis sabu kristal terbesar dalam sejarah negaranya. Nyaris 1,2 ton sabu kristal yang ditaksir bernilai 71 juta ringgit (Rp 248 miliar) ini disamarkan sebagai teh yang dikirimkan dari Myanmar.

Seperti dilansir Reuters, Senin (28/5/2018), sedikitnya enam tersangka ditangkap terkait temuan narkoba dalam jumlah besar ini.

Direktur Jenderal Bea Cukai Malaysia, Subromaniam Tholasy, menyebut total ada 1.187 kilogram sabu berbentuk kristal yang disita dari sebuah kontainer yang dikirimkan via laut dari Yangon, Myanmar. Kontainer itu dikirimkan ke Port Klang, pinggiran Kuala Lumpur.

Subromaniam menyebut sabu sebanyak itu ditaksir bernilai 71 juta ringgit.

"Ini merupakan penyitaan terbesar dalam sejarah kita untuk nilai dan beratnya," sebut Subromaniam.

Kontainer yang disita pada 22 Mei lalu ini dinyatakan berisi 'makanan' dan dikirimkan ke sebuah perusahaan niaga Malaysia yang berkantor di pinggiran Kuala Lumpur.

Pihak Bea Cukai Malaysia telah memamerkan narkoba yang disita ke media. Terlihat bahwa narkoba itu disembunyikan di dalam sejumlah besar kantong berwarna kuning keemasan yang disebut berisi teh kemasan.

Dituturkan Subromaniam, tiga warga Myanmar dan tiga warga Malaysia ditangkap dalam operasi terkait penyitaan ini. "Kami masih menyelidiki, tapi kami meyakini bahwa sindikat yang terlibat memiliki keterkaitan dengan sindikat di Myanmar," ujar Subromaniam.

Sejumlah kecil heroin dan sekitar 1 juta rokok selundupan juga disita dalam operasi ini.

Diketahui bahwa pasaran sabu telah mengalami perluasan hingga ke level mengkhawatirkan di kawasan Asia, dengan sejumlah pakar di beberapa negara melaporkan adanya peningkatan penggunaan sabu pada tahun 2015. Selama beberapa dekade terakhir, Myanmar dikenal sebagai penghasil opium dalam versi yang lebih halus, yakni heroin. Myanmar juga menjadi sumber bagi sebagian besar sabu di kawasan Asia Tenggara.

(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 02 Jul 2026 08:43

    Mahasiswi di Siak Tewas Dicekik Pria yang Menumpang di Rumahnya, Pelaku Babak Belur Diamuk Massa

    SIAK â€" Jerit histeris memecah keheningan siang di Dusun Kandis, Kampung Kandis, Rabu (1/7/2026). Seorang mahasiswi belia berinisial S.S.R (19) ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamarnya sendiri.I

  • Kamis, 02 Jul 2026 08:41

    PH Suhardiman Amby: Hormati Proses Hukum dengan Mengedepankan Praduga Tak Bersalah

    TELUKKUANTAN - Rizki JP Poliang, SH. MH menyatakan siap menghormati proses hukum yang sedang dijalankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) terkait penetapan status tersan

  • Kamis, 02 Jul 2026 08:38

    Polsek Tanah Putih Intensifkan KRYD, Antisipasi Premanisme dan Kejahatan Jalanan

    TANAHPUTIH-Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Polsek Tanah Putih melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pada Rabu, 1 Juli 2026, mulai p

  • Rabu, 01 Jul 2026 16:48

    Bupati Kuansing Resmi Berompi Oranye Terkait Kasus Suap Jabatan

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau, Suhardiman Amby sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah

  • Rabu, 01 Jul 2026 16:09

    KPK Periksa Bupati Inhu dan Sekda Riau Terkait Kasus Pemerasan Gubernur Nonaktif Abdul Wahid

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto beserta Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi. Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemer

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor