Rabu, 01 Jul 2026

Internasional

PBB Menghukum Keras Pimpinan Penyelundup Imigran Ilegal di Libya

Jumat, 08 Jun 2018 11:31
Pengungsi dan migran menunggu untuk diselamatkan oleh LSM Spanyol Proactiva Open Arms di atas sebuah kapal karet, 60 mil sebelah utara Al -Khum, Libya (18/2). Para pengungsi dan migran ini meninggalkan Libya untuk ke Eropa.

Amsterdam - Dewan Keamanan PBB menyetujui sanksi hukum internasional, terhadap enam orang pemimpin sindikat penyelundupan imigran ilegal yang beroperasi di Libya.

Enam orang yang masuk daftar hitam tersebut terdiri dari empat warga negara Libya, dan dua orang asal Eritrea. Salah satu tersangka tercatat berprofesi sebagai kepala unit penjaga pantai regional.

Dikutip dari BBC pada Jumat (8/6/2018), para penyelundup telah memanfaatkan situasi tidak aman di Libya, untuk memindahkan ratusan ribu imigran gelap melalui perjalanan laut menuju Eropa.

PBB menyebut banyak imigran ilegal yang terjebak di pusat-pusat penampungan sementara, dan kerap mengalami tindak kekerasan dari para penyelundup manusia.

Keenam pemimpin sindikat penyelundupan manusia itu dijatuhi sanksi internasional hasil persetujuan "proposal Belanda", yakni di antaranya berupa larangan perjalanan lintas negara dan pembekuan seluruh aset kekayaan.

Sanksi tersebut awalnya akan resmi dijatuhkan pada awal Mei lalu, namun tertahan karena Rusia --sebagai salah satu anggota tetap DK PBB-- berupaya memeriksa sendiri bukti-bukti kejahatan yang dilakukan oleh keenam tersangka.

Penetapan sanksi hukum tersebut merupakan yang pertama kali, di mana merupakan buntut dari laporan video CNN pada 2017, yang menunjukkan pelelangan imigran ilegal sebagai budak di Libya.

"Musim gugur tahun lalu, video tentang jual beli imigran sebagai budak, sangat mengejutkan hati nurani kami, dan Dewan Keamanan berjanji untuk mengambil tindakan tegas," kata Nikki Haley, utusan AS ke PBB.

Sementara itu, di antara enam orang yang dijatuhi sanksi internasional itu, muncul nama Ernias Ghermay, yang oleh PBB disebut sebagai "salah satu aktor penting dalam pusaran perdagangan manusia di kawasan sub-Sahara."

Lima lainnya adalah Fitiwi Abdelrazak dari Eritrea, pemimpin milisi Libya Ahmad Oumar al-Dabbashi, Musab Libya Abu-Qarin, Libya Mohammed Kachlaf, kepala brigade di Libya barat Syuhada al Nasr di Zawiya, dan pemimpin penjaga pantai Libya regional Abd al Rahman al-Milad.

Dalam beberapa tahun terakhir, Libya telah menjelma sebagai rujukan utama para imigran gelap asal Afrika, untuk menyeberang ke Eropa.

Negara itu terus mengalami kekacauan politik dan keamanan, pasca penggulingan berdarah diktator Moammar Khadafi pada 2011 silam.

Laporan dari Uni Afrika mengatakan bahwa hingga Desember lalu, tercatat antara 400.000 hingga 700.000 imigran yang tertahan di lebih dari 40 kamp di Libya, di mana cukup banyak di antaranya mendapat perlakuan tidak manusiawi.

Di saat bersamaan, Organisasi Internasional Migrasi (IMO) mencatat lebih dari 3.100 kasus imigran tewas di tengah upaya menyeberang lautan, dari Libya menuju Eropa.

(Liputan6.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 01 Jul 2026 16:48

    Bupati Kuansing Resmi Berompi Oranye Terkait Kasus Suap Jabatan

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau, Suhardiman Amby sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah

  • Rabu, 01 Jul 2026 16:09

    KPK Periksa Bupati Inhu dan Sekda Riau Terkait Kasus Pemerasan Gubernur Nonaktif Abdul Wahid

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto beserta Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi. Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemer

  • Rabu, 01 Jul 2026 16:08

    Lantik 38 Pejabat, Bupati Asmar Dorong Reformasi Birokrasi yang Profesional dan Responsif

    SELATPANJANG â€" Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran birokrasi sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan. Sebanyak 38 pejabat administrator dan pejabat pengaw

  • Rabu, 01 Jul 2026 15:31

    LBH Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Polisi Terhadap Sembilan Warga Rupat Utara ke Polda Riau

    PEKANBARU - Gabungan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ICMI Wilayah Riau dan LBH Pekanbaru resmi mengadukan dugaan tindak kekerasan fisik oleh oknum aparat Polsek Rupat Utara terhadap sembilan warga sipil.

  • Rabu, 01 Jul 2026 15:19

    Pesona Batik Motif Bakar Tongkang Karya Miskiah Angkat Budaya Rokan Hilir ke Kancah Nasional

    BAGANSIAPIAPI - Perayaan Festival Ekraf Pesona Beapi Besenergi Kawasan Qris yang memeriahkan event Bakar Tongkang di Bagansiapiapi sukses menarik perhatian masyarakat luas. Dari 35 stand bazar yang me

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor