Sabtu, 04 Jul 2026
Direktur Baru PTPN I Siapkan Lima Pilar Transformasi Perusahaan Menuju Agribisnis Modern
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 04 Jul 2026 16:15
Abdul Rivai Ras, Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I yang baru, telah mengumumkan inisiatif besar untuk memodernisasi perusahaan. Ia menyiapkan lima pilar transformasi strategis demi memperkuat tata kelola dan meningkatkan daya saing PTPN I. Langkah ini diharapkan mampu membawa PTPN I menjadi korporasi agribisnis yang lebih profesional dan adaptif di tengah tantangan global.
Transformasi ini akan berfokus pada penguatan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, digitalisasi, optimalisasi aset, serta penguatan hubungan kelembagaan. Rivai menegaskan bahwa amanah yang diemban bukan hanya memimpin perusahaan perkebunan, melainkan mengawal PTPN I menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi negara. Hal ini disampaikan Rivai di Jakarta pada Sabtu, 4 Juli.
Visi ini muncul sebagai respons terhadap dinamika industri perkebunan yang tidak lagi hanya berpusat pada peningkatan produksi semata. PTPN I harus mampu beradaptasi dengan persaingan internasional, perubahan iklim, dan gelombang digitalisasi yang terus berkembang. Dengan demikian, perusahaan diharapkan dapat tumbuh berkelanjutan dan relevan di era modern.
Lima Pilar Utama Transformasi PTPN I
Rivai menjelaskan bahwa fondasi utama bagi pertumbuhan berkelanjutan PTPN I adalah tata kelola perusahaan yang kuat. Seluruh proses bisnis harus dijalankan secara transparan, akuntabel, dan disiplin, dengan basis manajemen risiko yang solid. Mengingat PTPN I mengelola aset negara dalam skala besar, prinsip ini menjadi krusial untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik.
Pembentukan Direktorat Keuangan dan Manajemen Risiko dalam struktur direksi baru mencerminkan pendekatan proaktif perusahaan. Direktorat ini akan menghadapi berbagai risiko bisnis, termasuk fluktuasi harga komoditas, perubahan iklim, serta regulasi internasional. Penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) juga menjadi bagian penting dari strategi manajemen risiko ini.
"Perusahaan tidak bisa hanya berpikir mengenai laba. Perusahaan juga harus mampu mengelola risiko secara sistematis agar keberlanjutan usaha tetap terjaga," kata Rivai. Selain itu, transformasi digital ditekankan bukan hanya sebagai adopsi teknologi, melainkan perubahan budaya kerja dan pengambilan keputusan di seluruh organisasi. Digitalisasi diharapkan meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat proses pengambilan keputusan.
Menjawab Tantangan Global Industri Perkebunan
Abdul Rivai Ras menyoroti bahwa tantangan industri perkebunan saat ini melampaui sekadar peningkatan produksi. Perusahaan harus memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perubahan global yang dinamis. Ini mencakup persaingan ketat di pasar internasional, dampak perubahan iklim yang signifikan, hingga kebutuhan mendesak akan digitalisasi dalam setiap aspek operasional.
"Persoalan yang kita hadapi bukan hanya bagaimana mengelola kebun atau meningkatkan hasil panen, tetapi bagaimana membangun korporasi negara yang mampu beradaptasi terhadap perubahan global," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya PTPN I untuk tidak hanya berfokus pada aspek internal, tetapi juga responsif terhadap lingkungan eksternal yang terus berubah.
Transformasi ini bertujuan agar PTPN I menjadi perusahaan yang lebih modern, profesional, dan adaptif. Dengan demikian, perusahaan dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi negara dan masyarakat. Kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan relevansi di masa depan.
Optimalisasi Aset dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan
Optimalisasi aset negara menjadi agenda strategis yang sangat penting bagi PTPN I di bawah kepemimpinan Rivai. Tujuannya adalah memastikan seluruh aset yang dikelola perusahaan dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar. Manfaat ini diharapkan tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga negara dan masyarakat luas.
Rivai juga menekankan bahwa keberhasilan transformasi PTPN I sangat bergantung pada kolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan. Ini mencakup pemerintah, regulator, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), aparat penegak hukum, akademisi, serta pelaku usaha. Keterlibatan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan juga dianggap krusial untuk mencapai tujuan bersama.
"Transformasi tidak pernah bisa dilakukan oleh satu orang. Transformasi adalah kerja bersama," tutur Rivai. Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan momentum ini sebagai kesempatan membangun perusahaan yang semakin profesional, modern, kompetitif, dan membanggakan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menciptakan sinergi positif yang mendukung tercapainya visi transformasi PTPN I.(merdeka.com)
Sumber: https://www.merdeka.com/uang/direktur-baru-ptpn-i-siapkan-lima-pilar-transformasi-perusahaan-menuju-agribisnis-modern-587785-mvk.html?page=4
komentar Pembaca