Kamis, 11 Jun 2026

Nepal Resmi Miliki Presiden Perempuan Pertama

Kamis, 29 Okt 2015 08:22
AP
Inilah Presiden baru Nepal, Bidhya Devi Bhandari
KATHMANDU – Parlemen Nepal pada Rabu 28 Oktober telah memilih pejabat pemerintahan bernama Bidhya Devi Bhandari, sebagai presiden perempuan pertama Nepal, setelah undang-undang dasar bersejarah disahkan pada September 2015.

Mantan Menteri Pertahanan Nepal itu mengalahkan saingannya, Kul Bahadur Gurung, dengan peroleh suara 327 berbanding 214, yang membuatnya menjadi kepala negara Nepal.

Bhandari, yang juga merupakan Wakil Ketua Partai Komunis Nepal, menggantikan pendahulunya, yaitu Ram Baran Yadav.

Yadav terpilih sebagai presiden pertama Nepal pada 2008, menyusul penghapusan kerajaan Hindu berusia 240 tahun di negara itu.

"Saya umumkan bahwa Bidhya Devi Bhandari telah terpilih untuk menduduki jabatan sebagai Presiden Nepal," ujar Ketua Parlemen Nepal Onsari Gharti Magar, yang disambut dengan sorakan gembira para anggota parlemen, sebagaimana dikutip AFP, Kamis (29/10/2015).

"Saya berjanji akan melakukan yang terbaik untuk melindungi undang-undang dasar dan bekerja untuk pembangunan dan kesejahteraan negara kita," ujar presiden baru Nepal Bidhya Bhandari.

Bhandari, merupakan wajah perempuan yang jarang berada di parlemen Nepal. Ia mulai masuk ke dunia politik saat masih remaja dan berupaya untuk menghapuskan sistem kerajaan di Nepal. Ia kemudian menikah dengan sesama anggota partai komunis, Madan Bhandari.

Namun setelah suaminya meninggal dalam kecelakaan mobil pada 1993, ibu dua anak itu menjadi sosok yang bersuara keras dan mendapatkan simpati besar untuk memenangi kursi di parlemen.

Bhandari yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan Nepal sejak 2009 hingga 2011, dipuji oleh para pendukungnya sebagai figur yang memiliki sikap kuat terhadap peningkatan jumlah perempuan di Parlemen Nepal.

Ibu berusia 54 tahun itu adalah perempuan kedua yang terpilih menduduki jabatan tinggi setelah adanya UUD Nepal yang baru. Sebelumnya, Onsari Gharti Magar muncul sebagai ketua parlemen perempuan pertama pada awal bulan ini.

Berdasarkan amanat UUD, parlemen pada bulan ini juga telah memilih perdana menteri, yaitu KP Sharma Oli, yang memiliki tugas berat menyatukan negara yang hancur karena gempa bumi, serta berbagai ketegangan etnis.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 10 Jun 2026 16:10

    Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas

    Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama

  • Rabu, 10 Jun 2026 16:08

    KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:31

    Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos

    JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:29

    Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok

    PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:50

    Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.