Senin, 27 Apr 2026

Obama Akui AS Penyebab Masalah Perubahan Iklim

Selasa, 01 Des 2015 15:47
VOA News
Presiden Amerika Serikat Barrack Obama berpidato dalam KTT Perubahan Iklim di Paris.
PARIS – Dalam pidatonya di pembukaan KTT Perubahan Iklim (COP21) di Paris, Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama mengakui bahwa negaranya bertanggungjawab atas bencana perubahan iklim.

"Saya datang sebagai pemimpin negara dengan perekonomian terbesar di dunia dan emitor kedua terbesar untuk menyatakan bahwa AS tidak hanya menyadari perannya sebagai pembuat masalah. Kami juga bertanggungjawab untuk mengatasinya," ujarnya seperti dikutip dari CNN, Selasa (1/12/2015).

Menurutnya, kesungguhan itu telah ditunjukkan selama tujuh tahun terakhir. AS gencar melakukan investasi atas teknologi ramah lingkungan. Negara adidaya ini juga mengklaim ambisius mengurangi emisi karbonnya.

"Kami telah meningkatkan penggunaan tenaga angin sampai tiga kali lipat, dan tenaga surya lebih dari dua puluh kali. Pemanfaatan sumber daya ini, selain lebih murah juga lebih bersih, serta membantu AS mendayakan listrik konvensional," ucap Obama.

"Kami mengatakan tidak untuk infrastruktur yang akan menyedot bahan bakar fosil tinggi karbon dari tanah. Kami sudah mengatakan iya untuk pertama kalinya terkait penetapan standard nasional membatasi jumlah polusi karbon pembangkit listrik yang dapat kami lepaskan ke langit," tambahnya.

Berdasarkan grafik agensi milik PBB, level karbon dioksida Bumi, perlahan tapi pasti mengalami kenaikan 400 ppm per tahunnya sejak 1984. Dengan rata-rata tingkat karbon dioksida 397,7 ppm pada 2014 dan masih terus naik di awal 2015.

Kondisi ini diperparah oleh El Nino dalam konsentrasi yang lebih tinggi. Akibatnya, emisi gas rumah kaca dunia mencapai titik tertinggi pada 2015.

Dilaporkan Reuters, melalui Scientific American, China dan AS merupakan negara penyumbang emisi terbesar di dunia. Untuk itu, mereka berlomba-lomba dengan 150 negara lainnya untuk menjalankan program mengatasi emisi hingga 2020.

Sayangnya, program yang dijalankan selama ini gagal. Sebab tak memenuhi target pengurangan emisi pada 2010 sebesar 3 derajat celcius.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Apr 2026 21:37

    Viral! Pria Ini Naik Gunung Andong Bawa Sound System, Netizen: Emang Boleh?

    JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pendaki membawa sound system berukuran besar saat mendaki gunung. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:34

    Mitos atau Fakta: Pakai Tas Selempang Berat Bikin Tulang Belakang Melengkung ke Samping?

    BANYAK orang mengira memakai tas selempang berat hanyalah kebiasaan sepele. Padahal dalam jangka panjang, tas selempang berat bisa berdampak pada postur tubuh.Salah satu isu yang s

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:32

    Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya

    JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:30

    AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas

    JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:27

    Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.