Selasa, 26 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • Netanyahu Minta Klarifikasi ke Gedung Putih Terkait Dugaan Pembicaraan Rahasia AS-Iran

Pemerintahan

Netanyahu Minta Klarifikasi ke Gedung Putih Terkait Dugaan Pembicaraan Rahasia AS-Iran

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 05 Mar 2026 11:38
(FotoOkezone.com)
JAKARTA - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, meminta klarifikasi kepada Gedung Putih awal pekan. Hal ini setelah Netanyahu mengetahui para pejabat di pemerintahan Donald Trump mungkin telah berkomunikasi dengan Iran.

Menurut laporan dari media berita AS Axios, yang mengutip dua sumber anonim yang mengetahui masalah ini, intelijen Israel memperoleh informasi yang menunjukkan bahwa mungkin telah terjadi kontak antara pemerintahan Trump dan para pejabat Iran untuk membahas kemungkinan gencatan senjata.

Axios melaporkan, Netanyahu menghubungi para pejabat Gedung Putih pada Senin untuk menanyakan apakah pembicaraan atau pertukaran pesan semacam itu telah terjadi.

Melansir Al Jazeera, salah satu sumber mengatakan kepada media tersebut, Gedung Putih menanggapi dengan mengatakan kepada Netanyahu bahwa pemerintahan Trump tidak berbicara dengan para pejabat Iran "di belakangnya"

Warga AS Tak Setuju Serang Iran
Sementara itu, sebuah jajak pendapat Reuters/Ipsos menemukan 43 persen warga AS tidak menyetujui penyerangan terhadap Iran. Hanya sekitar satu dari empat responden yang mengatakan mereka mendukung serangan AS-Israel.

Jajak pendapat tersebut menanyakan lebih dari 1.200 orang dewasa AS dan dilakukan selama akhir pekan.

Jajak pendapat CNN terpisah yang dilakukan oleh SSRS antara 28 Februari dan 1 Maret mengungkap, hampir enam dari 10 warga Amerika mengatakan mereka tidak menyetujui keputusan untuk mengambil tindakan militer di Iran. Empat puluh satu persen mengatakan mereka menyetujuinya.

Survei CNN juga menemukan, sekitar enam dari 10 responden mengatakan mereka tidak percaya Presiden Donald Trump memiliki rencana yang jelas untuk menangani situasi tersebut. Sementara 39 persen mengatakan AS belum melakukan upaya diplomatik yang cukup sebelum menggunakan kekuatan militer.

Jajak pendapat tersebut menunjukkan perbedaan partisan yang tajam: 82 persen Demokrat dan 68 persen independen mengatakan mereka tidak menyetujui serangan tersebut, dibandingkan dengan 23 persen Republikan.
Sumber: (Okezone.com)

Pemerintahan
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 13:13

    38 Orang Lulus Seleksi Administrasi Calon Anggota KI

    PEKANBARU - Tim seleksi calon anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau periode 2026-2029, telah mengumumkan hasil seleksi administrasi. Total ada sebanyak 38 peserta dinyatakan lulus seleksi admini

  • Rabu, 18 Mar 2026 09:01

    Seleksi CPNS 2026 Kapan Dibuka? Ini Bocorannya

    JAKARTA - Teka-teki seleksi CPNS 2026 kapan dibuka akhirnya terjawab. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, saat ini pemerintah masih mematangkan skema rekrutmen Aparatur Sip

  • Selasa, 17 Mar 2026 16:19

    Wacana WFH Imbas Konflik Timteng, Pramono Siap Ikuti Arahan Pusat

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkap kemungkinan penerapan kebijakan work from home (WFH) atau kerja dari rumah demi menghemat konsumsi BBM mengantisipasi krisis akibat ketegangan Timur Teng

  • Selasa, 17 Mar 2026 15:39

    Tindaklanjuti Instruksi Prabowo, Kapolri Resmikan dan Bangun 110 Jembatan di Riau

    RIAU - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan groundbreaking pembangunan 83 jembatan dalam program Jembatan Presisi di Provinsi Riau. Hal ini sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo ter

  • Selasa, 17 Mar 2026 08:43

    Catat Nomor Ini, Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG Lewat WhatsApp

    SIAK - Pemerintah Kabupaten Siak resmi membuka layanan pengaduan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Layanan ini disediakan untuk menampung keluhan maupun laporan masyarakat terkait menu MBG yan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.