- Home
- Internasional
- Militer Israel Tewaskan 16 Warga Palestina, PBB Minta Penyelidikan
internasional
Militer Israel Tewaskan 16 Warga Palestina, PBB Minta Penyelidikan
Sabtu, 31 Mar 2018 10:49
GAZA – Sedikitnya 16 orang warga Palestina tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat tindakan represif yang dilakukan militer Israel di perbatasan. Bentrokan terjadi ketika puluhan ribu warga Palestina di Jalur Gaza melakukan demonstrasi besar-besaran pada Jumat 30 Maret.
Dewan Keamanan PBB sudah mendapat informasi mengenai kekerasan yang terjadi di Jalur Gaza tersebut atas prakarsa Kuwait. Sementara itu, Perwakilan Tetap Palestina di PBB, Riyad Mansour mengatakan, sedikitnya 17 orang warga sipil tewas dan lebih dari 1.400 luka-luka.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, meminta digelarnya penyelidikan yang independen dan transparan atas jatuhnya korban di Jalur Gaza. Lewat juru bicaranya, Farhan Haq, pria asal Portugal itu mengimbau agar semua pihak menahan diri.
"Dia meminta agar semua pihak yang terlibat mampu menahan diri dari tindakan-tindakan yang dapat memicu korban lebih banyak dan lebih khusus lagi tindakan-tindakan yang dapat membahayakan warga sipil," ujar Farhan Haq, mengutip dari Reuters, Sabtu (31/3/2018).
Unjuk rasa tersebut digelar guna memperingati 'Land Day' serta mendesak agar para pengungsi Palestina diberikan hak untuk kembali ke wilayahnya yang kini dikuasai Israel. Puluhan ribu warga Palestina ikut serta dalam unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung selama enam pekan itu. Mereka mendirikan tenda-tenda di dekat perbatasan Jalur Gaza dengan Israel.
Sejumlah keluarga turut membawa anak-anaknya untuk menginap di tenda-tenda yang hanya berjarak beberapa meter (m) dari tembok pengamanan Israel di Jalur Gaza. Menurut otoritas Israel, jumlah pengunjuk rasa diperkirakan mencapai 30 ribu orang.
Militer Israel mengingatkan, tentaranya hanya akan melepaskan tembakan kepada pengunjuk rasa yang coba menyabotase pagar perbatasan. Namun, otoritas Palestina justru menuduh Israel sengaja menembaki para pengunjuk rasa, termasuk dengan gas air mata dan peluru karet.
Presiden Otoritas Palestina (PA), Mahmoud Abbas, menuding Israel bertanggung jawab atas kekerasan yang terjadi di perbatasan tersebut. Ia mendeklarasikan Sabtu (31/3/2018) sebagai hari berkabung nasional untuk memperingati para korban tewas tersebut.
(okezone.com)
Internasional
Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses
Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v
Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm
Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat
Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah
Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga
Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito
Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me
Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener